Optimis Satukan Penanggalan Umat


Majalah Ummi, April 2015/1436, memuat wawancara saya di rubrik “SosoK”

Sosok-1

Sosok-2

Iklan

4 Tanggapan

  1. -Bismillahirrahmaanirrahiim
    Assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,
    Sesungguhnya penanggalan kalender hijriyah sampai saat ini masih satu dan masi relevan untuk di trapkan .
    hanya yang bikin keliru itu adalah banyak orang pintar yang menghitung (hisab) dengan cara dia masing-masing , sehingga terjadi banyak perbedaan seperti pada saat ini.
    dan lagi pula kalender hijriyah itu tersusun berdasarkan hisab , sedangkan pengamalan ibadah berdasarkan rukyat (jelas dan bisa di yakini)
    nah … orang selalu ingin bahwa penanggalan kalender hijriyah harus sama dengan tanggal pengamalan ibadah
    jelas tidak bisa laaaaah.!!
    selengkapnya ada di http://rotasibulan.blogspot.com/

  2. -Bismillahirrahmaanirrahiim
    Assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,
    Sejalan dengan pendapat “Dr. Nidal Qasim tanggal 17-04-2009 ) yaitu kalender yang membagi dunia menjadi dua zona tanggal: Zona Timur dan Zona Barat”
    Memang benar di dalam pengamalan ibadah di atas bumi ini waktunya terbagi 2 zona :
    1 zona barat yaitu dari mekah dan sewaktu dengan nya ke arah barat sampai ke IDL di lautan samudra pasifik.
    2 zona timur yaitu dari mekah dan sewaktu dengan nya ke arah timur
    sampai ke IDL di lautan samudra pasifik.
    jadi zona barat akan selalu sama waktu pengamalan ibadahnya dengan penanggalan kalender hijriyah internasional (global)
    dan zona timur terlambat satu hari dari zona barat (kalender hijriyah internasional (global) dalam waktu pengamalan ibadahnya (istikmal)

  3. KALENDER HIJRIYAH INTERNASIONAL GLOBAL
    Pembuatan kalender Hijriyah global harus memahami dua pokok utama sisi pandang.
    1) Gerak bulan,matahari dan bumi, memang segagai petunjuk bahwa pembatas dari bulan ke bulan berikut nya adalah saat bulan berada diantara bumi dengan matahari dan segaris (ijtimak/kunjungsi)
    2) Gerak rotasi bumi terhadap sumbunya yang mengakibatkan terjadi nya siang dan malam serta bergantinya hari dan tanggal dalam masa tenggang waktu 24 jam.
    Dalam pembuatan kalender hijriyah kita harus bisa memposisikan dua sisi pandang tersebut dengan benar.
    Memang menurut ilmu Astronomi sebagai pembatas dari bulan ke bulan berikut nya adalah saat ijtimak(kunjungsi) dalam artian apabila bulan telah bergeser dari ijtimak(kunjungsi) telah masuk bulan baru di seluruh bumi, ini berarti kita berpijak di angkasa yang tidak mengenal siang dan malam serta tidak mengenal perubahan hari dan tanggal.
    Tetapi untuk kalender hijriyah Global kita harus berpijak di bumi, tentu kita harus mengikuti penomena alam yang terjadi di bumi yaitu terjadinya siang dan malam serta bergantinya hari dan tanggal dalam rentang waktu 24 jam tersebut.
    DALAM ARTIAN DENGAN TELAH TERTINGGAL NYA BULAN OLEH MATAHARI TIDAK SEMERTA-MERTA DI SAAT ITU JUGA TELAH MASUK BULAN BARU DI SELURUH PERMUKAAN BUMI WALAUPUN SUDAH TERBENAM MATAHARI (MAGRIB) DI DAERAH TERSEBUT.SEBAB BELUM MELEWATI GARIS BATAS PERGANTIAN HARI DAN GANGGAL.

  4. […] Wawancara dengan Pak Thomas Djamaluddin tentang penyatuan kalender Islam di blog beliau […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: