Perhitungan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1437 H dan Kalender 1438 H


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Tim Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI

 

Untuk persiapan dan antisipasi kemungkinan terjadi perbedaan karena belum disepakatinya kriteria awal bulan Hijriyah di Indonesia, berikut ini hasil perhitungan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1437 H dan Kalender 1438 H berdasarkn tiga kriteria yang digunakan oleh NU (kriteria tinggi minimal 2 derajat) , Muhammadiyah (kriteria Wujudul Hilal), dan Persis (kriteria beda tinggi bulan-matahari minimal 4 derajat dan elongasi bulan minimal 6,4 derajat). Perhitungan menggunakan aplikasi Accurate Hijri Calculator  (AHC) yang dikembangkan Abdul Ro’uf dari Fisika Universitas Brawijawa.

Kepastian untuk Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah menunggu keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama RI.

Ramadhan 1437 H

Ramadhan 1437-1

Ramadhan 1437-2

Posisi bulan saat matahari terbenam di Palabuhan Ratu, 5 Juni 2016: Tinggi bulan 3o 40’, Elongasi 5o 54’, dan umur bulan 7 jam 45 menit. Kriteria Wujudul Hilal (digunakan Muhammadiyah, garis antara arsis merah dan putih) dan Kriteria MABIMS ketinggian bulan 2 derajat (digunakan di kalender NU dan Taqwim Standar Kementerian Agama, garis antara arsir putih dan biru) dan elongasi lebih dari 3 derajat menunjukkan pada saat maghrib 5 Juni 2016 bulan telah memenuhi kriteria, sehingga di kalender ditetapkan awal Ramadhan 1437 pada 6 Juni 2016. Tetapi menurut kriteria Hisab-Rukyat Indonesia (kriteria LAPAN 2010, digunakan oleh Persis, garis antara arsis merah dan hijau), pada saat maghrib 5 Juni 2016, bulan belum memenuhi kriteria awal bulan, jadi 1 Ramadhan 1437 pada 7 Juni 2016.

Catatan tambahan: Walau pun sebagian besar wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria, dalam Surat Edarannya tertanggal 19 April 2016 PP Persis mempertimbangkan posisi bulan di wilayah Aceh yang beda tingginya 4o 4’ dan elongasi 6o 28’ (6,47o) (pada batas kriteria, yaitu beda tinggi bulan-matahari 4o dan elongasi 6,4o). Dengan demikian, PP Persis menyatakan pada saat maghrib 5 Juni 2016 hilal telah imkan rukyat sehingga 1 Ramadhan 1437 ditetapkan 6 Juni 2016.

Syawal 1437 H

Syawal 1437-1

Syawal 1437-2

Posisi bulan saat matahari terbenam di Palabuhan Ratu, 4 Juli 2016: Tinggi bulan -1o 48’, artinya bulan belum wujud. Kriteria Wujudul Hilal (digunakan Muhammadiyah, garis antara arsis merah dan putih) dan Kriteria MABIMS ketinggian bulan 2 derajat (digunakan di kalender NU dan Taqwim Standar Kementerian Agama, garis antara arsir putih dan biru) dan menunjukkan pada saat maghrib 4 Juli 2016 bulan belum memenuhi kriteria, sehingga di kalender ditetapkan awal Syawal 1437 pada 6 Juli 2016. Demikian juga menurut kriteria Hisab-Rukyat Indonesia (kriteria LAPAN 2010, digunakan oleh Persis, garis antara arsis merah dan hijau), pada saat maghrib 4 Juli 2016, bulan belum memenuhi kriteria awal bulan, jadi 1 Syawal 1437 pada 6 Juli 2016.

 

Dzulhijjah 1437 H

Dzulhijjah 1437-1

Dzulhijjah 1437-2

Posisi bulan saat matahari terbenam di Palabuhan Ratu, 1 September 2016: Tinggi bulan -0o 56’, artinya bulan belum wujud. Kriteria Wujudul Hilal (digunakan Muhammadiyah, garis antara arsis merah dan putih) dan Kriteria MABIMS ketinggian bulan 2 derajat (digunakan di kalender NU dan Taqwim Standar Kementerian Agama, garis antara arsir putih dan biru) dan menunjukkan pada saat maghrib 1 September 2016 bulan belum memenuhi kriteria, sehingga di kalender ditetapkan awal Dzulhijjah 1437 pada 3 September 2016, Idul Adha 1437 pada 12 September 2016. Demikian juga menurut kriteria Hisab-Rukyat Indonesia (kriteria LAPAN 2010, digunakan oleh Persis, garis antara arsis merah dan hijau), pada saat maghrib 1 September 2016, bulan belum memenuhi kriteria awal bulan, jadi 1 Dzulhijjah 1437 pada 3 September 2016, Idul Adha 1437 pada 12 September 2016.

 

Kalender 1438 H

Kalender 1438 H

Iklan

5 Tanggapan

  1. […] Kriteria sepihak hanya berlaku untuk kelompoknya. Seperti yang saat ini terjadi, kalender Muhammadiyah, NU, Persis, dan ormas-ormas Islam lainnya didasarkan pada kriteria masing-mas…. […]

  2. pak Thomas Djamaluddin ,kalender hijriyah internasional yang berbasiskan IDL!.(posisi pengamatan magrib di garis batas perubahan hari)
    berdasarkan hisab yang di ajarkan rasullulah saw bahwa awal bulan untuk tahun hijriyah 1438 adalah :
    1 muharam = 3 oktober 2016
    1 safar = 2 nopember 2016
    1 rabiul awal = 1 desember 2016
    1 rabiul akhir = 31 desember 2016
    1 jumadil awal = 29 januari 2017
    1 jumadil akhir = 28 pebruari 2017
    1 rajab = 29 maret 2017
    1 sa’ban = 28 april 2017
    1 ramadan = 27 may 2017
    1 sawal = 26 juni 2017
    1 zulkaidah = 25 juli 2017
    1 zulhijah = 24 agustus 2017

  3. Kesimpulannya:
    Semakin besar kriteria tinggi bulan semakin melenceng jauh perhitungan kalendernya.

    Solusinya kembali ke Al-Quran:
    “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS 36:40)

    #Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan.
    Artinya: Bulanlah yang mengejar matahari, ini adalah kepastian dari ALLAH. Dapat dilihat maupun tidak.
    Ijtimak garis startnya dan ufuk garis finisnya. Matahari terbenam lebih dulu daripada bulan.

    # dan malam pun tidak dapat mendahului siang.
    Artinya: Tanggal baru dimulai setelah matahari terbenam karena tidak mungkin ada malam sebelum matahari terbenam.

    #Masing-masing beredar pada garis edarnya
    Artinya: Matahari mengelilingi galaksi dan bulan mengelilingi bumi.

    Al-Quran bukan kitab SCIENCE tapi kitab yang berisi SIGN dari ALLAH.

  4. mohon data informasi posisi hilal untuk awal ramadhan 1438 H

    • Ini data rukyat untuk Mamuju, dihitung dengan Accurate Time:
      By the Name of Allah
      Islamic Crescents’ Observation Project
      Accurate Times 5.3, By Mohammad Odeh

      * Settings:-
      – Calculations for Ramadan 1438 AH Waxing Crescent (New, Evening).
      – Crescent Visibility on: Friday 26/05/2017 CE
      – Calculations are Done at Sunset Time at: 18:10 LT
      – Calculations are Topocentric.
      – INDONESIA Mamuju, Long: 118:51:44.0, Lat: 02:40:07.0, Ele:10.0, Zone:8.00
      – Summer time is: Off
      – Height above mean sea-level affects rise and set events.
      – Refraction Settings: Temperature: 29 °C Pressure: 996 mb
      – Delta T: 70.22 Second(s)
      ==============================================================================

      – T. Conjunction Time: 26/05/2017 CE, 02:44 LT
      – Julian Date at Time of Calculations: 2457899.92333

      – Sunset: 18:10 LT T. Moon Age: +15H 25M
      – Moonset: 18:45 LT Moon Lag Time: +00H 36M

      – T. Moon Right Ascension: +04H 48M 38S T. Moon Declination: +17°:41′:00″
      – T. Sun Right Ascension: +04H 13M 43S T. Sun Declination: +21°:11′:25″

      – T. Moon Longitude: +72°:58′:12″ T. Moon Latitude: -04°:42′:11″
      – T. Sun Longitude: +65°:21′:07″ T. Sun Latitude: +00°:00′:00″

      – T. Moon Altitude: +07°:13′:01″ T. Moon Azimuth: +287°:29′:39″
      – T. Sun Altitude: -00°:54′:02″ T. Sun Azimuth: +291°:15′:44″

      – T. Relative Altitude: +08°:07′:03″ T. Elongation: +08°:56′:44″
      – T. Relative Azimuth: -03°:46′:05″ T. Phase Angle: +171°:02′:00″

      – T. Crescent Width: +00°:00′:12″ T. Moon Semi-Diameter: +00°:16′:46″
      – T. Illumination: 00.61 % G. Horizontal Parallax: +01°:01′:22″

      – T. Magnitude: -04.86 G. Distance: 357339.57 Km

      – According to Odeh Criteria, using the following values at Best Time:
      * Moon-Sun Topocentric Relative Altitude =+08°:10′:42″ (08.2°)
      * Topocentric Crescent width = +00°:00′:13″ (0.21′)
      * q = 2.31

      * The Crescent Visibility is: Visible With Optical Aid, Could Be Seen By Naked Eye.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: