Wawancara Kepala LAPAN: Loncatan Kebanggaan Nasional

TD-Gatra-Sep-2015-1

Catatan: Majalah Gatra edisi 23 September 2015 memuat wawancara Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Walaupun ada beberapa yang salah kutip dan sebutan “pertahanan” semestinya tidak ada (karena bukan ranahnya LAPAN), tetapi secara umum wawancara itu menggambarkan cita-cita dan tantangan LAPAN untuk memajukan iptek penerbangan dan antariksa Indonesia.

TD-Gatra-Sep-2015-2

TD-Gatra-Sep-2015-3

TD-Gatra-Sep-2015-4

Iklan

Penghargaan “Ganesa Widya Jasa Adiutama” 2015 dari ITB

Ganesha Award

Ganesha-Award-1

Alhamdulillah, ITB menganugerahkan penghargaan “Ganesa Widya Jasa Adiutama” pada Peringatan 95 tahun Pendidikan Teknik di Indonesia 1920-2015 di Aula Barat ITB pada Jumat, 3 Juli 2015. “Ganesha Widya Jasa Adiutama” adalah penghargaan tertinggi ITB yang diberikan kepada pihak-pihak (baik institusi maupun individu) yang telah menunjukkan jasa dan/atau prestasi yang menonjol dalam melaksanakan kegiatan pengembangan IPTEKS di tingkat internasional, nasional, dan/atau ITB.

2015-07-03 08.41.33

DSC01899

 

Optimis Satukan Penanggalan Umat

Majalah Ummi, April 2015/1436, memuat wawancara saya di rubrik “SosoK”

Sosok-1

Sosok-2

Blog T. Djamaluddin: 2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 190.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 8 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Bincang-Bincang: Teknologi Antariksa Wujudkan Mimpi Jokowi

Teknologi Antariksa wujudkan mimpi Jokowi

Harian Terbit 6 Desember 2014 memuat Bincang-bincang dengan Kepala LAPAN tentang “Teknologi Antariksa Wujudkan Mimpi Jokowi”. Walau ada beberapa salah kutip dan kalimat yang tidak lengkap, tetapi secara umum bincang-bincang itu mengungkapkan tekad LAPAN untuk memberi kontribusi menuju kemajuan dan kemandirian Indonesia dalam bidang keantariksaan, khususnya dalam mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Jokowi.

Bincang-bincang Iptek-Harian Terbit

 

Silaturrahim LAPAN-MUI Mendorong Upaya Penyatuan Kriteria Awal Bulan Hijriyah

T. Djamaluddin

LAPAN

MUI-LAPAN-silaturrahim

Alhamdulillah, silaturrahim LAPAN dengan MUI bisa terlaksana Selasa siang, 20 Mei 2014. Silaturrahim didorong dengan keinginan LAPAN membantu MUI merealisasikan Fatwa MUI No. 2/2004. Isi rekomendasi fatwa itu agar Majelis Ulama Indonesia mengusahakan adanya kriteria penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah untuk dijadikan pedoman oleh Menteri Agama dengan membahasnya bersama ormas-ormas Islam dan para ahli terkait.

Dari LAPAN hadir saya sebagai Kepala LAPAN, Plt Deputi Sains, Karo Kerjasama dan Humas, dan Peneliti astronomi Abdul Rachman. MUI menyambut dengan pimpinan MUI yang cukup lengkap: Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian (Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc), Wk Sekjen (H. Tengku Zulkarnaen, Dr. Amirsyah Tambunan, Prof. Dr. Amini Lubis), Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian (Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, MA), Sekr. Komisi Pengkajian dan Penelitian (Dr. KH Cholil Nafis), dan Wk. Sekr. Komisi Fatwa (Drs. H. Sholahudin Al-Aiyub, MSi).

Prof. Yunahar membuka pertemuan dengan mengungkapkan perbedaan antara Indonesia dengan Malaysia dan negara-negara Timur Tengah. Di sana ada Mufti (ulama yang memberikan fatwa keagamaan). Di Indonesia tidak ada Mufti. Majelis Ulama yang berwenang mengeluarkan fatwa dan berisi perwakilan ormas-ormas Islam, fatwanya tidak mengikat ormas-ormas Islam. Ormas Islam bisa mengeluarkan fatwa sendiri. Sementara itu Kementerian Agama bukan lembaga fatwa, tetapi merupakan lembaga politik. Namun, terkait dengan masalah perbedaan awal Ramadhan dan hari raya ada semangat untuk mempersatukan. Perlu musyawarah pemerintah, ulama, dan saintis dengan melepaskan ego masing-masing. Ada dua pendekatan yang bisa ditempuh. Dengan politik keagamaan, dasarnya “demi persatuan”. Atau dengan pendekatan keagamaan dengan dasar dalil-dalil fikih.

Pertemuan berlangsung terbuka dan saling mengisi. Majelis Ulama menyoroti aspek keagamaannya dan LAPAN melengkapi aspek astronominya. Alhamdulillah dicapai kesepakatan untuk membentuk semacam tim bersama yang beranggotakan unsur fikih dan unsur astronomi dari MUI, Mahkamah Agung, Kemenag, LAPAN, ITB, dan perwakilan ormas Islam. Pertemuan lanjutan di LAPAN, MUI, atau Kementerian Agama akan dilakukan untuk merumuskan kerangka penyatuan kriteria yang akan mempercepat terwujudnya kriteria penentuan awal bulan Hijriyah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Keinginan Memegang Kendali dari Antariksa

Wawasan, Republika, 22 April 2014 memuat wawancara dengan Kepala LAPAN. Berikut ini copy-nya:

Wawasan-Republika-KaLAPAN-0