Proyeksi Tambahan Citra Matahari pada Potret Kamera HP

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Halo

Potret halo matahari dengan titik putih di atas

Ketika memotret matahari yang sangat cemerlang dengan kamera HP, selalu ada bintik putih. Bintik putih itu selalu berubah posisinya, setiap memotret matahari. Semula saya mengira itu efek optis biasa dari kamera. Ini potret halo matahari dengan posisi bintik putih yang berpindah.

Halo2

Potret halo matahari dengan titik putih di atas (dengan posisi berubah)

Setelah gerhana matahari 9 Maret saya menerima beberapa foto dari teman grup WA terkait dengan objek yang menyertai foto matahari yang direkam dengan kamera HP yang menampakkan bentuk sabit mungil. Potret itulah yang meyakinkan bahwa objek mungil yang menyertai citra matahari yang sangat cemerlang sesungguhnya proyeksi matahari juga. Ada efek peredupan dan pengecilan citra matahari. Mekanismenya belum saya ketahui, tetapi mirip efek pinhole camera (kamera lubang jarum) sederhana.

Berikut ini citra matahari saat gerhana dan objek mungil yang susungguhnya adalah proyeksi matahari yang sedang dalam proses gerhana:

IMG-20160411-WA0014

Citra proyeksi tambahan gerhana dipotret dari Jakarta. Matahari sangat terang tidak menampakkan fase gerhana. Tetapi citra proyeksi tambahan yang lebih redup dan mungil di sebelah kanan adalah gerhana sebelum fase puncak sekitar pukul 07.00 WIB, ketika bulan menutupi matahari di bagian kanan bawah. Sabit matahari tampak di bagian atas pirigan matahari. [Foto dari Kanti di Grup WA HAKU — Himpunan Alumni Kyoto University]

IMG-20160411-WA0013

Citra proyeksi tambahan gerhana dipotret dari Jakarta. Matahari yang semakin tinggi dan sangat terang tidak menampakkan fase gerhana. Citra proyeksi tambahan yang lebih redup dan mungil di sebelah kanannya adalah gerhana pada fase puncak sekitar pukul 07.20 WIB, ketika bulan menutupi matahari di bagian kanan. Sabit matahari tampak tegak. [Foto dari Kanti di Grup WA HAKU — Himpunan Alumni Kyoto University]

IMG-20160411-WA0011

Foto gerhana dipotret di Malang sekitar pukul 08.20 ketika bulan mulai meninggalkan matahari dari arah kanan atas matahari. Matahari yang cemerlang tidak menampakkan fase gerhana. Proyeksi tambahan matahari yang mungil di kanan bawah menampakkan sabit menjelang akhir gerhana. [Foto dari Iva di Grup WA HAKU — Himpunan Alumni Kyoto University].

Saya menduga, proyeksi tambahan juga terjadi pada semua objek di medan pandang kamera. Hanya saja, karena jauh lebih redup dari matahari, proyeksi tambahan objek lain tidak tampak di citra hasil potret.

DIPI: Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia, Darah Segar Bangkitkan Penelitian Indonesia

T. Djamaluddin

Kepala LAPAN

DIPI-0

Direktur Eksekutif dan Dewan Pengarah Ilmiah DIPI (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia) saat peresmian DIPI.

Saya menghadiri peresmian DIPI/ISF (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia/Indonesian Science Fund) di Gedung Kementerian Keuangan, Rabu, 30 Maret 2016. Saya menilai berdirinya DIPI bisa menjadi darah segar yang membangkitkan penelitian Indonesia mengejar ketertinggalannya. Berikut ini catatan saya dari pertemuan tersebut dilengkapi dengan bahan dokumen AIPI “SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan“.

DIPI adalah lembaga mandiri di bawah naungan AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menyediakan pendanaan berkelanjutan bagi penelitian fundamental di garis depan (frontiers) berdasarkan kualitas, orisinalitas gagasan, dan kapabilitas. DIPI didukung oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), Australian Aid, US-AID, dan UK-Newton Fund. Berikut info grafis yang memberi gambaran lengkap tentang DIPI:

DIPI-0

DIPI dengan lembaga nasional dan internasional pendukungnya.

DIPI-1

Mekanisme pendanaan DIPI tidak terikat dengan siklus tahunan anggaran negara.

DIPI-2

DIPI memberikan hibah untuk penelitian fundamental di garis depan (frontier) berdasarkan kompetisi.

DIPI-3

Penelitian yang didanai dikelompokkan dalam 8 Bidang.

Apa yang dimaksud penelitian “fundamental di garis depan (frontier)”? DIPI merujuk pada dokumen AIPI “SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan“, yaitu 45 tantangan ilmiah yang dikelompokkan dalam 8 bidang (mengambil filosofis 17-8-1945).  Berikut ini garis besar 8 Bidang dengan 45 tantangan ilmiah yang harus dijawab:

I. IDENTITAS, KERAGAMAN, DAN BUDAYA
1. Apa yang Menjadikan Indonesia “Indonesia”?
2. Torang Samua Basudara: Satu Bangsa di Tengah Keragaman
3. Nasionalisme di Era Transnasionalisme, Bagaimana Bertahan?
4. Bagaimana Teknologi Akan Membentuk Ulang Kemanusiaan?
5. Nusantara, Tapak Perjalanan Evolusi Manusia?
6. Arsitektur Sains Berubah: Bagaimana Indonesia Menghadapinya?

II. KEPULAUAN, KELAUTAN, DAN SUMBER DAYA HAYATI
7. Megabiodiversitas: Bagaimana ‘Bahtera Nuh’ Ini Akan Bertahan?
8. Merawat Keragaman Hayati Laut adalah Merawat Masa Depan
9. Di Laut Kita Jaya?
10. Pada Lautan, Bisakah Kita Sandarkan Masa Depan?
11. Kemiskinan Masyarakat Pesisir: Ironi dalam Kelimpahan
12. Potensi Laut Dalam yang Serba Ekstrem

III. KEHIDUPAN, KESEHATAN, DAN NUTRISI
13. Apakah Kita Apa yang Kita Makan?
14. Kuman Mengalir Sampai Jauh: Memahami Interaksi dengan Hewan, Manusia, dan Lingkungan
15. Tantangan Kini dan Masa Depan: Bagaimana Melawan Infeksi Secara Cerdas?
16. Menyigi Nusantara, Mencari Obat
17. Panjang Umurnya Serta Mulia: Bagaimana Tetap Sehat di Usia Tua?
18. Bagaimana Mengantisipasi Penduduk yang Akan Menua?
19. Setelah Sel Punca, Apa Lagi?

IV. AIR, PANGAN, DAN ENERGI
20. Air untuk Semua: Bagaimana Mengamankannya?
21. Pertanian Lebih Pintar untuk Pangan Lebih Banyak
22. Selain Pangan, Bisakah Vaksin dan Obat Dipanen di Ladang Pertanian?
23. Panas Bumi Andalan Energi Kita

V. BUMI, IKLIM, DAN ALAM SEMESTA
24. Memahami Pergolakan Perut Bumi Pertiwi
25. Hutan Tropis: Cuma Ditebang, Sampai Kapan?
26. Limbah Jadi Berkah, Caranya?
27. Memaknai Benua Maritim Indonesia
28. Karbon dan Perubahan Iklim: dari Bumi, Bagaimana Kembali ke Bumi?
29. Dari Khatulistiwa Meneropong Semesta

VI. BENCANA DAN KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA
30. Hidup di Atas Bumi yang Terus Bergerak
31. Menakar Bencana Laten di Pesisir dan Laut
32. Hidup Serumah dengan Bencana

VII. MATERIAL DAN SAINS KOMPUTASI
33. Mengindra Bumi, Menghitung Kado Alam
34. Mencari Teknologi Hijau Tambang: dari Alam hingga Ladang
35. Menjaring Energi Matahari, Mari Mencari Jalanya!
36. Industri Strategis: Perlu Desain Material Seperti Apa?
37. Sains Komputasi dan Sistem Kompleks bagi Indonesia

EKONOMI, MASYARAKAT, DAN TATA KELOLA
38. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Ekonomi, Mungkinkah?
39. Dicari! Institusi yang Menjamin dan Mendorong Kemakmuran
40. Orang Muda Akan Terus Menulis Sejarah Indonesia?
41. Bagaimana Bentuk Baru Ketimpangan dan Kemiskinan di Masa Depan?
42. Bagaimana Menapis Banjir Informasi?
43. Kebijakan Publik dan Republik: Bagaimana Dirumuskan?
44. Pendidikan yang Membangun Manusia
45. Untuk Manusia dan Kemanusiaan, di mana Hukum Harus Berdiri?

Info lebih lanjut, silakan kontak DIPI:

DIPI-4

Refleksi Akhir Tahun 2015 LAPAN

T. Djamaluddin

Kepala LAPAN

Logo LAPAN

Alhamdulillah, beberapa capaian telah diperoleh LAPAN selama 2015 untuk menambah kepercayaan diri, tanpa melupakan hal-hal yang harus dibenahi.

Beberapa capaian yang harus kita apresiasi atas kerjasama yang baik semua unsur LAPAN:
– Peringkat LAPAN di Webometrik lembaga riset pada Januari 2015 naik dari peringkat 4 nasional (741 internasional) ke peringkat 3 nasional (666 internasional). Sebelumnya peringkat pada Juni 2014 adalah peringkat 40 nasional (7761 internasional).

Webometric LAPAN 2015
– LAPAN menerima penghargaan dari ANRI peringkat 3 Unit Kearsipan Lembaga Negara/Lembaga Non-Kementerian.

Penghargaan Kearsipan
– LAPAN menerima penghargaan “Karya Unggulan Anak Bangsa” dari Kementerian Ristekdikti atas Konsep MSS ( Maritime Surveillance System berbasis UAV) dan bersama PT DI atas produk N219.

Karya Unggulan

(Penghargaan Kemenristekdikti)
– LAPAN menerima “National Procurement Award 2015” dari LKPP untuk 2 kategori: “Kepemimpinan pada Transformasi Pengadaan Secara Elektronik” dan “Komitmen Penerapan Standar LPSE:2014”

National Procurement Award

(Penghargaan dari LKPP)
– LAPAN menerima penghargaan “Tangguh Award 2015” dari BNPB kategori “Tokoh Inspiratif” untuk Tim Tanggap Darurat Bencana berbasis Penginderaan Jauh LAPAN”.

Penghargaan BNPB-LAPAN

(Penghargaan dari BNPB)
– LAPAN menerima penghargaan Pengelola BMN dari Menkeu sebagai Juara Pertama untuk kategori K/L dengan 10 – 100 satuan kerja.

Penghargaan BMN-LAPAN

(Penghargaan dari Kemenkeu)
– LAPAN menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Pusat sebagai Peringkat 3 untuk kategori Lembaga Negara.

Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

(Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2015)
– Satelit LAPAN-A2/LAPAN-Orari telah berhasil mengorbit dan semua instrumennya berfungsi dengan baik.

LAPAN-A2

(Satelit LAPAN-A2/LAPAN-Orari sebelum dilepas oleh Presiden RI, 3 September 2015)
– Pesawat N-219 hasil kerjasama LAPAN-PTDI telah roll-out dengan target terbang perdana 2016 dan produksi 2017.

Roll Out N219

(Roll ou pesawat N219, 10 Desember 2015)
– LAPAN mendapatkan Rekor MURI untuk LSU 03 yang berhasil terbang otonomus 340 km (Garut-Pangandaran-Cilacap PP) selama 3,5 jam.

MURI-LSU-03

(Sertifikat MURI dan pesawat LSU-03)
– LAPAN mendapatkan pembinaan untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek 2016-2018 dari Kemenristekdikti untuk Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA).

Binaan Pusat Unggulan Iptek
– LAPAN mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008 untuk Sistem Manajemen Mutu dalam pelayanan teknologi dan Data Satelit Penginderaan Jauh.

ISO 9001 - LAPAN
– Perpres 49/2015 tentang struktur baru LAPAN telah ditetapkan yang disusul dengan evaluasi dan seleksi terbuka nasional dan internal untuk 4 JPT Madyta, 14 JPT Pratama, 45 Administrator, dan 55 Pengawas.

Eselon 1-3 LAPAN

(Pejabat Eselon 1 -3 LAPAN setelah pelatikan, sesuai struktur baru)
– Penilaian RB LAPAN menunjukkan peningkatan kinerja sehingga LAPAN berhak mendapatkan kenaikan tunjangan kinerja berdasarkan Perpres 161/2015 tertanggal 28 Desember 2015. Kenaikan Tukin antara 27,1 – 55,0% (rata-rata 37,8%).

Wawancara Kepala LAPAN: Loncatan Kebanggaan Nasional

TD-Gatra-Sep-2015-1

Catatan: Majalah Gatra edisi 23 September 2015 memuat wawancara Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Walaupun ada beberapa yang salah kutip dan sebutan “pertahanan” semestinya tidak ada (karena bukan ranahnya LAPAN), tetapi secara umum wawancara itu menggambarkan cita-cita dan tantangan LAPAN untuk memajukan iptek penerbangan dan antariksa Indonesia.

TD-Gatra-Sep-2015-2

TD-Gatra-Sep-2015-3

TD-Gatra-Sep-2015-4

Penghargaan “Ganesa Widya Jasa Adiutama” 2015 dari ITB

Ganesha Award

Ganesha-Award-1

Alhamdulillah, ITB menganugerahkan penghargaan “Ganesa Widya Jasa Adiutama” pada Peringatan 95 tahun Pendidikan Teknik di Indonesia 1920-2015 di Aula Barat ITB pada Jumat, 3 Juli 2015. “Ganesha Widya Jasa Adiutama” adalah penghargaan tertinggi ITB yang diberikan kepada pihak-pihak (baik institusi maupun individu) yang telah menunjukkan jasa dan/atau prestasi yang menonjol dalam melaksanakan kegiatan pengembangan IPTEKS di tingkat internasional, nasional, dan/atau ITB.

2015-07-03 08.41.33

DSC01899

 

Optimis Satukan Penanggalan Umat

Majalah Ummi, April 2015/1436, memuat wawancara saya di rubrik “SosoK”

Sosok-1

Sosok-2

Blog T. Djamaluddin: 2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 190.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 8 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 247 pengikut lainnya