Integrasi Lembaga Riset ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)


Thomas Djamaluddin

Kepala LAPAN (2014-2021),

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (LAPAN)

Integrasi lembaga-lembaga riset adalah suatu pilihan terbaik walau bukan pilihan yang sempurna. Khusus intergrasi LPNK LAPAN ke BRIN telah diulas di blog ini. Mengapa dianggap sebagai pilihan terbaik? Masalah utama dunia riset kita adalah program riset yang terkotak-kotak oleh kelembagaan dengan alokasi anggaran yang relatif kecil karena terbagi-bagi ke banyak Kementerian/Lembaga (K/L). Pada awal pemerintahan Presiden Jokowi digagas integrasi program dengan Prioritas Riset Nasional (PRN). Masing-masing PRN dikerjakan oleh beberapa K/L yang dikoordinasi oleh salah satu K/L. Misalnya, PRN Pesawat N219 dikoordinasikan oleh LAPAN dan PRN Pesawat Tanpa Awak MALE (Middle Altitude Long Endurance) dikoordinasikan oleh BPPT.

Masalah yang terjadi, integrasi program tidak bisa berjalan baik tanpa integrasi anggaran. Contoh paling nyata, saat terjadi penghematan anggaran, biasanya anggaran yang sudah direncanakan untuk program PRN bersama K/L lain bisa saja dikorbankan untuk dipotong, kecuali pada posisi sebagai koordinator. Tentu saja, K/L koordinator tidak bisa menuntaskan program dengan baik tanpa kontribusi K/L anggotanya. Lalu bagaimana kalau anggaran juga diintegrasikan? Dengan sistem keuangan kita saat ini, integrasi anggaran tidak mungkin dilakukan tanpa integrasi kelembagaan. Jadi, integrasi program menuntut integrasi anggaran, dan selanjutnya integrasi anggaran tidak berjalan tanpa ada integrasi kelembagaan. Jadi intergrasi program riset harus dilakukan dengan integrasi kelembagaan. Itulah yang saat ini terjadi dengan BRIN yang mengintegrasikan semua unit riset di berbagai K/L.

Bagaimana pola integrasi kelembagaan yang saat ini berlangsung di BRIN? Setelah pembahasan intensif BRIN bersama KemenpanRB, secara prinsip telah disetujui integrasi unit-unit riset di K/L menjadi 12 klaster bidang ilmu yang disebut Organisasi Riset (OR) yang terbagi menjadi 85 Pusat Riset (PR). Berikut ini 12 OR dan 85 PR yang disampaikan Kepala BRIN pada Apel Senin, 24 Januari 2022.

Satu Tanggapan

  1. […] utama integrasi lembaga-lembaga riset ke dalam BRIN tuntas pada Januari 2022. Lembaga-lembaga riset diintegrasikan menjadi 12 Organisasi Riset (OR) dan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: