Mewaspadai Jatuhnya Stasiun Antariksa Tiangong-1


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Image result for tiangong-1

Tiangong-1 (gambar dari S&T)

Stasiun antariksa milik RRT Tiangong-1 (makna harfiahnya “Istana Langit”) segera akan jatuh ke bumi. Wahana antariksa berbobot 8,5 ton tersebut berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdiameter 3,4 meter, dilengkapi dengan bentangan panel surya. Tiangong-1 diluncurkan pada 29 September 2011 dan mengorbit pada ketinggian sekitar 350 km. Pada periode 2012-2013, Tiangong-1 pernah ditempati astronot RRT. Ketinggian orbitnya selalu dikontrol, terlihat dari riwayat orbitnya. Tetapi sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Diperkirakan sekitar April 2018 wahana ini akan jatuh.

Riwayat ketinggian orbit Tiangong-1 (dari CalSky)

Akibat hambatan atmosfer, wahana antariksa akan mengalami penurunan ketinggian. Dari ketinggian semula sekitar 350 km, pada pertengahan Maret ketinggiannya sudah mencapai 250 km. Semakin mendekati bumi, atmosfernya makin padat sehingga laju penurunan akan semakin cepat. Bila ketinggiannya telah mencapai sekitar 120 km, wahana itu sudah dianggap jatuh. Pada ketinggian 120 km tersebut, atmosfer cukup padat untuk membakar dan memecahkan objek tersebut. Hanya dalam hitungan menit, pecahannya akan jatuh di sepanjang jalurnya. Di mana jatuhnya? Tidak bisa dipastikan, karena faktor hambatan atmosfer belum bisa dihitung secara akurat. Karena inklinasi (kemiringan bidang orbit) Tiangong-1 42,8 derajat, maka wilayah yang berpotensi kejatuhan pecahannya adalah wilayah di bumi antara  43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan.

Image result for tiangong-1

Daerah berwarna hijau dan kuning adalah daerah yang berpotensi kejatuhan pecahan Tiangong-1 (dari aerospace.org)

Kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara, kerapatan atmosfer dipengaruhi oleh aktivitas matahari dan medan magnet bumi. Variasi aktivitas matahari yang menyebabkan rentang ketidakpastian waktu jatuhnya cukup besar. Tingkat akurasinya akan bertambah dengan makin dekatnya waktu jatuh. Sampai dengan pertengahan Maret, prakiraan waktu jatuh sekitar April, dengan ketidakpastian +/- 7 hari.

 

Perkiraan waktu jatuh berubah-ubah bergantung kerapatan atmosfer (dari CalSky)

LAPAN selalu memantau benda jatuh antariksa, terutama yang berukuran besar. Laboratorium antariksa Rusia MIR berbobot 136 ton yang jatuh 2001  terus dipatau oleh LAPAN. Demikian juga saat satelit BeppoSAX berbobot 1,4 ton yang jatuh pada 2003, LAPAN juga terus memantaunya dan menginformasikan perkembangannya kepadaa publik. Sebelumnya LAPAN juga sudah mengidentifikasi beberapa benda jatuh antariksa di Gorontalo (1981), di Lampung (1988), di Bengkulu (2003), di Madura (2016), dan di Agam (2017). LAPAN akan terus menginformasikan perkembangan pemantauan jatuhnya Tiangong-1 di situs LAPAN.

Seberapa bahayanya pecahan Tiangong-1 ini? Objek 8,5 ton akan pecah di atmosfer. Sebagian besar akan terbakar. Pecahannya akan tersebar puluhan atau ratusan kilometer sepanjang jalur orbit terakhir. Bahaya yang mengancam adalah bahaya tumbukan dan potensi bahaya racun dari sisa bahan bakar roket Hydrazine (bila masih ada di tabungnya). Namun potensi bahaya tumbukan di wilayah berpenghuni sangat kecil, karena wilayah bumi sebagian besar tidak berpenghuni, yaitu lautan, hutan, dan gurun. Jadi masyarakat tidak perlu cemas, namun tetap waspada. Kewaspadaan perlu ketika pada hari H kejatuhan objek antariksa tersebut ada warga melihat benda jatuh dari langit agar jangan menyentuhnya. Langsung laporkan kepada aparat setempat untuk diteruskan ke LAPAN. LAPAN segara akan akan mengirimkan Tim untuk evakuasi objek antariksa tersebut dan melakukan tindakan yang tepat bila ada potensi bahayanya.

 

Satu Tanggapan

  1. Nice info pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: