Catatan Astronomis Perjalanan Tim Tafsir Ilmi (2): Petra — Pahatan Bangunan di Bukit Pasir

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika

Anggota Tim Tafsir Ilmi, LPMQ, Kementerian Agama

Catatan: Tim Tafsir Ilmi Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama RI melakukan kunjungan ke Yordania dan Mesir  20-27 April 2017 untuk memperkenalkan karya-karya tafsir ilmi Kemenag RI (termasuk seminar Sains-Quran di Universitas Al-Azhar, Kairo) sambil mengumpulkan bahan untuk tafsir ilmi dalam bentuk video dokumenter terkait ayat-ayat Al-Quran dan situs-situs sejarah.

Petra, situs arkeologi di Yordania menyimpan kisah ummat terdahulu. Di dalam Al-Quran surat Al-Hijr bercerita tentang kaum Al-Hijr, yang memahat gunung atau bukit pasir menjadi bangunan. Di Petra, bangunan yang dipahatkan di bukit pasir digunakan untuk berbagai fungsi, termasuk untuk penyembahan dan pemakaman.

Hasil penelitian astro-arkeologi tentang struktur bangunan di bukit-bukit pasir, mengindikasikan beberapa bangunan khusus terkait dengan ritual penyembahan, arahnya dibuat sedemikian rupa mengikuti posisi matahari pada saat matahari terbenam di titik paling Selatan pada musim dingin.

Iklan

Catatan Astronomis Perjalanan Tim Tafsir Ilmi (1): Gua Ashabul Kahfi

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika

Anggota Tim Tafsir Ilmi, LPMQ, Kementerian Agama

Catatan: Tim Tafsir Ilmi Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama RI melakukan kunjungan ke Yordania dan Mesir  20-27 April 2017 untuk memperkenalkan karya-karya tafsir ilmi Kemenag RI (termasuk seminar Sains-Quran di Universitas Al-Azhar, Kairo) sambil mengumpulkan bahan untuk tafsir ilmi dalam bentuk video dokumenter terkait ayat-ayat Al-Quran dan situs-situs sejarah.

Al-Quran surat Al-Kahfi menceritakan tentang tujuh (mungkin juga tiga atau lima) pemuda yang menjaga keimanannya pada awal Abad Masehi yang bersembunyi di dalam gua yang kemudian ditidurkan Allah selama 300 tahun syamsiah (solar calendar) atau 309 tahun qamariyah (lunar calendar). Di Amman, Yordania, ditemukan gua yang berdasarkan ciri-ciri fisik gua serta sisa-sisa barang dan tulang-belulang diyakini sebagai gua tempat para pemuda Ashabul Kahfi tersebut.

QS 18-17

20170421_113929

DSCN0071

Gua pemuda Al-Kahfi dicirikan dari arahnya. Sebelah kanannya arah matahari terbit (Timur) dan sebelah kirinya arah matahari terbenam (Barat). Pintu guanya sempit, tetapi ruangan di dalamnya cukup luas. DSCN0084

Barang-barang peninggalan di dalam gua

DSCN0078

Lubang berkaca untuk melihat tulang belulang manusia yang ditemukan di dalam gua

DSCN0083

Sisa tulang belulang manusia

QS 18-21

DSCN0090

Dulu orang-orang membangunkan masjid di atasnya

QS 18-25

“Tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun” mengandung makna hitungan astronomis. Angka 300 tahun adalah menurut hitungan kalender matahari (syamsiah) dan 309 tahun adalah menurut hitungan kalender bulan (qamariyah, lunar calendar).

300 tahun syamsiah = 300 x 365,2422 hari = 109.573 hari.

309 tahun qamariyah = 309 x 12 x 29,53 hari = 109.497 hari.

Artinya, mereka ditidurkan Allah sekitar 109.500 hari. Itulah suatu mukjizat, untuk menunjukkan kekuasaan Allah.

Satu Jam Bersama Kepala LAPAN: LAPAN Harus Beri Manfaat Nyata Secara Nasional

Majalah “Antasena” edisi Juli-Desember 2016 memuat wawancara Profil “Satu Jam Bersama Kepala LAPAN”. Ini isi wawancaranya:

Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #8 Habis) Isyarat Al-Quran

al-quran-mushafearth

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Tim Tafsir Ilmi, Kementerian Agama RI

Penggemar dongeng FE — bumi datar — mencoba mencari pembenaran dari ayat-ayat Al-Quran, tanpa memahami makna ayatnya dan konteksnya. Ini contoh (terjemah) ayat- ayat yang dijadikan pembenaran:

(Q.S. Al Baqarah 2: 22) Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui
(Q.S Al-Hijr 15: 19), “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
(Q.S Al Kahfi 18 : 47) Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.
(Q.S Al Anbiyaa 21: 32) Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
(Q.S Yaasiin 36 :38) dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
(Q.S Yaasiin 36 :40) Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
(Q.S Az-Zumar 39 :5) Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(Q.S. Qaaf 50 : 7) Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,
(Q.S. Ar-Rahman 55 : 33) Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) PENJURU langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
(Q.S. An Naba’ 78: 6-7) Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?
(Q.S. Al Ghaasyiyah 88: 20) Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

Untuk memahami Al-Quran perlu memahami makna ayat dan konteksnya:

QS 2:22 firaasyan maknanya hamparan tempat istirahat, bukan dalam makna keseluruhan bumi datar.
QS 15:19 madadnahaa maknanya kami hamparkan bumi sebagai dataran, namun ada juga gunung-gunung. Hamparan datar dalam konteks di sana pun ada juga yang bergunung-gunung.
QS 18:47 baarizatan maknanya kami ratakan (semuanya runtuh rata dengan tanah).
QS 21:32 saqfan maknanya (langit sebagai) atap atau yang melingkupi, bukan dalam makna sebagai kubah.
QS 36:38 tajrii maknanya berjalan/berlari, karena dalam skala galaksi matahari bersama ratusan milyar bintang bergerak mengorbit pusat galaksi.
QS 36:40 fii falakiy yasbahuun maknanya (matahari dan bulan) bergerak di orbit masing-masing, matahari mengorbit pusat galaksi dan bulan mengorbit bumi. Justru ini membantah konsep FE yang anggap matahari dan bulan pada orbit yang sama di kubah langit.
QS 39:5 yukawwiru maknanya menutup (malam ke siang dan siang ke malam) yang artinya ada pergantian akibat rotasi bumi, bukan seperti konsep FE yang mataharinya berjalan dari satu daerah ke daerah lainnya.
QS 50:5 madadnahaa maknanya kami hamparkan sebagai dataran, namun ada juga gunung-gunung.
QS 55:33 aqthaari maknanya wilayah (langit), artinya ruang yang bisa dilintasi, bukan seperti kubah ala FE.
QS 78:6 mihaadan maknanya hamparan tempat istirahat, bukan keseluruhan permukaan bumi, karena pada ayat selanjutnya disebutkan juga ada gunung-gunung.
QS 88:20 suthihat maknanya dihamparkan sebagai dataran, selain ada gunung yang ditegakkan pada ayat sebelumnya (QS 88:19).

Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #7) Antartika-Kutub Selatan

antartika

Peta Antartika di Kutub Selatan dari Wikipedia

Gambar-gambar lainnya diambil dari Google Earth dan internet

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Para penggemar dongeng FE (Flat Earth — bumi datar) umumnya mempertanyakan tiga hal yang dianggap aneh: perhitungan gerhana, gravitasi bumi (termasuk keberadaan satelit yang bergantung pada gravitasi bumi), dan keberadaan benua Antartika di Kutub Selatan bumi. Saya sudah memberi jawaban atas pertanyaan soal gerhana dan pembuktiannya. Juga soal gravitasi. Benarkah ada benua Antartika di Kutub Selatan Bumi?

Untuk membuktikannya, kita gunakan data satelit yang sudah direkonstruksi dalam Google Earth. Kita berangkat dari Kantor LAPAN di Rawamangun Jakarta, karena peta Google sudah banyak digunakan dan secara umum akurasinya cukup baik, walau itu bukan data terbaru (data sekitar 2 tahun lalu).

lapan-jakarta

Lalu kita zoom-out untuk melihat Jawa dan Indonesia-Australia-Antarika. Grid Koordinat sengaja ditampilkan supaya jelas posisinya.

jawa

bumi

Terlihat Antarika berada di Selatan Jawa dan Australia. Antariksa berada di Kutub Selatan, bisa di lihat di grid koordinatnya. Coba kita lihat dari sisi Selatan bumi. Terlihat jelas benua yang berselimut es.

antartika-1

Kalau dilihat dari sudut lainnya, akan terlihat juga Australia berseberangan dengan Amerika Selatan. Di sisi lain akan terlihat juga Afrika Selatan.

antarika-2

antarika-3

Seperti apa di Antartika? Berikut video Antartika dalam 5 menit:

Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #6) Gravitasi dan Orbit Satelit

hukum-kepler

Gravitasi menyebabkan bumi dan planet-planet berbentuk bola dan ada gerak mengorbit matahari

Ilustrasi diambil dari internet

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Salah satu fenomena yang tidak difahami para penggemar dongeng FE (Flat Earth — bumi datar) adalah gravitasi. Padahal gravitasilah yang menyebabkan bumi menjadi bulat, bulan dan satelit mengitari bumi, bumi dan planet-planet mengitari matahari, serta matahari dan ratusan milyar bintang mengitari pusat galaksi. Ketidakfahaman mereka pada gravitasi inilah salah satu akar masalah mereka mempercayai dongeng FE yang tak masuk akal dan tak ada bukti ilmiahnya.

Gravitasi terjadi karena adanya massa (kandungan materi suatu benda). Newton merumuskannya sebagai gaya tarik antara dua benda, dengan rumus

hukum-gravitasi

dengan F adalah gaya, m adalah massa masing-masing benda, dan r adalah jarak antara dua benda tersebut. Dengan rumusan tersebut bisa diturunkan rumusan gerak orbit satelit, bulan, dan planet-planet.

Einstein dalam teori relativitas umum merumuskan gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu (ruang dan waktu bersama dalam 4 dimensi). Dengan teori relativitas umum tersebut, bukan hanya orbit planet bisa dijelaskan, tetapi juga pergeseran orbit Merkurius dan gerak di sekitar objek sangat masif (seperti Black Hole atau Lubang Hitam) dapat dijelaskan.

gravitasi-einstein

Ilustrasi kelengkungan ruang-waktu akibat gravitasi bumi yang menyebabkan satelit dan bulan mengorbit bumi.

Matahari dan planet-planetnya (termasuk bumi) terbentuk dari awan antar-bintang sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Gravitasi pada awan antar-bintang itu, dengan adanya pemicu, mulai berkontraksi (memadat) yang membentuk matahari di intinya dan bakal planet di piringan sekitarnya. Kemudian planet-planet itu terbentuk dari kontraksi (pemadatan) di piringan gas tersebut. Kontraksi bekerja atas dasar gravitasi dirinya (self-gravitation), membentuk matahari, bumi, dan planet-planet berbentuk bulat, karena gravitasi bersifat konsetrik terhadap pusat massanya.

Kalau kita lihat rumusnya, besar gaya bergantung pada massa bendanya. Artinya, gayanya baru terasa kalau massanya sangat besar. Dua batu besar yang berdampingan, gaya tarik menariknya terlalu kecil untuk menggerakkan dua batu itu untuk saling mendekat, masih kalah daripada gaya tarik bumi. Mengapa? Karena bumi massanya sangat luar biasa besarnya, 6 x 10^21 (6.000.000.000.000.000.000.000) ton.

Apa dampaknya dengan adanya gravitasi bumi? Setiap benda yang kita lemparkan di permukaan bumi akan jatuh kembali ke bumi karena ada gaya tarik bumi bumi atau gravitasi bumi. Batu yang kita lemparkan akan jatuh pada suatu jarak tertentu, bergantung pada kecepatan (atau kekuatan) lontaran. Agar bisa melontar lebih jauh, prajurit yang berperang menggunakan meriam. Agar lebih jauh lagi digunakan roket, misalnya roket balistik antar-benua. Bila menggunakan roket yang lebih kuat lagi, maka objek yang dilontarkan tidak lagi jatuh ke permukaan bumi, melainkan mengitari atau mengorbit bumi. Prinsip itulah yang digunakan dalam peluncuran satelit.

gravitasi-orbit

Satelit mengorbit, prinsipnya sama dengan bulan mengorbit bumi dan planet-planet mengorbit matahari. Hukum gravitasi Newton bisa diturunkan rumusnya untuk menjelaskan tiga hukum Kepler tentang sifat-sifat orbit benda langit.

Hukum Kepler 1: Setiap planet mengorbit matahari berbentuk elips, dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Hal yang sama beraku untuk bulan dan satelit yang mengorbit bumi.

kepler-1Hukum Kepler 2: Pada selang waktu yang sama, planet menyapu luas daerah yang sama. Itu sebabnya, ketika berada dekat matahari (perihelion) planet mengorbit lebih cepat daripada ketika berada jauh dari matahari (aphelion). Hukum ini pun berlaku untuk bulan dan satelit bumi.

kepler-2

Hukum Kepler 3: Untuk semua planet dan benda-benda langit lainnya, kuadrat periode orbitnya sebanding dengan setengah sumbu panjangnya dipangkatkan tiga.

kepler-3

Pengetahuan hukum Kepler 3 ini digunakan untuk menempatkan satelit agar tetap berada di titik tertentu agar periode orbitnya sama dengan periode rotasi bumi 24 jam. Kalau dihitung, maka didapat ketinggian 36.000 km. Satelit yang berada di titik yang tetap itu dinamakan satelit orbit geostasioner (tetap terhadap bumi, GSO). Satelit di orbit geostasioner digunakan untuk pengamatan cuaca (misalnya satelit Himawari) dan satelit komunikasi (misalnya satelit Palapa, Telkom, dan BRISat).

himawari-8

Satelit Himawari tetap berada di atas Pasifik memotret cuaca di bumi setiap 10 menit.

palapa-d

Satelit komunikasi Palapa D mengorbit pada ketinggian 36.000 km tetap di atas Kalimantan

Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #5) Bukti Perhitungan Gerhana

Total

Foto Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Foto LAPAN)

Ilustrasi lainnya diambil dari internet

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Kebohongan para penggemar dongeng FE (Flat Earth — bumi datar) salah satunya adalah bantahan pada kenyataan akurasi perhitungan gerhana matahari. Perhitungan abal-abal penggemar dongeng FE yang sangat disederhanakan, dengan  anggapan jarak matahari yang dekat, menyalahkan prakiraan gerhana matahari 2017 di Amerika Serikat. Kita tunggu saya buktinya pada 21 Agustus 2017 untuk dibuktikan kesalahan total perhitungan mereka.

Bagaimana dengan penggemar dongeng FE di Indonesia? Mereka meminta ditunjukkan perhitungan gerhana dengan memasukkan jarak matahari-bumi, jarak bulan-bumi, jari-jari matahari, dan jari-jari bulan. Ketika ditunjukkan bagian rumus perhitungan gerhana yang memasukkan parameter-paremeter tersebut, mereka tidak memahaminya dan terus meminta tahap demi tahap perhitungannya. Seolah perhitungan gerhana sesederhana rumus Phytagoras. Padahal rumusan perhitungan gerhana matahari cukup panjang sehingga akan lebih mudah diprogramkan. Aplikasi perhitungan gerhana diberikan oleh beberapa situs, salah satunya situs NASA. Parahnya mereka hanya mencuplik kalimat yang mengandung kata “Saros” dan “Geocentric Coordinate” tanpa memahami hakikat definisi keduanya. Sesungguhnya “Saros” hanya digunakan untuk menandai gerhana yang sama sifat lintasannya, bukan untuk menghitung gerhana. “Geocentric coordinat” hanya menunjukkan kerangka rujukan pada pusat bumi, yang perlu dikonversikan menjadi “Topocentric coordinate” kalau perlu menentukan koordinat bulan dan matahari dari titik pengamat.

Kebohongan mereka mudah sekali ditunjukkan dengan meminta perhitungan ala FE dengan Software AutoCAD-nya untuk gerhana matahari total (GMT) yang sudah terjadi di Indonesia, yaitu 11 Juni 1983, 18 Maret 1988, 24 Oktober 1995, dan 9 Maret 2016. GMT 1983 dan 2016 paling heboh karena melintasi banyak wilayah di Indonesia dan liputan media massa sangat masif.

Berikut ini ditunjukkan dua GMT yang banyak menarik perhatian publik nasional dan internasional serta liputan media yang terdokumentasi di Youtube.

GMT 11 Juni 1983

Perhitungan GMT 11 Juni 1983 sangat akurat sampai detiknya. Lintasannya pun sangat akurat. Liputan TVRI saat itu menunjukkan akurasi fase total GMT yang teramati di Borobudur.

gmt-11-jun-1983Lintasan GMT 11 Juni 1983

Liputan TVRI GMT 11 Juni 1983 di Borobudur

GMT 9 Maret 2016

Perhitungan GMT 9 Maret 2016 juga sangat akurat waktunya dan lintasannya. Berikut ini lintasan dan liputan media massa.

gmt-9-maret-2016-lintasanLintasan GMT 9 Maret 2016

Liputan TV One GMT 9 Maret 2016