Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #4) Tentang Gerhana


Total

Foto Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di Parigi, Sulawesi Tengah.

(Gambar-gambar ilustrasi diambil dari internet)

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Sains itu adalah akumulasi pemahaman manusia akan alam sepanjang sejarah manusia. Pemahaman itu diformulasikan secara bertahap dan terus disempurnakan. Pola pikir ala dongeng FE sama sekali tidak mengandung unsur sains, hanya “cocokologi” alias comot sana-sini lalu dicocokkan dengan kerangka berfikir FE. Itu berbeda dengan kerangka berfikir sains, yang mengumpulkan data dulu baru kemudian hasil pengolahan data dan analisisnya menghasilkan kesimpulan. Pengujian yang berulang-ulang atas berbagai hasil penelitian baru menghasilkan teori.

Akumulasi pemahaman akan fenomena alam telah melahirkan sains yang bukan didominasi oleh lembaga tertentu seperti NASA. Sains itu besifat universal, termasuk perhitungan gerhana yang basisnya adalah astronomi. Aplikasi perhitungan gerhana memang disediakan oleh situs NASA, tetapi itu bukan satu-satunya. Masih ada beberapa aplikasi lainnya yang bisa digunakan.

Pemahaman gerhana dan perhitungannya didasarkan pada data ilmiah (bukan asumsi) yang menyatakan bahwa gerhana terjadi pada sistem bumi-bulan-matahari. Ketiga benda langit tersebut yang karena gravitasi dirinya secara natural berbentuk bola, tidak ada pengecualian bagi bumi. Bumi berputar pada porosnya. Bulan yang berjarak sekitar 384,000 km dari bumi mengitari bumi sebagai planet induknya. Bumi bersama bulan mengitari Matahari sebagai bintang induk yang berjarak sekitar 150 juta km. Skematik gerhana sudah banyak diajarkan sejak SD, bahwa gerhana matahari terjadi ketika matahari terhalang oleh bulan dan gerhana bulan terjadi ketika purnama tertutup bayangan bumi.

eclipse

Skematik gerhana matahari dan gerhana bulan

Gerhana menjadi salah satu masalah yang terlalu disederhanakan oleh peggemar FE, hanya dengan mencuplik bagian kecil dari informasi gerhana, yaitu siklus Saros. Seolah-olah gerhana hanya dihitung dengan siklus Saros, tanpa memperhitungkan besar matahari dan bulan serta jarak matahari dan bulan.

Kalau begitu, bagaimana sebenarnya cara menghitung gerhana? Sistem bumi-bulan-matahari bukanlah sistem sederhana, karenanya perhitungan gerhana sesungguhnya rumit untuk difahami awam. Tetapi, disini saya cuplikkan contoh salah satu aspek perhitungan gerhana matahari (aspek titik jatuhnya bayangan bulan di bumi) dari buku “Prediction and Analysis of Solar Eclipse Circumstances” (by W. Williams, Jr., 1971), sama sekali tidak menggunakan siklus Saros. Pada perhitungan ini ditunjukkan parameter jarak matahari-bulan, jarak bulan-bumi, serta jari-jari matahari, bulan, dan bumi.

Karena bumi berbentuk bola, maka perhitungan menggunakan pendekatan bidang dasar (Fundamental Plane) yang melewati titik pusat bumi dan tegak lurus terhadap arah cahaya matahari.

eclipse-fundamental-plane

eclipse-geometri

Kemudian dihitung koordinat sumbu bayangan bulan:

eclipse-rumus-1

Setelah itu dihitung radius umbra dan penumbra untuk mengetahui daerah yang terkena gerhana:

eclipse-rumus-2

eclpise-rumus-3

Data yang dihitung dengan aplikasi gerhana NASA sama sekali tidak menunjukkan periodisitas gerhana mengikuti siklus Saros. Berikut data gerhana selama 2011-2020, yang di dalamnya terdapat data gerhana 9 Maret 2016 yang terbukti melintasi Indonesia dengan prakiraan waktu dan jalur yang tepat.

gerhana-matahari-2011-2020

Lalu apa sih siklus Saros yang dicantumkan pada tabel tersebut? Siklus Saros yang dinyatakan sebagai nomor serial Saros, adalah penanda gerhana yang mempunyai sifat gerhana yang mirip. Siklus Saros secara rata-rata berulang sekitar 18 tahun 11 hari. Inilah contoh kemiripan jalur gerhana pada serial Saros 130: gerhana matahari total (GMT) 26 Februari 1998, 9 Maret 2016, dan  20 Maret 2034 (perhatikan waktunya berselang 18 tahun 11 hari). Siklus Saros sama sekali tidak digunakan untuk menghitung waktu gerhana.

gmt-saro-130-1998

gmt-9-mar-2016

gmt-saro-130-2034

Untuk awam, tidak perlu repot melakukan perhitungan seperti di atas. Cukup gunakan aplikasi yang sudah memprogram semua perhitungan rumit tersebut. Misalnya, aplikasi gerhana di situs NASA.

gmt-9-mar-2016-parigi

Contoh hasil perhitungan waktu kejadian gerhana matahari total yang melintasi Parigi, Sulawesi Tengah

Data pada situs NASA tersebut telah membantu para pengamat di seluruh Indonesia untuk menyaksikan gerhana pada 9 Maret lalu. Saya sendiri membuktikan secara langsung gerhana matahari total (GMT) 9 Maret 2016 lalu dari Parigi, Sulawesi Tengah.

Iklan

157 Tanggapan

  1. kenapa kordinatnya geosentrik kordinat bukan heliosentrik kordinat? berarti beranggap bumi diam(bulat/datar) tapi matahari dan mengelilingi bumi?

    • Mari belajar astronomi.
      Koordinat geosentrik artinya merujuk pusat bumi. Untuk keperluan pengamatan, koordinat dikonversikan menjadi koordinat toposentrik yang merujuk permukaan bumi, yang artinya bergantung posis pengamat.

      • Om, aku belum ngeh nih. Kenapa untuk keperluan pengamatan pakenya koordinat geosentrik?
        Buminya ini sebenernya gerak atau enggak? Jadi kalo buminya gerak rumus diatas masih dipakai?. Trims om

      • Sama halnya kita menghitung kecepatan mobil dan jarak antar-kota, harus ada rujukan yang dianggap diam agar mudah menghitungnya. Dalam konteks benda langit, rujukan tetapnya ada pusat bumi. Karenanya digunakan rujukan koordinat geosentrik. Untuk menghitung ketampakan di masing-masing lokasi, dilakukan konversi menjadi koordinat toposentrik (merujuk permukaan bumi yang tetap di lokasi pengamat).

      • pusat bumi mana pak bumi kan selalu bergerak gak walau gerhana walau orang yang melihat nya diam

      • Titik pusat bola bumi.

      • hitungan menggunakan inti bumi ya pak.ini yg jadi masalah jika diasumsikan bumi bola ya inti gak bergerak walau bergerak ya tetap ditengah karna hitunganya seperti gak berotasi makanya fe menganggap bapak ngitung pske bumi datar.padahal itungnya pake inti bumi baru klo mau di permukaan dikonversi lagi.betul begitu gak pak.

  2. Sains-lah yg menang krna punya bukti, para penggemar dongeng hnya percaya sesuatu yg tdk punya logika yg jelas (matematis). Sbagai mahasiswa fisika, msih kurang percaya msih ada orang yg percaya sesuatu kyak bgitu

    • Nah sama kayak saya. Penasaran ada gak sih minimal 1 aja guru fisika yang setuju dan percaya sama dongeng bumi bulat ini? Gak usah lha ilmuam atau profesor, cukup guru aja. Kayaknya gak ada deh.

      Nanti paling bentar lagi kalo ada orang FE dia bilangnya NASA dan freemason udah kerjasama sama semua sarjana fisika. Hahahahhahaha

    • Maaf Pak, kami perlunya pembuktian tanggal terjadinya gerhana. Misal terjadi gerhana tanggal 9 Maret 2016, tolong ajari kami perhitungan bagaimana bisa didapatnya tanggal gerhana selanjutnya yang menggunakan parameter luas, jarak, dan kecepatan rotasi bumi, bulan, dan matahari. Karena angka2 parameter tersebut bisa terbukti jika sesuai dengan hasil pengamatan. Terima kasih.

      • Silakan belajar astronomi ya kalau mau tahu cara menghitungnya. Untuk awam, rumusan perhitungan itu sudah diprogramkan dan disajkan sebagai aplikasi gerhana Bukan hanya NASA, ada beberapa).

      • Ada persyaratan minimal sih kalo mau bisa paham:
        1. Menguasai kalkulus (murni matematika)
        2. Menguasai konsep relativitas kerangka pengamatan (Fisika, yang klasik aja dulu gak usah yg melibatkan teori relativitas einstein).
        3. Menguasai sistem koordinat polar (2D dan 3D, ini juga murni matematika).

        Kalo ini gak paham, susah mau dijelasin kayak gimana juga. Apalagi yg diminta bukti dalam bentuk hitungan.

      • saya seorang profesional di bidang Teknik Sipil,
        dulu saya pernah ditanya tentang suatu struktur bangunan yg didesain sedemikian rupa oleh seorang arsitek yg ingin tahu bagaimana struktur tersebut bisa tahan gempa dengan bahasa awam.

        well, pak Thomas I know what you feel.

        ketika itu saya hanya bisa menjawab, kuliah teknik sipil dulu 4 tahun

      • Saya ingin belajar pak, makanya bertanya pada bapak yang mengatakan bisa menghitung siklus gerhana berdasarkan angka2 luas, jarak, kecepatan rotasi, dsb. Kalo bapak nyuruh saya tinggal pake aplikasi dari NASA sama aja kaya anak kecil disuruh pake kalkulator doang, selamanya ga akan ngerti matematika Pak.

      • kan sudah dibilang sama fajar darozat klo anda mau memahami rumus diatas dan bisa menghitung anda harus bisa :
        1. Menguasai kalkulus (murni matematika)
        2. Menguasai konsep relativitas kerangka pengamatan (Fisika, yang klasik aja dulu gak usah yg melibatkan teori relativitas einstein).
        3. Menguasai sistem koordinat polar (2D dan 3D, ini juga murni matematika).
        Kalo ini gak paham, susah mau dijelasin kayak gimana juga. Apalagi yg diminta bukti dalam bentuk hitungan.

      • wkwk…minta di sederhanakan rumusnya/perhitungannya.??? nasib dah. Bkan rumusnya yang disederhanakan mas, mestinya otak sampean yang di upgrade.

        Kalau semua rumus matematika/fisika bisa di sederhanakan setingkat SMA, ya mending ga usah ada S1, S2, S3 dalam bidang tersebut.

        Sama seperti seorang sopir ngotot (yang punya muatan berlebih?
        tentang daya tahan sebuah jembatan, padahal dia sudah di kasih tau tentang daya tahannya adalah xxx. Dia ngamuk2x minta di jelaskan bagaimana cara itungnya.

        Arsiteknya pusinggg tujuh keliling, mengalahkan pusingnya tatkala uji disertasi wkwkw

  3. Maaf Pak, kami perlunya pembuktian tanggal terjadinya gerhana. Misal terjadi gerhana tanggal 9 Maret 2016, tolong ajari kami perhitungan bagaimana bisa didapatnya tanggal gerhana selanjutnya yang menggunakan parameter luas, jarak, dan kecepatan rotasi bumi, bulan, dan matahari. Karena angka2 parameter tersebut bisa terbukti jika sesuai dengan hasil pengamatan. Terima kasih.

    • Silakan tunjukkan dulu perhitungan FE utk gerhana yang sudah terjadi di Indonesia 1983, 1988, 1995, dan 2016 untuk dibandingkan dengan hitungan astronomi.

      • perhitungan fe sangatlah mudah pak, tinggal dihitung siklusnya setiap 18 thn sekali menggunakan siklus saros, org ditanya kok balik nanya sih..

      • Silakan tunjukkan hitungan FE untuk gerhana yang terjadi di Indonesia pada 1983, 1988, 1995, dan 2016. Hitung juga jalurnya. Kalau FE bisa menghitungnya, FE lulus. Kalau tak bisa menghitungnya, FE harus dilupakan.

      • Pak harus nya di jawab dong.. Bukan lempar pertanyaan lagi.. Jd orang2 pada berasumsi apakah emang benar tuduhan FE ini sehingga bapak yg tingkat intelektual nya tinggi ini kesan nya malah ngeles pak?? Klo emang bisa di hitung knapa ga di jawab saja pak? Bukan melempar pertanyaan lagi. Kesannya malah gmn gitu pak.. Bisa hitung ato tidak pak oleh LAPAN..?? Klo bisa di tunggu pak tulisan bapak.. Dan data2 jarak,rotasi, luas matahari nya di masukin pak.. Biar kami pada puas pak bahwa klaim FE salah bahwa gerhana tidak bisa dihitung. Dan kami tunggu hasilnya pak tanpa perlu datang ke kantor pusat pak biar langsung kami sebar luaskan hasil perhitungan bapak
        Salam pak… Sukses Selalu buat LAPAN

      • Bukannya aplikasi gerhana seperti dari NASA (ada juga dari beberapa sumber lainnya) sudah berupa perhitungan yang diprogramkan? Orang awam kan hanya perlu untuk mengetahui kapan terjadinya gerhana dan bagaimana jalurnya (untuk gerhana matahari) atau bagian bulan yang mana yang akan tergelapi.
        Kalau mau perbandingan, silakan hitungan FE untuk gerhana matahari yang pernah terjadi di Indonesia 1983, 1988, 1995, dan 2016 dihitung ala FE. Nanti saya bandingkan dengan hitungan astronomi, seperti yang ada di situs NASA.

      • Memang tidak bisa di hitung pak. Cari referensi2 pun sama tidak menjelaskan dengan memasukan2 data2 yg sudah tersedia(orbit,jarak,dan besarnya matahari dan bulan) Makanya pada nanya ke bapak klo bisa di hitung monggo pak, menurut kami bapak harapan kami dengan mengedepankan keterbukaan dalam menghitungnya. Kami tunggu hitungan bapak yg rumus2 nya memasukan data2 jarak,kecepatan orbit, besar nya matahari dan bulan..
        Salam pak. Sukses selalu buat Lapan. Semoga kesehatan terus menyertai bapak.

      • Kami dari FE belum mengklaim angka2 kami sbg fakta pak, karena belum banyak riset di bidang ini. Sedangkan GE sudah mengklaim angka2 mereka sebagai fakta. Jika angka2 tsb tidak sesuai dengan fakta siklus gerhana kan artinya angka2 tsb salah pak. Baru lah kita sama2 mencari angka yang benar.

      • Rumusnya sudah masuk di dalam program.

    • sodara looser agus? kamu blm klaim angka? lalu bagaimana kamu bisa meyakini all about dongeng FE?

  4. Sebagai mahasiswa fisika, Arwildo mungkin bisa bantu masukkan variabel jarak bumi, bulan, matahari dan diameternya dalam rumus-rumus (yang mungkin rumit sekali) perhitungan gerhana di atas.

  5. http://fe101.freeforums.net/thread/1163/tanggapan-terbuka-untuk-kepala-lapan

    ini juga pake itung itungan bukan dongeng…tinggal di adu aja dan di telaah, kebenaran sains itu ga mtlak dan absolute…bisa berubah seiring teknologi berkembang…

    • Silakan buktikan hitungan FE untuk gerhana matahari yang terbukti telah terjadi di Indonesia 1983, 1988, 1995, dan 2016.

      • koq pak ditanya malah balik nanya !!
        seorang professor yang ahli dibidangnya tidak menujukan kriteria “intellectual challenge” yang di surat terbuka dicantumkan.
        bapak itu sebagai wakil dari Institusi yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, memiliki dana riset 700M pula. hasil sains bapak sendiri yang bilang harus dipublikasikan dan teruji oleh saintis lainya..
        kita minta di ajari perhitungan bagaimana bisa didapatnya tanggal gerhana selanjutnya yang menggunakan parameter luas, jarak, dan kecepatan rotasi bumi, bulan, dan matahari.
        apa mungkin bapak sudah mencoba memasukan angkany? so, hasilnya ?..
        ini gak ada korelasi FE or GE ..
        jadi kenapa harus balik tanya pa bagaimana teori FE? karena statment bapak sendiri yang bilang tidak pakai saros. yang FE gk ada tu berstatment seperti itu, kalo ada saya bakalan nanya juga ke FE ! tapi FE bukan lembaga kredibel gak ada dana risetnya juga lagian ..

      • Siklus Saros nggak pake matematika hitung jarak & kecepatan. Observasi, mempelajari pola siklus, dengan asumsi buminya diam tidak bergerak.

        Siklus Saros tak pernah menganggap gerhana matahari karena tertutup bulan, juga tak pernah menganggap gerhana bulan karena tertutup bayangan bumi. Jadi, “tantangan balik” dari anda agar FE hitung gerhana itu sudah jelas salah alamat, karena anda nggak ngerti filosofinya. Gerhana matahari tak ada hubungannya dengan jarak diameter kecepatan bulan, jadi apanya yang mau dihitung?

        Jadi, kalo Anda berteori bahwa gerhana matahari karena tertutup bulan, dan gerhana bulan karena tertutup bayangan bumi, harus dibuktikan secara matematis dong! bukan FE yang hitung hahahah anda ini bagaimana toh

      • saudara Reinalf Kasali, saya tegaskan yang saya maksud,, itu mengenai rumus yang LAPAN kasih itu tidak membuktikan apa2.
        Anda keliru !! perihal “Tantangan balik” anda maksud tentu saja tidak saya ajukan ke FE karenabentuk jarak kecepatan serta oposisi bumi bulan matahari FE berbeda dengan teori GE sehingga rumus serta perhitungan seperti itu tidak dibutuhkan alias HOAX.
        setelah anda paham arah konteksnya kemana.
        saya ingin tanya ke FE, apakah benar kecepatan bulan dan matahari berubah-ubah ? pada saat terjadi gerhana matahari apakah posisinya vertikal berurutan matahari bulan bumi ? jaraknya ? bagaimana kalau pada saat gerhana bulan ?

      • @Evan, wah kok jadi kita yang perang, maksud ane FE ga harus jelasin, yang jelasin Prof dong, tolong baca statement saya diatas

        wassalam

      • Sekali lagi pernyataan saya bukan menuju @evan tapi tertuju pada Prof Lapan.

      • I know what you feel Prof.. to speak with looser who has a lack of IQ degree and lack of knowledge. bahkan 2 dari mereka aja ngk memahami tulisan rekannya , hingga saling berperang.lol

    • @Evan: Dan anda mengagung-agungkan lembaga non kredible tidak jelas itu? Wow. Now I know why you sounds sooooooooo -Ehm, sorry to say, , ,- *tiiiiiiiiit* 😀

      @Reinald Kasali: Jadi saya bantu kasitau maksud Pak Djamal nih ya, , , Mas Reinald Kasali yang cakeps dan pinter, , , beliau pengen ‘penjelasan’ (dan penjelasan nggak musti perhitungan), supaya bisa dibandingkan sama yang GE. I mean kalo GE kan cara kerja nya ‘gerhana karena ditutupi oleh bulan’, nah kalo yang FE yang saros itu kenapa? Ehm, ketutup mangkok langit? Gimana prinsipnya? Pake kalimat aja lah nggak nanya perhitungan.

      By the way masalah detil perhitungan, kalo emang niat banget, kenapa nggak masuk astronomi dan dan belajar di sana? No no no, bukan belajar, mari kita sebutkan ‘mencari tau’ hoax-hoax yang ada di ajaran sana.

      Kalian nanya gimana perhitungan app gerhana, yakin bisa nerima? Tau nggak sih kita tuh udah diberi kemudahan banget sama app itu. Kalian tau nggak sih apa yang paling saya keluhkan dari menjadi mahasiswa fisika? Menghitung tanpa aplikasi, menghitung segala hal dari nol. Itu nggak semudah satu tambah satu samadengan dua.

      Dan oke, sebut saja bahwa semua yang fisika dan astronomi katakan itu adalah ‘asumsi’. Lalu kenapa? Masalahkah jika asumsi itu mempermudah kehidupan? Masalahkan jika asumsi itu membuat setengah warga negara Australia sempat bersiap/berbenah sebelum menghadapi syclon storm? Masalahkah jika asumsi itu bisa membuat kita sempat menyiapkan kamera untuk mengambil foto gerhana matahai?

      Saya sangat prihatin sama Prof Djamal, agaknya usaha bapak untuk ‘menolong’ kaum kaum datar ini bakal mustahil deh sampe kapanpun juga. Mereka hanya berpikir menggunakan apa yang mereka lihat. Padahal kan kehidupan secara umum teh nggak sesederhana itu. Butuh ‘imajinasi’ kalo saya harus mengutip wise word nya Spongebob. So, selamanya mereka nggak akan ngerti.

  6. LAPAN kalo cuma bisanya bantah pake tulisan, tanpa pernah mau bikin ekspedisi, maupun eksperimen, nanti aku bubarkan. Orang2 pintarnya aku buang ke hutan biar dimangsa hewan2 buas.

    Percuma ngaku LAPAN, satelit aja gak bisa bikin.

    Sana tiru PT.DI. Gak pernah omong tau2 bikin pesawat

  7. Maaf Pak, kami perlunya pembuktian tanggal terjadinya gerhana. Misal terjadi gerhana tanggal 9 Maret 2016, tolong ajari kami perhitungan bagaimana bisa didapatnya tanggal gerhana selanjutnya yang menggunakan parameter luas, jarak, dan kecepatan rotasi bumi, bulan, dan matahari. Karena angka2 parameter tersebut bisa terbukti jika sesuai dengan hasil pengamatan. Terima kasih.

    • Apa perlu tahapannya? Silakan datang, nanti saya ajari. Boleh bandingkan dengan hitungan FE untuk gerhana matahari total yang sudah terbukti terjadi di Indonesia: 1983, 1988, 1995, 2016.

      • Iya Pak kami ingin belajar perhitungan detailnya siklus gerhana berdasarkan angka2 jarak, luas, kecepatan rotasi, dsb.

        Kenapa harus datang Pak? Bukankah lebih baik bapak ajari kami melalui blog ini? Agar semua bisa belajar dan memverifikasinya.

        Kami dari FE belum mengklaim angka2 kami sbg fakta pak, karena belum banyak riset di bidang ini. Sedangkan GE sudah mengklaim angka2 mereka sebagai fakta. Jika angka2 tsb tidak sesuai dengan fakta siklus gerhana kan artinya angka2 tsb salah pak. Baru lah kita sama2 mencari angka yang benar.

  8. gambar-gambar yang diattacth Bapak itu kan rumus untuk menghitung area umbra,
    sedangkan saya baca di surat terbuka FE kemarin, yang diminta adalah perhitungan untuk menentukan kapan waktu terjadinya gerhana berdasarkan jarak dan waktu rotasi matahari, bulan, dsb.

    Apakah kami bisa mendapatkan penjelasannya pak? terima kasih.

    • Saya tidak mau menanggapi dongeng. Kalau mau belajar, saya siap mengajarinya.
      Kalau mau pembuktian, silakan hitungan FE dibandingkan. Di Indonesia, saya sudah mengamati gerhana matahari 1983, 1988, 1995, dan 2016. Itu sudah terbukti dengan pengamatan. Silakan FE tunjukkan hitungannya dulu untuk membuktikan gerhana di Indonesia tsb.

      • kita ini pak “Logical framework-nya adalah sadari dulu kebohongan, baru berusaha mencari kebenaran”, Kami tidak memiliki beban jika pemahaman kami salah, sebab kami tidak makan dana riset pemerintah dan kami bersikap terbuka (open mind) dengan berbagai temuan baru yang masuk akal.

      • Saya sudah tanyakan ke forum mereka pak, tapi belum ada yang jawab.
        Saya minta bantuan google, Matt Parker (London Mathematical Society Popular Lecturer) dan studi akademis di Portugal ttg perhitungan gerhana versi Newton terbukti tidak cocok dengan siklus saros Pak.
        Saya akui, saya juga tidak bisa menghitung perkiraan gerhana dengan rumus jarak matahari dll.
        Saya akan menggunakan siklus saros, untuk meramal kapan waktu terjadinya gerhana.

        Harapan terakhir saya adalah Bapak selaku kepala LAPAN untuk memaparkan perhitungan gerhana tersebut.
        Karena bapak mengatakan bisa.

        Jika Bapak tidak bisa atau tidak mau, barangkali memang benar perkiraaan para penganut FE ini, selama ini kita diajarkan teori yang salah.

  9. Maaf Pak, kami perlunya pembuktian tanggal terjadinya gerhana. Misal terjadi gerhana tanggal 9 Maret 2016, tolong ajari kami perhitungan bagaimana bisa didapatnya tanggal gerhana selanjutnya yang menggunakan parameter luas, jarak, dan kecepatan rotasi bumi, bulan, dan matahari. Karena angka2 parameter tersebut bisa terbukti jika sesuai dengan hasil pengamatan. Terima kasih.

    • Silakan belajar astronomi ya kalau mau tahu cara menghitungnya. Untuk awam, rumusan perhitungan itu sudah diprogramkan dan disajkan sebagai aplikasi gerhana Bukan hanya NASA, ada beberapa).

      • Kalo menurut astronomi sih, penentuan kapan siklus gerhananya ga ada yang pake angka2 luas, jarak, kec rotasi, dsb.

        Makanya saya ingin belajar sama bapak yang bilang kalo menghitung siklus gerhana itu bisa menggunakan angka2 luas, jarak, kec rotasi, dsb.

        Apa yg bapak tulis di atas bukan perhitungan siklus gerhana pak, itu mah buat hitung luas bayangan.

        Kalo bapak nyuruh saya tinggal pake aplikasi dari NASA sama aja kaya anak kecil disuruh pake kalkulator doang, selamanya ga akan ngerti matematika Pak.

      • Apa yang bapak sembunyikan sebenarnya? Bapak menanggapi komentar seperti menghindari sesuatu?

      • Tidak ada yang disembunyikan. Hanya penggemar dongeng FE tidak faham dengan jawaban pertanyaannya sendiri. Mereka mengira menghitung gerhana seserderhana menghitung dengan rumus Phytagoras.

  10. https://eclipse.gsfc.nasa.gov/OH/OH2016.html –> isinya kok bukan APLIKASI gerhana?

  11. itu yg d image TOTAL SOLAR ECLIPSE kok tulisannya ” Geosentric Coordinat” ya?, berarti asumsi nya bumi nya diam tidak bergerak gitu pak?, berarti ini memang bumi nya benar” tidak bergerak apa gmn?

    • Koordinat geosentik dalam makna rujukannya pusat bumi, bukan toposentrik (permukaan bumi). Untuk keperluan pengamatan, perlu dikonversikan dulu menjadi koordinat toposentrik, bergantung lokasi pengamatan.

  12. Perhitungan gerhana di atas itu menggunakan variable jarak-jarak bumi-bulan, bumi-matahari bulan-matahari, dan bumi berputar pada poros, bulan mengelilingi bumi, bumi dan bulan mengelilingi matahari pak prof?

  13. Salut sama Prof Djamal. Semoga selalu dalam lindunganNya dan diberikan pahala atas ilmu yang bermanfaat.

  14. Klo mau nanya ke Pak Tdjamaluddin harusnya kasi penjelasan atau alasan terlebih dahulu “begini loh perhitungannya bla bla.. Kok beda ya ?” dari perbedaan hasil itu lah beliau bisa membandingkan dan mengkaji ulang. Misal, ada yg nanya bukti tanggal terjadinya gerhana, tpi tidak menjabarkan pendapatnya atau pendekatan sistematisnya. Hanya nanya dan nanya terus. Atau setidaknya lampirkan link dimana disitu dimuat perhitungan² tanggal terjadi gerhana versi FE. Jadi bisa di klarifikasi alasannya barulah didiskusikan. Seharusnya begitu mnrt saya.

    • Karena beliau tau sekalipun hitungan yang super ngejelimet dikeluarin pasti ada lagi.aja bantahan dari kaum si penggemar dongeng ini. Paling dibilang perhitungannya terlalu sulit sehingga tidak dapat mereka pahami dan dituduh kurang transparan (padahal otak mereka yang ga sampe)

      Kalau memang mau membandingkan hitungan sudah seharusnya mereka juga share perhitungan FE gimana dengan detil, dibandingkan baru mungkin sang profesor pin mau menelaah kembali metode perhitungannya. Tapi jangan harap sang profesor percaya bumi itu datar. Hahahaha

      Yang pasti, hitungan NASA berhasil memprediksi gerhana dengan tepat tahun lalu, dan udah meramalkan gerhana tahun 2017 ini terjadi dimana aja. Harusnya kalo memang nanti terjadi lagi gerhana berarti udah dapat dikatakan hitungan mereka terbukti benar donk, sekarang hitungan FE buat gerhana yang udah terjadi aja masih gak tau tuh gimana… Mai ubah sistem perhitungan gerhana

      • Minta perhitungan gerhananya bang… Mau belajar nih…

      • Pak benar kah LAPAN anggaran nya sampe 700milliar per tahun malah lagi berusaha naikin anggaran jadi 1triliun?? Klo benar seenggak nya ga etis aja pak. Kaum FE menginginkan pembuktian matematika gerhana dengan dimasukannya data2 jarak kecepatan orbit sama diameter matahari dan bulan terhadap rumus nya terhadap bapak T.jamaludin sebagai kaum akademis LAPAN yg sehari2 bergelut dalam bidang astronomi. Apabila bapak T.jamaludin melempar kembali pertanyaan nya. Padahal kaum FE sedikitpun tidak ambil dana riset itu. Dengan dana anggaran riset sebesar itu rasanya adil jikalau bertanya matematika siklus terjadinya gerhana bisa dijawab transparan oleh bapak T.jamaludin. aamiin

      • Seengganya kaun fe tidak ada beban apabila terjadi kesalahan dalam pemahaman nya.. , sebab FE tidak makan dana riset pemerintah dan FE bersikap terbuka (open mind) dengan berbagai temuan baru yang masuk akal.

        Sebaliknya, jika teori bumi bola mengelilingi matahari itu salah — lewat metoda pengukuran dan eksperimen — berarti ada skandal triliunan dolar selama 50 tahun terakhir”

  15. Turut berduka cita untuk tim LAPAN. Memakan Anggaran 700M per tahun dari duit rakyat, sedang rakyat ingin buktikan bahwa anda mampu hitung gerhana saja koq susah betul. Ok FE hanya dongeng, skr buktikan pula tuduhan pendongeng itu salah bahwa LAPAN tak mampu hitung gerhana. Rakyat yang mampu menilai sendiri secara objektiv akan bingung, jangan2 tuduhan pendongeng FE benar kalo bapak ngeles terus begini.

    • Untuk apa sih susah-susah untuk ingin tahu hitungan gerhana, kalau gak dipakai dalam dongeng FE? Kalau untuk dibandingkan dengan hitungan ala dongeng FE, nanti saya jelaskan rincinya.

      • Untuk meyakinkan saya dan orang2 tersesat dongeng FE bahwa memang yang anda ajarkan itu jalan yang benar. Kalau bapak ngeles terus kami akan selamanya tersesat pak karena ternyata dongeng FE terlihat lebih masuk akal dibanding dongeng LAPAN. Jika itu terjadi gelar professor bapak jadi mubazir tak bisa mengedukasi kami dan menghentikan orang tersesat terus bertambah…

      • “dikasih tau emasnya palsu malah balik nanya,, trus emas yg asli mana?”

    • Anak-anak FE teh emang udah demen tersesat dan susah buat dibalikin ke jalan yang benar.

      Pesen saya sih sekolahin anak-anak dengan benar aja, pastikan mereka tidak membenci fisika dan ngandelin contekan pas ujian.

      Itu sih kalo misalnya kaum FE pengen keturunannya nggak ikut tersesat. Emak bapaknya mah uda nggak tertolong.

      Semangat Prof. Kentut teh baunya emang mencolok banget, tapi bentaran doang kok.

  16. Teman teman sekalian. untuk perhitungan gerhana versi FE saat ini masih jd misteri atau sedang dalam proses perhitungan.
    yg jd masalah adalah, dari pihak FE mengenai ukuran, jarak, kecepatan rotasi dan revolusi antara bumi bulan dan matahari, belum disah kan lewat perhitungan angka.
    sedang menurut teori bumi bulat versi nasa atau sains modern, ukuran, jarak, kecepatan rotasi dan revolusi antara bumi bulan matahari telah disah kan lewat perhitungan angka.
    nah disitulah timbul pertanyaan…
    jika sains modern telah mengklaim ada nya angka angka yg mereka dapat mengenai ukuran, jarak, kecepatan rotasi & revolusi antara bumi bulan dan matahari. harusnya angka angka tersebut bisa dipakai sebagai perhitungan terjadinya fakta gerhana setiap 18thn sekali.
    INGAT, GERHANA RUTIN TIAP 18THN SEKALI ITU ADALAH FAKTA.
    HARUSNYA JIKA ANGKA ANGKA YANG DIDAPATKAN NASA MENGENAI UKURAN, JARAK, KECEPATAN ROTASI & REVOLUSI ANTARA BUMI, BULAN MATAHARI ADALAH BENAR ALIAS FAKTA. HARUSNYA BISA MENJELASKAN FAKTA TERJADINYA GERHANA RUTIN.
    FAKTA PASTINYA BISA MENJELASKAN FAKTA JUGA.
    JIKA TIDAK BERARTI ITU MASIH TEORI YANG BELUM TERBUKTI KEBENARANNYA, KARENA BELUM BISA MENJELASKAN FAKTA.
    bagi nasa harusnya mereka bisa membeberkan perhitungan itu semua. karena mereka telah mengklaim angka soal ukuran, jarak, kecepatan rotasi & revolusi antara bumi bulan matahari.
    kalau memang itu fakta, harusnya bisa menjelaskan fakta juga yaitu terjadinya gerhana rutin.
    ayo coba kita berpikir lg…
    benarkah angka angka yg diklaim nasa itu…
    jangan kita terima mentah mentah selama angka angka itu belum bisa menjelaskan terjadinya gerhana rutin 18tahunan.
    berfikirlah kritis dan pintar..

    • Seengganya kaun fe tidak ada beban apabila terjadi kesalahan dalam pemahaman nya.. , sebab FE tidak makan dana riset pemerintah dan FE bersikap terbuka (open mind) dengan berbagai temuan baru yang masuk akal.

      Sebaliknya, jika teori bumi bola mengelilingi matahari itu salah — lewat metoda pengukuran dan eksperimen — berarti ada skandal triliunan dolar selama 50 tahun terakhir”

      • tidak ada beban?

        secara tidak langsung kalian sudah nuduh semua ilmuwan dunia termasuk indonesia termasuk prof Thomas ini,dan ratusan lainya termasuk pak Habibie adalah:

        1. Mereka bodoh(ya FE jenius2 wkwk),atau

        2. Mereka telah berbohong dan bagian dari konspirasi kebohongan internasional bla bla bla

        enak aje gak ada beban

        kalo kalian begitu “kritis” nya terhadap teori2 para ilmuwan yg sudah diaplikasikan terhadap jutaan produk dan kemajuan teknologi bermanfaat,knp gak mau kritis sama pemikiran sendiri yang sudah disebut “dongeng” itu?

        mempertanyakan perhitungan gerhana padahal baca rumus nya saja belom tentu mampu,padahal gerhana versi FE dari universitas youtube saja gak ada perhitungan matematis nya sama sekali dan kalo ditelaah sedikit saja udah jelas cacat nya

        harus nya kalian mawas diri,introspeksi,kalo kalian selama ini suka sama fisika saja nggak,massa jenis saja gak tau,masa iya mau mempertanyakan kredibilitas ilmuwan yang seumur hidup nya didedikasikan untuk ilmu pengetahuan dan kemanfaatanya bagi umat manusia?

        ini sebenernya bukan masalah astronomi,fisika,ato sains pada umum nya,tapi ini srbenernya lebih ke permasalahan mental,karakter

        jadi sebelum merasa mampu ngajak debat professor sebenernya lebih baik datangi psikolog terlebih dahulu hehe…

        ato bercermin dulu lalu tanya pada diri sendiri,supaya bisa mengukur kemampuan diri gitu lho sebelum bicara tanpa ilmu apalagi ngeyel,itu kan adab ketimuran dan adab agama juga

      • setuju!!!
        kita tunggu episode selanjutnya perhitungan matematis terjadinya gerhana rutin versi nasa dan sains modern, mengacu pada ukuran, jarak, serta kecepatan rotasi & revolusi bumi bulan matahari versi nasa dan sains modern juga.
        tapi selama ini mereka belum bisa kasih jawaban..
        what’s wrong…

      • saya rasa ini gak ada korelasi FE or GE.. apa karena yang nanyanya orang FE ? klo yang orang GE ? sama aja saya rasa.
        ..anehnya ko ditanya malah balik nanya !!
        seorang professor yang ahli dibidangnya tidak menujukan kriteria “intellectual challenge” yang di surat terbuka dicantumkan.
        bapak itu sebagai wakil dari Institusi yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, memiliki dana riset 700M pula. hasil sains bapak sendiri yang bilang harus dipublikasikan dan teruji oleh saintis lainya..
        kita minta di ajari perhitungan bagaimana bisa didapatnya tanggal gerhana selanjutnya yang menggunakan parameter luas, jarak, dan kecepatan rotasi bumi, bulan, dan matahari.
        apa mungkin bapak sudah mencoba memasukan angkany? so, hasilnya ?..
        sekali lagi ini gak ada korelasi FE or GE ..
        jadi kenapa harus balik tanya pa bagaimana teori FE? karena statment bapak sendiri yang bilang tidak pakai saros. yang FE gk ada tu berstatment seperti itu, kalo ada saya bakalan nanya juga ke FE ! tapi FE bukan lembaga kredibel gak ada dana risetnya juga lagian ..
        tapi kalau minta perhitungan FE mengenai Gerhana kayak gimana ?. saya rasa cukup adil kalo dana Riset LAPAN 50:50 dengan FE.
        secara, enak banget ya kalo LAPAN minta perhitungan dari FE supaya dapat dibandingkan, itu dana riset buat apa !!
        udah itu dana riset gak ada hasilnya, ilmu gerhana juga minta dari FE.
        aneh !!!

      • Wkwkwk berasumsi di atas asumsi. Jdi kesan nya seperti ini nih..
        Hei hati2 loh itu emas yg kamu punya Palsu, lantas balik bertanya, klo emng ini emas nya palsu lantas mana emas asli saya?? Wkwkwk sperti kasus ini. Minta perhitungan gerhana malah minta data sama sang penanya….

      • open minded apa idiot bebal dan keras kepala? beda2 tipis itu, ini kaum FE di indo udh main2 ke IFES sendiri blm?? di IFES lebih rame lho, banyak pecundang2 seperti kalian yg sudah banyak bertobat

      • hahahahaha…. iya jg ya… dikasih tau emas nya palsu, malah tanya mana yg aslinya?? hahahahahakakakak…
        sampe sakit perut ngebaca sama ngebayanginnya….
        hadeuuuhhh…

    • Mungkin yg terhormat bapak prof tuan rumah sedang sibuk.
      Sahabat2 harap bersabar jgn keburu nafsu..mengingatkan lg,,kita dari awal gak ada tujuan untuk saling menjatuhkan,,yang ada kita harusnya menggalang persatuan demi tujuan yg lebih besar lagi.
      Beliau harus menyiapkan materi untuk menjawab pertanyaan2 yg kita ajukan,n jawaban tsb harus bisa dipertanggungjawabkan secara akademis dunia dan akhirat mengingat jabatan yg sekarang dititipkan Tuhan YME saat ini.
      Salam..

    • Kenapa coba buktikan sendiri hitungan Nasa, atau sumber lainnya itu salah atau tidak.. Kumpulin donk jago ya FE baru, tunjukkan ada salah atau tidak hitungan nya. Persis kayak anak kecil minta dibeliin mainan.. Kalian ini.. Ga dikasih ngambek, nabung sana.. Lol

  17. yup jangan terima mentah2,apalagi cuman video dari youtube he

    lah perhitungan gerhana versi FE saja belom ada kok

    bikin dulu aja lalu diadu nanti terlihat mana yang ilmiah atau yang tidak

    sain itu selalu terbuka,gak jumud selalu berkembang,kamu boleh merevisi teori atau membuat perhitungan baru dalam sains lalu nanti dibuktikan,mungkin nanti kamu bisa dapat nobel

  18. Saya ga sengaja baca d kompas,, makin pnasaran cari”, nyasar ksni ..
    Saya baca dr yg ke 1-4 , jd ragu sama lapan..
    Malah takut saya mau ke lapan
    (Saya undang ke Pusat Teknologi Satelit untuk melihat langsung kontrol satelit LAPAN A1, A2, dan A3.)
    Sbnarnya sy trtarik mau nanya guru saya.. tp td saya cerita ke teman d blg bego.. jd males mau nanya ke guru saya..
    Tp baca penjelasan prof ..ada bbrapa pertanyaan FE yg dijawab prof alasannya klise.. saya jg bsa jawab blajar dlu ini itu dll.. sy jg msh bljar.. sya msh kls 2 SMA..
    Liat indonesia skrg.. ya mmg ad yg ga bres..

    • Sayang sekali kalau masih kelas 2 SMA malas belajar. Semangat ya …. Kalau penasaran, nanti kuliahnya pilih jurusan yang bisa menjawab rasa penasaran itu, jangan belajar dari video dongeng.

  19. Yaelah… ditanya malah balik nanya 😀
    Itu dana riset 700 Milyar buat apa?
    Masa ilmu gerhana nyuruh FE yg ngitung?
    Kalo LAPAN bersikap seperti itu, saya rasa LAPAN gak pantas mendapat dana riset 700 Milyar apalagi minta dinaikkan menjadi 1 Triliun.

    • Ya sudah kalau gak mau jawab untuk dibandingkan, berarti FE sekadar dongeng. Sains sudah bisa memprakirakan semua gerhana yang terjadi selama ini.

      • Klo sudah bisa, mana bukti datanya pak? Toh tinggal kasih aja pak data2 nya klo memang sudah ada terhadap kaum FE yg haus akan informasi ini. Saya rasa dengan di publis nya data hasil perhitungan matematika dari siklus gerhana akan menampar kaum FE ini loh datanya…
        Jd jangan kesannya dongeng teriak dongeng….
        Kaum FE kan sudah beri klarifikasi bahwa mereka ga bisa hitung dan hampir mustahil ngitung siklus gerhana. Trus bapak minta data apanya? Hrusnya kan bapak tinggal kasih data perhitungan bapak di karenakan FE sudah kasih klarifikasi bahwa siklus gerhana mustahil bisa di hitung dengan data2 jarak, kecepatan, rotasi, diameter matahari dan bulan menurut para saintis modern ini.. Ayo pak tampar kaum FE dengan hasil perhitungan bapak. Salam pak..

      • Yang sabar pak Thomas, saya sendiri sebagai seorang peneliti pertanian yg paham akan pergerakan iklim sangat menyesali atas adanya penikmat dongeng FE ini, secara fisika gak akan ada yg namanya pergerakan atmosfir yg kita rasakan kayal sekarang ini jika langit bumi hanya berbentuk kubah,

        kebetulan saya juga pernah main ke LAPAN di Rumpin, saya kesana waktu itu sedang latihan menembak di markas denbravo, hehehe. Dan melihat sendiri adanya bangunan untuk kontrol satelit, yg bentuknya antenna nya seperti bola sepak itu pak,

        maju terus LAPAN.. salam hormat dari saya pak Thomas..!

    • Orang bertanya, hanya dua tanggapannya: mengerti atau tidak mengerti. Kalau tidak mengerti perlu belajar lagi. Kalau ngeyel, bukan bertanya, itu mendebat. Nah, untuk mendebat ya perlu bukti. Jadi, silakan tunjukan bukti untuk dibandingkan dengan bukti sains.

  20. terima kasih Prof mau berbagi ilmu ditengah kesibukan

    saya salut tapi sedikit miris juga sih krn harus menghadapi komentar2 yang kadang khas abg zaman sekarang,tapi saya yakin kalo bertatap muka langsunh saya yakin mereka bisa bersikap jauh lbh baik

    sebenernya fakta nya sangat jelas,gak perlu teori ato rumus2 rumit,cukup logika2 sederhana saja sebenarnya

    satu fakta sederhana sudah bisa meruntuhkan teori FE,misalnya fakta bahwa ada penerbangan langsung sidney-santiago ato sidney-johannesburg,bahkan rute nya bisa kita ketahui

    tapi,memang sih,seterang apapun fakta ya ada saja yang sulit menerima entah apa masalah nya

    terimakasih

  21. kok pada minta bukti perhitungan sih?

    itu kan jelas2 ada dilampirkan “solar eclipses 2011-2020”

    bahkan setau saya NASA sudah rilis sampe tahun 3000 dengan perhitungan itu

    dan sebelum2 nya sudah terbukti akurat,media2 termasuk di media sosial biasanya akan ramai membahas gerhana sebelum gerhana itu terjadi,dimana saja bisa terlihat,dsb..

    jadi yang masih diragukan apa sebenarnya?

    coba deh kritis,di video yutub disebut tidak ada penerbangan langsung sidney-santiago/johannesburg,ternyata ada,rute nya juga ada,dan itu tidak mungkin terjadi kalo bumi datar

    masa jelas2 dibohongi pembuat video yutub kok gak merasa?fakta segitu jelas nya masih tutup mata?

    ayolah..jangan bercanda he

  22. Pak, yang kuat ya dalam menghadapi Flat Brainer yg tenggelam dalam delusinya ini
    Saya tau rasanya, sudah menulis panjang, memikirkan hal yg berat, dan menghabiskan waktu untuk mencari materi namun dibilang tidak bisa menjawab oleh sekumpulan orang bodoh yg bebal dan malas membaca dan memahami
    Bapak sudah memberikan rumus, perhitungan, dan data yg mampu membuat saya speechless namun tetap saja ditolak oleh mereka
    Istigfar selalu pak, kami pemuda yg terpelajar selalu mendukungmu pak

  23. Semangat prof! Saya rasa ga banyak orang yg kayak profesor yg punya kesabaran dan kemampuan untuk senantiasa mendidik rekan2 kita yg masih belum beranggapan sesuai kenyataan yang ada..
    Jujur saya miris melihat komentar2 orang2 yg hanya mendapat ilmu pengetahuan dari video yg dibuat oleh orang yang bahkan gamau memberikan identitas aslinya, menjadi pengikut “sekte ‘intelektual'” melalui web anonymous, tak jelas background intelektualnya, mengandalkan opini dan argumen yg tidak korelatif.. Ada baiknya anda (FE) instrospeksi diri, dan setidaknya menghargai segenap insan sains di negara kita dan kemajuan yang sudah kita nikmati for granted selama ratusan tahun..

    Tolong sekali, anda boleh berpikiran mundur.. Asal jangan mempengaruhi orang lain, apalagi anak2 muda yg pemahaman sainsnya belum matang.

    Semangat prof! Tuhan menyertai usaha profesor selalu.

  24. Ini lho aplikasi NASA untuk menghitung gerhana matahari.
    https://eclipse.gsfc.nasa.gov/JLEX/JLEX-AS.html
    kalau ada penggemar FE yg pinter javascript bisa dipelajari rumus-rumusnya.

  25. Gw bingung pada minta rumus pake parameter kecepatan, jarak, bla bla bla.. orang ngitungnya rumusnya ga pake itu tapi kek di halaman ini

    Tapi gw yakin komunitas FE pada ga paham juga apa maksud rumusnya :/

    https://eclipse.gsfc.nasa.gov/LEcat5/deltatpoly.html

    • ya ngk paham rata2 mereka kaum pecundang idiot yang mau nya shortcut dalam memahami sesuatu, ngk cuma di indo di IFES sana juga rata2 orangnya seperti itu, pernah ada hal lucu waktu saya debat di IFES , saya hitung luas daratan dan keliling muka bumi dengan metode ketinggian “matahari” dari hasil penelitian mereka.. alhasil mereka diem, dan thread itu dihapus.. what a bunch of looser

  26. Jika memang ingin belajar, ya belajar, bukan 1 malam saja, seorang yang ingin jadi sarjana matematika butuh 4 tahun atau lebih untuk belajar.

    Saya butuh 1 semester untuk menguasai Multivariable Calculus (sebelumnya harus belajar Calculus 1 dan 2 dulu) itupun belum benar2 ahli.

    Mau belajar, sekolah lah yang rajin nak. Boleh kok nonton yutub, tapi jangan lupa itu untuk melepas penat,

  27. Dan 1 lagi, baru SMA, ilmu yang dipelajari masih dasar, matematika juga simple, belum bertemu teori graf, matematika diskrit dll. Kalo mau loncat belajar diskrit atau KPB, dasarnya saja di SMA belum kuat ya roboh. Kalo memang penasaran, belajar yang bener dulu di SMAnya, lalu mencoba kuliah di jurusan yang bener2 disukai(di Univ yang bener pula).

    Saya udah terbiasa dengan siswa siswa seperti ini, suka sekali dengan SHORTCUT.

  28. Saya bingung kenapa penganut FE begitu meragukan / mempertanyakan rumus gerhana. Sekalipun rumus gerhana salah itu SAMA SEKAlI TIDAK MEMBUKTIKAN BAWHA BUMI ITU DATAR. Untuk menujukkan kita putih Bukan dengan cara menunjukkan mereka hitam. Logika sederhana ini saja mereka tidak paham.
    Yang saya herankan mengapa penganut FE tidak menyerang rumus Biruni mengukur jari2 bumi? Padahal rumus biruni jelas2 merupakan pernyatan matematis bahwa bumi itu bulat, seharusnya rumus ini lah yang diserang oleh penganut FE, lagipula rumus biruni jauh lebih sederhana daripada rumus gerhana

    • Perhitungan gerhana aja salah trus tau2 nya ngklaim udah ngirim orang ke bulan.. Anda sehat?

      • Jika anda tahu itu salah, coba paparkan bagaimana seharusnya menghitungnya, Jangan hanya bilang klaim ini salah. Terus yang benar bagaimana?

  29. FE itu kumpulan pecundang yang ber IQ jongkok dan merasa lebih pintar dari orang yang memang belajar di bidang nya.

  30. “SADARI DULU ADA KEBOHONGAN…”
    Cieee, cari2 kesalahan nih? Nggak produktif banget. Cari solusinya dong, jangan bisanya nyari kesalahan terus giliran ditanya alternatif solusi malah pada mingkem.

  31. krik…krik… dah mau seminggu ini mana itungan nya pak prof… jgn bikin ane kecewa… mohon tumpas para pendongeng FE ini dengan Ilmu nya pak professor…

    • Dikira mudah apa jelasin perhitungannya. Sama seperti yang ane contohin, mau kuliah S2 tapi gak mau SD, SMP , SMA, S1 dulu. Maunya langsung tahu ini perhitungannya gimana, kalo udah tahu perhitungannya terus buat apa? Senangnya dengan JALAN PINTAS (SHORTCUT)

      • koq masih nanya buat apa, ini belagak pilon ato pilon beneran? harusnya jangan menganggap remeh orang yang tidak sependapat dengan LAPAN, bahkan bilang dongeng itu kan merendahkan… nah sekarang buktikan bahwa si professor juga tak mendongeng… lah anda ngapain cuma cuap tak jelas… bantuin lah si professor… di LAPAN kan banyak ahli pemograman dan IT, cobak bongkar aja program itung2an NASA itu… pake rumus apa… terus tunjukkin disini…
        Logika aja, yang Demo teriak turunin harga BBM, emang dari mahasiswa ekonomi dan perminyakan? terus yang didemo balik nanya, mana hitungannya harga BBM yang seharusnya…?

      • terus… emang sekolah sampe professor cuma buat itung gerhana doank??? kan alesan koplak… babarin sini lah itungan2nya… kayak itungan dewa betul… mbulet muter2 ngeles terus… selama yang itung juga manusia pasti manusia lain juga paham… dasar sombong

      • Gak ada program studi Profesor nak hadeh, nah emangnya cara ngitung gerhana menurut anda mudah? kalo anda bisa atau FE bisa baru bisa apple to apple

      • sudah lah tujuan kita bukan berdebat dengan orang awam , yg tidak berfikir menggunakan logika dia hanya tau itu udh benar ‘kata” ilmuan , dan klo professor tau perhitungan gerhana bisa secara tepat ya seharus nya di kasih tau bukan nya di balikan pertanyaan nya , saat orng bertanya ya harus di jawab bukan nya melempar jawab an , disini orng FE berniat baik yaitu belajar dengan mengetahui cara perhitungan secara tepat terjadi nya gerhana,

      • Kalau benar mau belajar, ya belajar sungguh-sungguh agar mengerti.

      • ralat melempar kan pertanyaan maksud ny bkn melempar jawab an

  32. Kenapa merasa direndahkan kalo memang sudah rendah?
    Sama seperti penganut Sci-fi, yang berharap itu nyata.

    • Setidaknya para penggemar SciFi tahu kalo yang mereka sukai itu tidak nyata. Dibanding para flater ini, kumpulan video yang gak jelas siapa yang buat dan banyak kesalahan dalam hal saintifik, malah dianggep sains yang sebenarnya. Hadehh..

  33. Begitu mudahnya orang yang mudah kagum digiring opininya…
    di Math ada yang namanya Geometri Euclid (bukan tentang cara ngitung kapan gerhana matahri) tapi lebih kepada bumi datar atau globe. Jika dijelaskan garis besar geometri euclid misal sinopsinya bukan berarti udah baca sinopsisnya kita bisa tahu dan udah menguasai oh gitu Geo euclid. Belajar bukan proses 1 malam tapi butuh waktu dan wisdom

  34. Saya miris liat para pendukung FE. Latar belakang pendidikan tidak sesuai tp argumen udah kaya yg paling ngerti tentang alam semesta.

    Pemikiran kalian tentang flat earth termasuk semua pembuktian-pembuktian yang kalian sampaikan melalui youtube itu membantah banyak teori ilmiah. Udah kalian kuasain semua ilmu-ilmu yang berkaitan ??

    Saran saya, kalian para pendukung FE belajar lebih giat lagi aja dulu. Kasian kalo prof diminta ngeladenin kalian dsini. Masih bagus prof thomas sabar ngadepin para FE ini.

    • Konfidensi orang yang “know nothing” jauh lebih besar dari para ahli sebenarnya. Hanya dengan menonton youtube, sudah seperti lulus S3 even seperti profesor.

      Saya hanya menganggap mereka itu orang yang putus asa terhadap sains, Sains terlalu rumit bagi mereka sehingga mereka mencoba menggiring opini bahwa Sains modern salah. Begitulah mereka mencari kesalahan-kesalahan.

      Sebenernya bagus Prof. Thomas memberi edukasi agar mereka yang tertarik dengan ilmu kosmologi astronomi suatu saat bisa kuliah pada jurusan ini sehingga akan banyak Prof2 baru dari Indonesia, tapi sayangnya Prof tidak memperhatikan bahwa mereka bukan tertarik pada Sains tapi lebih tertarik kepada “suka menyalahkan”.

  35. nasa… oh nasa…
    hebat sekali mereka bisa mengklaim ukuran benda benda angkasa, jarak diantaranya, bahkan kecepatannya. tapi blum bisa membuktikan hasil hitungan gerhana rutin melalui variable variable yang mereka klaim diatas.
    astronot mendarat dibulan aja dah banyak yg tau klo palsu.
    jika memang benar kenapa ga ada pendaratan astronot dibulan berikutnya??
    apalg pd saat itu teknologi blum secanggig sekarang, harusnya sekarang bukan hanya satu dua tiga astronot yg mendarat. tapi lebih dari itu smua.
    ayo teman teman kita berpikir…
    dari situ aja udah ketahuan jika nasa membuat kebohongan.
    dimulai dari kebohongan moon landing. trus di ikuti kebohongan2 selanjutnya. apa kita hrs percaya mentah2 ajaran nasa dan kosmologi modern???
    jika ada kejanggalan wajar klo kita bertanya. tetapi banyak pertanyaan kita yg masuk akal blum terjawab oleh para saintis kosmologi modern
    what’s wrong…

    • Saya baca, komentar-komentar di atas, menurut saya, ini bukan masalah benar atau salahnya suatu hukum atau rumus, tapi kecemburuan sosial,
      Rumus atau hukum gerhana hanya dijadikan alasan oleh orang yang “PERCAYA” bumi datar untuk menjukkan kecemburuan kepada pihak tertentu.

  36. Pak saya bukan aliran FE, tapi salahkah saya jika ingin tau perhitunganya?
    700M untuk jawab soal 1 saja masa harus lempar balik, klo terbukti pak, ini para FE pasti terdiam, haha

    • Saya sudah berikan sepenggal rumus perhitungannya. Fahami itu saja dulu, kalau masalahnya penggunaan jarak bumi-matahari, jarak bumi-bulan, jari-jari matahari, dan jari-jari bulan. Orang awam akan sulit memahami semua rumus hitungannya. Oleh karenanya, untuk awam yang menghendaki hasilnya (misalnya memprakirakan saat gerhana dan jalurnya), cukup gunakan aplikasi yang sudah ada. Kalau masih ingin tahu rumusnya, silakan ambil kuliah astronomi. Tidak mungkin saya jelaskan semuanya di sini. Dengan penjelasan sepenggal itu saja tidak faham bahwa yang ditanyakan sudah ada di rumus.

      • Mereka bertanya pada prof bukan untuk benar2 belajar tapi hanya untuk sekedar tahu dan di cari kesalahan2(mereka mempunyai forum sendiri). Waktu kuliah Math saya pernah di nasehati sama dosen saya, Bagaimana kamu bisa menyelesaikan permasalahan ini jika kamu sendiri tidak mencoba untuk mengerjakannya.

      • Yang sabar Prof

      • dilihat dari komen2 bapak, kalo saya di posisi FE sangat tidak mengenakkan… Pak jangan terlalu arogan, angkuh pak, karena dia atas langit masih ada langit… seperti nya semua orang FE bodoh betul,tak akan mampu paham apa yang bapak jabarkan… kami tak semua ingin jadi astronom pak, kenapa harus kuliah astronomi dulu kalo mau itung2an gerhana… kalau ada hitungannya mau selembar, dua lembar, seratus lembar akan kami pelajari pak… mau sehari, seminggu, sebulan, setahon… kenapa tidak anda jabarkan saja pak…

      • Yang saya heran padahal bapak prof sudah sebutkan buku referensi dan cuplikan rumus nya Prediction and Analysis of Solar Eclipse Circumstances” (by W. Williams, Jr., 1971) kenapa tidak kaum fe pelajari atau coba hitung dengan rumus tersebut.. Kalau memang bingung cba hitungan versi fe seperti apa?? Kan orang fe ada ilmuwan juga

    • hitungan diatas bukan macem rumus2 di SMA yang masukin angka dapet hasilnya, sy suka bantu orang skripsi yang satu bidang pun, banyak ga fahamnya. apalagi orang awam. klo belum pak bro blum kuliah, mnding rencanain masuk jurusan astronomi deh

  37. lihat sendiri pak. siapa yg sering merendahkan? orang2 FE apa bapak???
    bapak keliatannya orang yg sombong,angkuh, dan suka meremehkan orang lain…

    • Lebih angkuh mana dengan orang yang menyalahkan penelitian ilmiah puluhan tahun menyebutkan gravitasi itu ga ada, hanya berdasarkan video youtube?

    • yang sombong itu anda, beliau belajar bertahun2. anda mengklaim lebih pintar dari beliau padahal tidak pernah belajar astronomi ? anda kira ilmu yang beliau dapat setelah bertahun2 bisa anda kuasai dalam 1-2 bulan menonton youtube ? takabur kalau anda merasa begitu.

    • Wkwkwkwk, pak prof sudah sabar ngadepin para FE biar ga jauh tersesat. Penjelasan2 diatas aja ga kalian kerjakan. Maksud pak prof baik. Agar kalian sadar FE hanya dongeng, turut prihatin….

  38. Yang sabar prof, yang mereka inginkan bukan jawaban…

    Tapi hanya pembenaran dengan apa yang mereka klaim benar…

  39. pak di web nasa semua bacaan text saros dihilangkan pak komennya gimana nih saya jadi bingung

  40. kok gak dijawab pak prof betul gak tuh klo ngitunya pake inti bumi bola itu gak berpengaruh dg rotasi bumi karna namanya inti ada ditengah klo rotasi juga inti ya gak berubah posisinya.baru untuk pengamat dikonversi lagi kepermukaan bumi.fe itu bingung kenapa bapak make rumus yang buminya diam.padahal bumi rotasi atau gak ya gak ngaruh lawong yg di itung intinya.bwtul begitu gak pak klo salah ya maap.

  41. Nih cari sendiri papernya terus telaah sendiri : The 2016-2100 total solar eclipse prediction by using Meeus Algorithm implemented on MATLAB by A Melati and S Hodijah

  42. Nah buat yang udah ngebalas komentar komentar para FLAT EARTH, saya mau nanya, yg namanya perhitungan itu gimna ya ??
    setau saya yang namanya perhitungan itu ada angka ada operasi baik itu penjumlahan atau apapun itu dan akhirnya ada hasil.
    pertanyaan kaum flat earth cukup sederhana, hanya menghitung siklus gerhana berdasarkan angka yg ada.
    #berhitung itu simple..

    nah buat kalian yg selalu nge just kaum flath earth itu bodoh dan belajarnya hanya dari youtube, saran saya cukup mudah kok, karena mereka hanya hafam dari youtube, kenapa anda gak buat video penjelasan mengenai gerhana beserta hitungannya kemudian di upload di youtube ??
    mungkin kaum flath earth akan mudah mengerti.
    ini ditanya perhitunga malah ngasih software, software itu bahasa pemrograman yang dapat kita buat sesuai keinginan kita, saya orang IT, mendalami mengenai perangkat lunak dan beberapa baha pemrograman. jadi simplenya yg namanya software itu dibuat sesuai keingininan si creator.
    jadi ya bebas aja mau dibuat gimana, mau dibuat gerhana bumi juga bisa tinggal masukkan bahasa programmnya.
    so simple.

    #cuma nanggapi aja.
    #bukan kaum flat earth.
    #tetap ikut globe earth.
    #hanya mau tau kebenaran.

    nah saran saya buat profesor, jawab aja apa yg diinginkan flat earth, buat aja perhitungan gerhananya (bukan perhitungan diatas ya, soalnya itu bukan perhitungan gerhana saya tau :D), ngerti ga ngerti itu urusan belakangan, kan banyak yg bilang flat earth itu bodoh buat aja yg anda tau hahahhaha…
    ntar kalau benar anda bisa buat perhitungannya yakin dan percaya komunitas flat earth indonesia akan bubar.

    bener ga yang saya bilang flat earth ??
    kalau udah dijawab dan benar kalian bubar kan ??
    kalau ga dijawab ya jangan salahin flat earth, soalnya mereka benar juga menurut saya.
    LAPAN di beri 700M masa ga bisa jawab gitu aja.. 😀

    buat professor jangan balik nanya ke mereka gimna perhitungan mereka, mereka ga punya perhitungan, kalaupun ada perhitungan mereka paling mereka cuma menghitung gerhana berdasarkan angka yang ada selama ini alias perhitungan gerhana versi globe earth, nah setelah mereka menghitung itu mungkin mereka sadar bahwa apa yg mereka hitung salah makanya mereka bertanya pada anda. tugas anda mudah hanya membuat perhitungan yg anda tau (so simple).

    nah sepertinya saya sudah komentar terlalu panjang, mohon untuk menanggapi satu sam alain.
    saya hanya membuka jalan (memberi solusi) kepada kedua bela pihak.
    semoga fikirannya terbuka.

    buat kaum globe earth semangat mencari jawaban !!
    buat kaum flat earth pantang menyerah !!

    buat yang independen seperti saya ayo kita ikuti perkembangan ini hhahahahhaha….

    hidup INDEPENDEN !!! 😀

    • Perhitunganya sudah ada di dalam algoritma pada aplikasi gerhana, misalnya yang hasilnya ditampilkan di https://eclipse.gsfc.nasa.gov/eclipse.html.
      Kalau mengerti bahasa program, mestinya juga mengerti algoritma yang merupakan rangkaian perhitungan dengan rumus-rumus yang banyak dan sering kali dirangkaikan dengan beberapa sub-routin untuk menghitung bagian-bagian perhitungan yang dihitung tersendiri. Para penggemar FE hanya mengmbayangkan hitungna gerhana sesederhana perhitungan Phytagoras, cukup memasukkan angka-angka diameter matahari dan bulan, jarak bumi-matahari dan jarak bumi-bulan.

  43. maaf tulisannya agak kacau, soalnya ngetiknya terlalu cepat hahahha.

  44. hadeh, gambar2 diatas dari segi skala saja sudah salah. Prof. kalau anda ngerti skala jarak yang sesungguhnya, betapa mustahilnya perhitungan itu diaplikasikan, terutama kepada program2 3D atau semacamnya. Silahkan anda cari mahasiswa yang risetnya menggunakan software 3D sebagai sarana pengujian, saya yakin angka-angka tersebut ga bakalan bisa ciptain pola gerhana yang seperti anda tunjukkan diatas. SKALA !

  45. Jika gerhana matahari disebabkan oleh cahaya matahari yg tertutup bulan, berarti belahan bumi malam ga ada bulannya dong pak? Kan bulannya sedang menutupi matahari

  46. Pagi pak..
    Saya harap bapak sudah menonton video fe101 episode 11
    Apakah perhitungan jarak bumi-bulan dan matahari-bumi pada video disana salah?
    Bulan terbit 2 menit dengan asumsi bulan terbit karena buminya berputar pada porosnya sehingga didapat (2menit/(24jamx60menit))x360drajat = 0,5drajat langit
    Pertanyaan : Kok gerakan bulan mengelilingi buminya nggak dihitung?

    Kemudian ketika gerhana bulan selama 3 jam diasumsikan karena bulan masuk bayang-bayang bumi. sehingga didapat (3jam/(30harix24jam))x360drajat = 1,5drajat langit
    Pertanyaan : apakah selama 3 jam bumi ngk berotasi. ?
    Skarang pergerakan bulannya dihitung, tpi buminya dianggap diam, tidak berotasi…
    Itu 30 hari pada bulan apa? padahal 1 kali revolusi bulan adalah 29,5 hari.

    Kemudian didapat diameter bumi adalah 1,5derajat langit dan diameter bulan 0,5 derajat langit (diameter bumi = 3diameter bulan). Kemudian dikoreksi karena pada saat gerhana bulan bayangan bumi hanya ada 3/4nya yang menutupi bulan(umbra)
    sehingga didapat diameter bumi adalah 1,5/0,75= 2 drajat langit.
    Pertanyaan : Darimana angka 3/4 itu?

    Kemudian didapat diameter bulan perhitungan
    Diameter bulan / derajat langit = diameter bumi/ derajat bumi
    jika dan hanya jika
    Diameter bulan = diameter bumi x(derajat bulan/derajat bumi)
    = 12.742km x (0,5/2)
    = 3.185,5km

    Kemudian didapat jarak bumi-bulan.
    2 x phi x jarak bumi-bulan = (diameter bulan / 0,5 drajat) x 360
    jarak bumi bulan = 364,884,55 km

    Apakah cara perhitugan saya salah Pak?

    Disini kita ngk usah bicara tentang gerhana. kalau jarak bulannya sudah salah, jarak ke mataharinya juga pasti salah karena pengukuran jarak matahari dengan menghitung cos a= jarak bulan / jarak matahari. pada saat bulan setengah…….

    Kita disini ngk bahas fe atau ge. yang dibahas jarak bumi,bulan, dan matahari

    Saya dari jurusan matematika universitas negeri malang pak. Jadi jangan ada kata perhitungan rumit pak…..

    Trimakasih Pak……

  47. nanya ke om tentang cara “MENGHITUNG” kapan terjadi gerhana matahari sampe berulang ulang, kalian ini gimana sih.. jelas jelas udh di jawab ama om nya.. “PENGAMATAN”..
    sekali lagi “PENGAMATAN”..dan itu udh dijawab sama siom berulang kali..
    kalaupun nanti ketemu si om buat di ajari..
    anda akan di ajari cara mengamati kapan gerhana bakalan terjadi..

  48. Rumus sepertinya udah diberi oleh pak tdjamaludin, dan sudah applikasi yang tinggal guna, dan disana bisa menghitung bukan siklus, tapi tahun, bulan, hari, jam, menit, detik kapan gerhana akan terjadi, cakupannya, dan bla bla, sekali lagi itu bukan siklus sharos, karena untuk siklus sharos saya kira tidak ada info sampai detik, cakupan, luas terdampak dll. Kalau ingin bukti hitungan, bukankah aplikasi dibuat dengan landasan hitungan dan bukan berdasar siklus?

    Anggaplah siklusnya sudah benar, 18 tahun lebih, lalu bisakah siklus tepat dengan jam s/d detik, dan samakah lintasan dan cakupannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: