Gerhana Bulan Total Buktikan Bumi Bulat: Bantahan Telak Dongeng Bumi Datar – FE


Gerhana Bulan Total, saat purnama memasuki bayangan bumi (dari situs NASA)

 

T. Djamaluddin

LAPAN

 

Gerhana bulan, seperti yang terjadi pada 31 Januari 2018, membuktikan bahwa bumi bulat. Bayangan gelap yang jatuh pada purnama, adalah bayangan bumi. Bayangan gelap pada proses gerhana berbentuk melengkung yang mengindikasikan bulatnya bumi. Skematik astronomis menjelaskan kejadian gerhana bulan terjadi akibat bulan memasuki bayangan bumi. Bayangan bumi terjadi karena cahaya matahari terhalang oleh bumi.

Skematik (tidak sesuai skala) terjadinya gerhana bulan (dari situs NASA)

Kejadian gerhana juga bisa diprakirakan dengan baik waktu dan prosesnya. Hal itu didasarkan pada model saintifik sistem bumi-bulan-matahari. Bulan mengitari bumi. Bumi bersama bulan mengitari matahari. Cahaya purnama disebabkan oleh pantulan cahaya matahari. Namun pada saat tertentu, bulan memasuki bayangan bumi ketika matahari-bumi-bulan dalam posisi segaris. Saat itulah terjadinya gerhana yang bisa kita amati.

Para penggemar dongeng bumi datar (FE: Flat Earth) tidak bisa menjelaskan fenomena gerhana bulan secara logis. Waktu kejadian gerhana dan prosesnya tidak bisa mereka jelaskan, karena dongeng bumi datar tidak menggunakan sains, walau mereka mengklaim melakukan kegiatan yang mereka sebut “penelitian”.  Kejadian gerhana bulan adalah pukulan telak yang membantah dongeng bumi datar.

 

6 Tanggapan

  1. Kebetulan saya penggemar dongeng,

    Kalo dikasih rumusan perhitungan gerhana sih, meskipun njelimet kayak gimana, awam pasti cuman angguk2 ajah..
    tapi yang sering kali ditanyakan, (mengesampingkan sbg sisi edukasinya),
    kenapa penggambaran gerhana bulan maupun gerhana matahari, skala ukuran maupun jaraknya tidak pernah menggunakan skala aktual (ilmiah) ?
    Jarak yang 150jt km, 384.000km dll, sehingga kami bisa bener2 yakin bahwa bayangan/gerhana bisa mengerucut seperti itu..
    karena bisa saja terjadi gerhana asteroid, venus, mars , jupiter mungkin juga gerhana satelit, jika hanya sekedar cahaya matahari terhalang sesuatu …

    • Silakan dibuat kalau mau, mudah kok, tetapi sulit dilihat. Buat saja jarak bumi-bulan 10 cm, lalu buat jarak bumi-matahari 390 meter. Besarnya matahari (diameter 1,4 juta km) dobuat lingkaran berdiameter 3,6 mm. Buminya (diameter 12.000 km) dibuat lingkaran 3 mm. Bulannya titik kecil.

  2. Apakah skala nya udah bener tuh gambar..?
    Jika bulan sebesar seperti di ilustrasikan di gambar terus bagaimana terjadinya gerhana matahari jika ukuran bulannya sebesar itu. Mana mungkin matahari terhalang bulan..?
    Dan kenapa cahaya matahari hanya sampai di bumi, bagaimana terjadinya bulan sabit?

    • Gambar skema tidak sesuai skala, karena kalau dengan skala yang benar sulit terlihat. Jarak bumi-matahari 150 juta km, sedangkan jarak bumi-bulan 384.000 km.
      Bulan bentuknya berubah-ubah, dari sabit sampai purnama dan kembali lagi ke sabit, karena pantulan matahari pada bulan ke arah bumi berubah-ubah sesuai posisi bulan selama peredarannya mengelilingi bumi.

  3. saya dari SD sukak yang namanya berhubungan dengan luar angkasa, jadi saya baca buku semua tentang luar angkasa termasuk tentang bumi. Dan menurut saya sains itu sangat menakjubkan, Bumi emang bulat, tpi koq ada aja jaman sekarang yang percaya..
    walaupun saya sukak baca buku tentang itu tpi saya belom kuliah 😀

  4. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS. Ali Imran 3:190)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: