Kalender 1443 Hijriyah dengan Beragam Kriteria


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Indonesia, Kementerian Agama

Ilustrasi Kalender Hijriyah bersama Kalender Masehi dan Kalender Jawa (dari internet)

Secara umum saat ini semua perhitungan kalender sama, karena menggunakan formulasi astronomi modern. Hal yang sering menjadi sumber perbedaan adalah kriterianya. Kriteria umum yang digunakan di Indonesia adalah

(1) kriteria Wujudul Hilal (bulan terbenam sesudah matahari dan ijtimak terjadi sebelum maghrib) yang digunakan kalender Muhammadiyah;

(2) kriteria MABIMS, terutama parameter tinggi bulan minimal 2 derajat yang digunakan di kalender taqwim standar Pemerintah dan kalender NU;

(3) kriteria LAPAN (2010) yang sama dengan kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (RJ), yaitu beda tinggi bulan-matahari minimal 4 derajat (= tinggi bulan 3 derajat) dan elongasi bulan minimal 6,4 derajat di kawasan barat Asia Tenggara yang digunakan kalender Persis. Namun untuk Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1443 kalender Persis menggunakan kriteria MABIMS yang digunakan taqwin standar Pemerintah.

Analisis global menggunakan aplikasi Accurate Hijri Calculator (karya Abdul Ro’uf) dan Accurate Times (karya Mohammad Odeh) adalah cara yang paling cepat, termasuk dalam mengkaji potensi perbedaan. Berikut analisis garis tanggal bulanan selama 1443 H dengan beragam kriteria. Pada akhir tulisan dirangkumkan awal bulan selama 1443 H.

Muharram 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 8 Agustus 2021. Di Indonesia posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Muharram 1443 adalah pada hari berikutnya, yaitu 10 Agustus 2021.

Safar 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 7 September 2021. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Safar 1443 adalah pada 8 September 2021.

Rabbiul Awal 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 6 Oktober 2021. Di Indonesia posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Rabbiul Awal 1443 adalah pada hari berikutnya, yaitu 8 Oktober 2021.

Rabbiul Akhir 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 5 November 2021. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Rabbiul Akhir 1443 adalah pada 6 November 2021.

Jumadil Awal 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 4 Desember 2021. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal sehingga berdasarkan kriteria tersebut awal Jumadil Awal adalah 5 Desember 2021. Namun posisi bulan belum memenuhi kriteria MABIMS dan kriteria RJ, disimpulkan awal Jumadil Awal 1443 adalah pada 6 Desember 2021.

Jumadil Akhir 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 3 Januari 2022. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Jumadil Akhir 1443 adalah pada 4 Januari 2022.

Rajab 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 1 Februari 2022. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal dan MABIMS sehingga berdasarkan kriteria tersebut awal Rajab 1443 adalah 2 Februari 2022. Namun posisi bulan belum memenuhi kriteria RJ, disimpulkan awal Rajab 1443 adalah pada 3 Februari 2022.

Syaban 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 3 Maret 2022. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Syaban 1443 adalah pada 4 Maret 2022.

Ramadhan 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 1 April 2021. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal sehingga berdasarkan kriteria tersebut awal Ramadhan 1443 adalah 2 April 2022. Dengan kriteria MABIMS, posisi bulan pada perbatasan kriteria tinggi 2 derajat. Hanya wilayah barat Jawa dan Sumatera yang tinggi bulannya sedikit di atas 2 derajat. Sebagian besar wilayah posisi bulan masih di bawah kriteria MABIMS. Ada potensi hilal tidak teramati. Jadi, dengan kriteria MABIMS, yang dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, awal Ramadhan 2 atau 3 April 2022. Posisi bulan belum memenuhi kriteria RJ disimpulkan awal Ramadhan 1443 adalah pada 3 April 2022.

Syawal 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 1 Mei 2022. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal dan kriteria MABIMS sehingga awal Syawal 1443 adalah 2 Mei 2022. Namun posisi bulan belum memenuhi kriteria RJ. Disimpulkan dengan kriteria RJ awal Syawal 1443 adalah pada hari berikutnya, yaitu 3 Mei 2021.

Dzulqa’dah 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 30 Mei 2022. Di Indonesia posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal, kriteria MABIMS, dan kriteria RJ. Disimpulkan awal Dzulqa’dah 1443 adalah pada hari berikutnya, yaitu 1 Juni 2022.

Dzulhijjah 1443

Analisis garis tanggal pada saat maghrib 29 Juni 2022. Di Indonesia posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal dan kriteria MABIMS sehingga awal Dzulhijjah 1443 adalah 30 Juni 2022. Namun posisi bulan belum memenuhi kriteria RJ. Disimpulkan dengan kriteria RJ awal Dzulhijjah 1443 adalah pada hari berikutnya, yaitu 1 Juli 2021.

 

3 Tanggapan

  1. Terima kasih banyak Prof. Saya yang awam di bidang astronomi jadi paham mengenai berbagai kriteria dan cara menghitung kalender Hijriyah dari tulisan-tulisan Prof. Djamaluddin.

    Mohon maaf Prof, ada typo di tabel terakhir. Tertulis Rekomendasi Jajakarta, seharusnya Rekomendasi Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: