Kalender 1442 H dengan Beragam Kriteria

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Tim Falakiyah, Kementerian Agama

Ilustrasi kalender Hijriyah — dari internet

Secara umum saat ini semua perhitungan kalender sama, karena menggunakan formulasi astronomi modern. Hal yang sering menjadi sumber perbedaan adalah kriterianya. Kriteria umum yang digunakan di Indonesia adalah

(1) kriteria Wujudul Hilal (bulan terbenam sesudah matahari dan ijtimak terjadi sebelum maghrib) yang digunakan kalender Muhammadiyah;

(2) kriteria MABIMS, terutama parameter tinggi bulan minimal 2 derajat yang digunakan di kalender taqwim standar Pemerintah dan kalender NU;

(3) kriteria LAPAN (2010) yang sama dengan kriteria Rekomendasi Jakarta 2017, yaitu beda tinggi bulan-matahari minimal 4 derajat (= tinggi bulan 3 derajat) dan elongasi bulan minimal 6,4 derajat di kawasan barat Asia Tenggara yang digunakan kalender Persis.

(4) Selain itu Muhammadiyah mengujicobakan Kalender Islam Global dengan kriteria Turki, yaitu tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi bulan minimal 8 derajat saat maghrib di mana pun sebelum pukul 00.00 GMT, asalkan saat ijtimak di Selandia Baru belum terbit fajar.

Berikut ini analisis data astronomis berdasarkan empat kriteria tersebut untuk setiap bulannya dan pada akhir artikel diberikan rangkuman awal bulan selama 1442 H.

Muharram 1442

Pada saat maghrib 19 Agustus 2020 di Indonesia bulan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan telah memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Muharram 1442 H = 20 Agustus 2020.

Pada saat maghrib 19 Agustus 2020 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Muharram 1442 H =21 Agustus 2020.

Pada saat maghrib 19 Agustus 2020 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 14:41:36 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Muharram 1442 H =20 Agustus 2020.

Shafar 1442 H

Pada saat maghrib 17 September 2020 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Shafar 1442 H = 19 September 2020.

Pada saat maghrib 17 September 2020 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Shafar 1442 H =19 September 2020.

Pada saat maghrib 17 September 2020 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 23:00:09 belum fajar ), sehingga 1 Shafar 1442 H =18 September 2020.

Rabbiul Awal 1442 H

Dalam tinjauan global, pada saat maghrib 16 Oktober 2020 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat. Dalam tinjauan Indonesia, pada akhir Shafar, 17 Oktober pada saat maghrib bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal dan ketinggian 2 derajat sehingga 1 Rabbiul Awal 1442 H = 18 Oktober 2020.

Pada saat maghrib 17 Oktober 2020 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan telah memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Rabbiul Awal 1442 H =18 Oktober 2020.

Pada saat maghrib 17 Oktober 2020 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 07:31:00 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Rabbiul Awal 1442 H =18 Oktober 2020.

Rabbiul Akhir 1442 H

Pada saat maghrib 15 November 2020 di Indonesia bulan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan telah memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Rabbiul Akhir 1442 H = 16 November 2020.

Pada saat maghrib 15 November 2020 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Rabbiul Akhir 1442 H =17 November 2020.

Pada saat maghrib 15 November 2020 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 17:07:08 belum fajar ), sehingga 1 Rabbiul Akhir1442 H =16 November 2020.

Jumadil Awal 1442 H

Pada saat maghrib 14 Desember 2020 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Jumadil Awal 1442 H = 16 Desember 2020.

Pada saat maghrib 14 Desember 2020 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Jumadil Awal 1442 H =16 Desember 2020.

Pada saat maghrib 15 Desember 2020 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 04:16:32 belum malam 15 Desember dan belum fajar), sehingga 1 Jumadil Awal 1442 H =16 Desember 2020.

Jumadil Akhir 1442 H

Pada saat maghrib 13 Januari 2021 di Indonesia bulan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan telah memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat (di Pelabuhan Ratu tinggi bulan 2o 21′), sehingga 1 Jumadil Akhir 1442 H = 14 Januari 2021.

Pada saat maghrib 13 Januari 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Jumadil Akhir 1442 H =15 Januari 2021.

Pada saat maghrib 13 Januari 2021 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 12:00:07 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Jumadil Akhir 1442 H =14 Januari 2021.

Rajab 1442 H

Pada saat maghrib 11 Februari 2021 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Rajab 1442 H = 13 Februari 2021.

Pada saat maghrib 11 Februari 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Rajab 1442 H =13 Februari 2021.

Pada saat maghrib 12 Februari 2021 ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 07:05:37 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Jumadil Akhir 1442 H =13 Februari 2021.

Sya’ban 1442 H

Pada saat maghrib 13 Maret 2021 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Sya’ban 1442 H = 15 Maret 2021. Tetapi pada konsep WH yang digunakan Muhammadiyah, ijtimak yang digunakan adalah ijtimak geosentrik yang terjadi pukul 17.23 WIB. Artinya, ijtimak terjadi sebelum maghrib. Kurva arsir merah mesti digeser memasuki wilayah Indonesia. Jadi menurut kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah, 1 Sya’ban 1442 H = 14 Maret 2021.

Pada saat maghrib 13 Maret 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Sya’ban 1442 H =15 Maret 2021.

Data koordinat pada Kalender Islam Global dari Muhammadiyah ada kekeliruan, tetapi secara umum wilayah yang memenuhi kriteria berada di sebelah barat wilayah arsir hijau pada peta kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 di atas.

Pada saat maghrib 13 Maret 2021 ada wilayah di dunia yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat — di sebelah barat wilayah arsir hijau peta Kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 di atas, saat ijimak di Selandia Baru pukul 22:21:06 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Sya’ban 1442 H =14 Maret 2021.

Ramadhan 1442 H

Pada saat maghrib 12 April 2021 di Indonesia bulan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan telah memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Ramadhan 1442 H = 13 April 2021.

Pada saat maghrib 12 April 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Ramadhan 1442 H =14 April 2021.

Hasil perhitungan tidak menunjukkan lokasi dengan tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, tetapi sesungguhnya ada wilayah yang telah memenuhi kriteria Turki.

Pada saat maghrib 12 April 2021 ada wilayah di dunia yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat — di sebelah barat wilayah arsir hijau peta Kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 di atas, saat ijimak di Selandia Baru pukul 14:30:47 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Ramadhan 1442 H =13 April 2021.

Syawal 1442 H

Garis tanggal pada 12 Mei 2021

Pada saat maghrib 11 Mei 2021 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Syawal 1442 H = 13 Mei 2021.

Pada saat maghrib 12 Mei 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan telah memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Syawal 1442 H =13 Mei 2021.

Hasil perhitungan tidak menunjukkan lokasi dengan tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, tetapi sesungguhnya ada wilayah yang telah memenuhi kriteria Turki.

Pada saat maghrib 12 Mei 2021 ada wilayah di dunia yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat — di sebelah barat wilayah arsir hijau peta Kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 di atas, saat ijimak di Selandia Baru pukul 06:59:44 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Syawal 1442 H =13 Mei 2021.

Dzulqaidah 1442 H

Pada saat maghrib 10 Juni 2021 di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan juga belum memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Dzulqaidah 1442 H = 12 Juni 2021.

Pada saat maghrib 10 Juni 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Dzulqaidah 1442 H =12 Juni 2021.

Pada saat maghrib 10 Jun 2021 (waktu setempat) ada wilayah di dunia (ditunjukkan koordinatnya) yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, saat ijimak di Selandia Baru pukul 22:52:35 belum terbit fajar ), sehingga 1 Dzulqaidah 1442 H =11 Juni 2021.

Dzulhijjah 1442 H

Pada saat maghrib 10 Juli 2021 di Indonesia bulan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal (ditunjukkan kurva antara arsir merah dan putih) dan telah memenuhi kriteria tinggi bulan 2 derajat, sehingga 1 Dzulhijjah 1442 H = 11 Juli 2021.

Pada saat maghrib 10 Juli 2021 di Indonesia dan kawasan barat Asia Tenggara bulan belum memenuhi kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (kurva antara arsir hijau dan merah), sehingga 1 Dzulhijjah 1442 H =12 Juli 2021.

Hasil perhitungan tidak menunjukkan lokasi dengan tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat, tetapi sesungguhnya ada wilayah yang telah memenuhi kriteria Turki.

Pada saat maghrib 10 Juli 2021 ada wilayah di dunia yang bulannya telah memenuhi kriteria Turki 2016 (tinggi bulan 5 derajat dan elongasi 8 derajat — di sebelah barat wilayah arsir hijau peta Kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 di atas, saat ijimak di Selandia Baru pukul 13:16:34 belum malam dan belum fajar ), sehingga 1 Dzulhijjah 1442 H =11 Juli 2021.

Rangkuman kalender 1442 H