Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #5) Bukti Perhitungan Gerhana


Total

Foto Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Foto LAPAN)

Ilustrasi lainnya diambil dari internet

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Kebohongan para penggemar dongeng FE (Flat Earth — bumi datar) salah satunya adalah bantahan pada kenyataan akurasi perhitungan gerhana matahari. Perhitungan abal-abal penggemar dongeng FE yang sangat disederhanakan, dengan  anggapan jarak matahari yang dekat, menyalahkan prakiraan gerhana matahari 2017 di Amerika Serikat. Kita tunggu saya buktinya pada 21 Agustus 2017 untuk dibuktikan kesalahan total perhitungan mereka.

Bagaimana dengan penggemar dongeng FE di Indonesia? Mereka meminta ditunjukkan perhitungan gerhana dengan memasukkan jarak matahari-bumi, jarak bulan-bumi, jari-jari matahari, dan jari-jari bulan. Ketika ditunjukkan bagian rumus perhitungan gerhana yang memasukkan parameter-paremeter tersebut, mereka tidak memahaminya dan terus meminta tahap demi tahap perhitungannya. Seolah perhitungan gerhana sesederhana rumus Phytagoras. Padahal rumusan perhitungan gerhana matahari cukup panjang sehingga akan lebih mudah diprogramkan. Aplikasi perhitungan gerhana diberikan oleh beberapa situs, salah satunya situs NASA. Parahnya mereka hanya mencuplik kalimat yang mengandung kata “Saros” dan “Geocentric Coordinate” tanpa memahami hakikat definisi keduanya. Sesungguhnya “Saros” hanya digunakan untuk menandai gerhana yang sama sifat lintasannya, bukan untuk menghitung gerhana. “Geocentric coordinat” hanya menunjukkan kerangka rujukan pada pusat bumi, yang perlu dikonversikan menjadi “Topocentric coordinate” kalau perlu menentukan koordinat bulan dan matahari dari titik pengamat.

Kebohongan mereka mudah sekali ditunjukkan dengan meminta perhitungan ala FE dengan Software AutoCAD-nya untuk gerhana matahari total (GMT) yang sudah terjadi di Indonesia, yaitu 11 Juni 1983, 18 Maret 1988, 24 Oktober 1995, dan 9 Maret 2016. GMT 1983 dan 2016 paling heboh karena melintasi banyak wilayah di Indonesia dan liputan media massa sangat masif.

Berikut ini ditunjukkan dua GMT yang banyak menarik perhatian publik nasional dan internasional serta liputan media yang terdokumentasi di Youtube.

GMT 11 Juni 1983

Perhitungan GMT 11 Juni 1983 sangat akurat sampai detiknya. Lintasannya pun sangat akurat. Liputan TVRI saat itu menunjukkan akurasi fase total GMT yang teramati di Borobudur.

gmt-11-jun-1983Lintasan GMT 11 Juni 1983

Liputan TVRI GMT 11 Juni 1983 di Borobudur

GMT 9 Maret 2016

Perhitungan GMT 9 Maret 2016 juga sangat akurat waktunya dan lintasannya. Berikut ini lintasan dan liputan media massa.

gmt-9-maret-2016-lintasanLintasan GMT 9 Maret 2016

Liputan TV One GMT 9 Maret 2016

 

Iklan

23 Tanggapan

  1. Dear Prof,

    Terima kasih sebelumnya telah menjelaskan hal” yg terkait bantahan FE di dalam blog bpk.

    Saya mungkin mewakili seorg ayah yg memperhatikan betul akan hal ini. Knp?, krn perdebatan akan FE dan GE ini sudah sampai ke dalam kehidupan yang nyata di sekolah”, dan bahkan buku mengenai FE ini sudah dpt dijumpai di bbrp toko buku ternama.

    Ini hal yg serius menurut saya, knp? krn ujung” nya siswa sekolah atau generasi muda kita akan menjadi korban terombang ambing akan hal ini pak. Mereka jadi tidak tahu mana yg harus mereka ikuti. Begitu juga guru” sebagai fasilitator, mereka juga akan menjadi korban.

    Jujur setelah saya perhatikan apa yg disampaikan oleh para FE ini begitu logis dan dan dpt diterima dgn akal sehat pak. Saya hanya ingin menyarankan akan lebih baik jika penjelasan akan rumusan perhitungan gerhana yang panjang tersebut dipublikasikan sesegera mungkin oleh LAPAN kepada masyarakat (terbuka utk umum). Saya yakin tidak hanya saya tp yg lainnya juga menginginkan hal yg sama agar semuanya jelas.

    Saya sebagai org tua memliki tanggung jawab memberikan informasi yg sebenar benarnya kpd anak saya. Krn dengan penjelasan yg diberikan prof. selama ini hanya bantahan yg bersifat normatif dan kualitatif yg (maaf) malah jadi memperkeruh keadaan dan saya juga tidak tahu mana yg benar dan salah.

    Tapi, jika bantahan yg di berikan Prof. dan LAPAN bersifat matematis dan kuantitatif maka keluarannya jelas dapat ‘Diterima’ atau ‘Ditolak’.
    Dan saya yakin para FE pun juga pasti akan menerima hasil keluaran matematis yg dijelaskan oleh Prof. dan LAPAN.

    Sekali lg sbgi seorg ayah dan masyarakat biasa saya hanya ingin mendapatkan kebenaran yg nyata dgn sejelas jelasnya. Dan pilihan ini sekali lg ada di Prof. dan LAPAN apakah akan menjelaskan secara matematis / kuantitatif yg akan memperjelas semua atau tetap memilih debat kusir dgn menjelaskan secara normatif / kualitatif.

    Saya hanya mengingatkan bahwa jabatan dan amanah dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Itu saja, terima kasih Prof.

    • Saya rasa ilmu pengetahuan sangat terbuka Pak untuk dipelajari. Sejatinya secuplik jawaban terkait gerhana juga sudah dijawab oleh Pak Djamal di post sebelumnya. Adapun menampilkan data dari awal sampai akhir perhitungannya saya rasa juga akan sulit diterima awam,(karena tidak semua orang memilki basic matematika yang cukup untuk memahami. Untuk menjawab soal trigonometri sederhana sin cos tan saja banyak yang mungkin kesulitan Pak), ingat Pak, ini bukan hitungan matematika seperti layaknya rumus mencari diameter. Banyak sekali pasti parameter yang harus dimasukkan.

      Ilmu pengetahuan sekali lagi, TERBUKA untuk dipelajari. Intinya, maukah kita mempelajari dan bersulit-sulit memahaminya?
      Sayang sekali kebanyakan dari kita maunya apa-apa(ILMU) itu mudah dipahami dan dipelajari.

      • Kalau anda ingin memberi pendidikan yang sebenar-benarnya, maka berilah dia bahasan ilmu antariksa yang dasar, semisal bagaimana terjadi siang dan malam, bagaimana terjadinya gerhana, simpel saja. Kan gak mungkin kalau anak-anak (saya asumsikan ini anak kecil SD – SMP ya) disuruh menghitung matematisnya.

        Saya waktu kecil suka baca ensiklopedia, dan menyenangkan sekali, saya tidak terlalu memikirkan apakah itu konspirasi atau apa, karena namanya kan waktu kecil itu masa-masa paling dinamis dalam perkembangan otak. Nah masalah pembuktiannya, begitu dia sudah SMA ke atas baru persilakan menghitung-hitung sendiri. Kasih kesempatan eksperimen sendiri juga boleh. Lalu bandingkan hasil-hasilnya.

        Isi buku Flat Earth itu kebanyakan teori konspirasi :3 gak akan nyambung. Saya malah takutnya anak-anak jadi tertular “teori konspirasi” dan jadi sukar percaya pada apapun yang diberikan orang lain. Bisa-bisa kena Attention Deficit Disorder.

    • apakah bumi itu bulat tidak lebih logis dan bisa lebih bisa diterima akal sehat? namanya ilmu “cocoklogi” pasti terkesan logis

      pernah baca buku seorang Dosen UIN yg mengatakan kalau Candi Borobudur adalah sebenarnya Istana Nabi Sulaiman AS? kalau dilihat dari data-data yang dia sampaikan dengan memakai ilmu cocoklogi ya memang terkesan logis,

      • Coba lakukan silang sumber Bro, 1 sumber saja tidak bisa menjadi satu-satunya rujukan. Memang konspirasi umumnya terasa masuk akal, makanya pembaca/kita sering kali berpikir “bener juga ya” dan sebagainya.

    • Kalau anda ingin memberi pendidikan yang sebenar-benarnya, maka berilah dia bahasan ilmu antariksa yang dasar, semisal bagaimana terjadi siang dan malam, bagaimana terjadinya gerhana, simpel saja. Kan gak mungkin kalau anak-anak (saya asumsikan ini anak kecil SD – SMP ya) disuruh menghitung matematisnya.
      Saya waktu kecil suka baca ensiklopedia, dan menyenangkan sekali, saya tidak terlalu memikirkan apakah itu konspirasi atau apa, karena namanya kan waktu kecil itu masa-masa paling dinamis dalam perkembangan otak. Nah masalah pembuktiannya, begitu dia sudah SMA ke atas baru persilakan menghitung-hitung sendiri. Kasih kesempatan eksperimen sendiri juga boleh. Lalu bandingkan hasil-hasilnya.
      Isi buku Flat Earth itu kebanyakan teori konspirasi :3 gak akan nyambung. Saya malah takutnya anak-anak jadi tertular “teori konspirasi” dan jadi sukar percaya pada apapun yang diberikan orang lain. Bisa-bisa kena Attention Deficit Disorder.

      Dan disini saya perjelas, wajar jika teori FE itu terkesan gampang dicerna. Video mereka tidak pernah mengambil hasil penelitian apapun yang membantah teori mereka. Jadi yaa, video itu MENGARAHKAN logika kita. Tidak ada data penelitian, tidak ada bukti empiris, kalaupun ada, silakan diteliti lagi sendiri buktinya, pasti sudah dibelokkan pemahamannya. Ini saya alami sendiri, ketika pertama nonton video itu, wah gimana ya, seperti video propaganda Multi Level Marketing hahaha. Tapi setelah saya cross check dengan hasil penelitian dan logika secara PERLAHAN-LAHAN, ketahuan bener ngibulnya video itu. Kalau tidak ada bukti, langsung lari ke TEORI KONSPIRASI. Menyembunyikan kekurangan scientific dalam teori sosial-ekonomi.

      • Mengherankan bukan?
        Boss darling bukan anak astro, entah lah sepertinya penganutnya lebih suka hal-hal mudah karena jika terlalu sulit = hoax. Tapi bossdarling memang jempol dalam pembuatan video, dan kemungkinan kuliah dijurusan seperti pemasaran, bahasa persuasif. nada suaranya pas juga. penekanan pada materi tertentu yang ingin disampaikan juga sip.

        Dan, konfidensi orang yang “know nothing” jauh lebih besar/tinggi daripada ahli yang bener ahli dibidangnya. Buktinya Flaters.

  2. Assalamualaikum. Semoga prof djamaluddin selalu dalam keadaan sehat. Ada pertanyaan teman saya prof, kenapa kita ga bs liat sisi bulan saat bulan sabit siang hari yg tak terkena sinar matahari ? Terimakasih atas jawabannya.

    • Sisi bulan yang tak terkena sinar matahari berarti gelap. Padahal hamburan cahaya matahari oleh atmosfer sangat kuat. Jangankan yang gelap, bulan sabit (sisi bulan yang terkena sinar matahari) juga kalah terang, sehingga tidak terlihat saat siang hari.

  3. pak prof djamaludin…
    bagaimana dengan penelitian staller parralex pak yg digunakan para science untuk membuktikan bahwa bumi itu berotasi dan berevolusi…karena hasil dari rasi bintang yg terlihat ternyata sama dan tidak berubah selama 6 bulan…yg ditemukan hanya negative parralex (sebagian rasi bintang hanya bergeser) apakah itu membuktikan bahwa buminya diam dan bintang2 yang berputar?? minta tolong pak dijelaskan biar kami tidak rancu…
    terima kasih,

    • Stellar paralax digunakan untuk menghitung jarak bintang yang relatif dekat dengan latar belakang bintang-bintang jauh yang tampak relatif tetap. Rasi bintang relatif tidak berubah dalam jangka waktu ratusan tahun karena jaraknya sangat jauh. Rasi bintnag baru terlihat berubah sedikit dalam jangka waktu ribuan sampai jutaan tahun akibat pergerakan matahari mengitari pusat galaksi.

      • jika melihat bintang2 yg relatif dekat dengan latar belakang bintang2 jauh yg relatif tetap (kata bapak), seharusnya kita akan melihat latar belakang bintang2 jauh yang berbeda dengan rentang 6 bulan pak karena buminya berevolusi. namun pada pembuktian einsten latar belakang bintang2 jauh tetap sama setelah 6 bulan dilakukan penelitian kembali..konteks kami adalah belajar yg tidak diajarkan disekolah pak bukan kami tidak mengerti tentang apa yg telah diajarkan disekolah.kami open mind jika memang yg telah diajarkan disekolah benar akan kami ikuti namun pada pembuktian di alam nyata selalu bertentangan dengan yang diajarkan disekolah..kami sedang mencari kebenaran pak..
        terima kasih,
        semoga bapak sehat selalu

      • Adanya malah Negative Parallax, pak masih ditunggu hasil perhitungan gerhananya nih. Dongeng GE masih berlanjut nih pak haha

      • bagaimana dgn org babilonia kuno 5000thn lalu yg melakukan pelayaran dgn menggunakan petunjuk posisi rasi bintang yg sama dgn jaman kita sekarang?
        bagaimana pula nasa bisa tahu bahwa rasi bintang akan bergerak sesuai apa yg di teorikan lewat stellar paralax. apa pergerakan setiap ribuan tahun itu sudah terbukti?
        atau masih sekedar teori?
        kalau teori itu harus disertai dengan bukti dari teori itu sendiri. bagaimana nasa bisa memperhitungkan itu smua. saya liat di link wikipedia tentang pergerakan rasi bintang itu pembahasannya seperti bercerita. tidak ada hitung2an matematisnya.
        sebegitu hebatkah nasa bisa memprediksikan pergerakan rasi bintang dalam beberapa ribu tahun kedepan??
        sebagai org yg kritis tentu kita tidak bisa menerima mentah2 apa yg dikemukakan nasa.
        sekali lg hrs ada penjelasan matematisnya

      • @nier, Reinald Kasali, ramadhian prayoga:
        pernah naik mobil kan?
        kalau ngeliat ke jendela, objek yang deket keliatannya bergerak cepat, tapi objek yang jauh lebih lambat kan?

        sekarang coba bayangin kalian ngeliat objek yang jauuuuuuuuuuuuuuh banget sama yang jaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget

        kita lagi ngomongin jarak sekian ribu tahun cahaya loh…
        5000 tahun itu “sebentar” untuk ukuran kosmik

  4. Betapa sulit untuk menjadi orang bijak,jujur,mau mengerti orang lain,menghargai orang lain,tidak meremehkan orang lain,tidak mengkleim ilmunya sendiri paling benar.Coba tengok kedalam,siapa tahu ilmu kita salah,siapa tahu kita kena penyakit sombong sehingga kita merasa sudah paling benar.Apakah kita tidak takut akan hukuman TUHAN. Mari kita renungkan…….

  5. bagaimana dgn teori bumi bulat?
    masih banyak pertanyaan tentang teori bumi bulat yg blum bisa dijawab oleh para ahli kosmologi modern.
    mulai dari hal sederhana soal satelit dan astronotnya, hingga yg susah seperti perhitungan terjadinya gerhana rutin jika melihat dari variable jarak, kecepatan rotasi diantara bumi, bulan, matahari versi bumi bulat.
    lantas teori mana yg sebenarnya hoax??

    • jawabannya udah ada mas, orang-orang “open minded” FE aja yang menolak jawabannya 😄

    • Sebenarnya mau bukti langsung ya liat dari atas angkasa, langsung keliatan bentuk bumi bulat atau datar,… Masalahnya sudah dikasih foto bumi dari iss, hubble, satelit lain ga percaya. Pergi sendiri ke angkasa saja, Kumpulin dana FES, sanggup? Punya itungan? Bisa bikin roket? kalo minim dana, minimal datang ke nasa, eh siapa LO? Ya dah ke planetarium or lapan aja deh, ada pak prof.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: