Problema Rukyat “Hilal” Qobla Ghurub Bisa Terjadi Sebelum Wujudul Hilal


T. Djamaluddin

LAPAN

Elsasser-27 Juni 2014

Pengamatan bulan sabit siang hari oleh Elsasser – Sumber ICOP

 

Beberapa kalangan berharap pengamatan bulan sabit siang hari menjadi solusi. Mereka menyebutnya teknik “astrophotography” (yang makna asalnya adalah fotografi astronomi, istilah yang umum dalam astronomi untuk pengamatan segala objek langit) atau “Rukyat Hilal Qobla Ghurub” (RHQG). Mereka menganggap itulah solusi pemersatu hisab wujudul hilal dengan rukyatul hilal. Padahal bulan sabit siang hari bukanlah hilal penentu awal bulan.

Ketika ada potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1435/2014, mereka berupaya mencari bukti “hilal” siang hari sebagai bukti kesaksian rukyat yang mereka anggap sebagai pembenaran hisab wujudul hilal yang memutuskan awal Ramadhan 1435 jatuh pada 28 Juni 2014. Enam titik pengamatan pun disebar di beberapa wilayah Indonesia untuk mencari “Hilal” Qobla Ghurub. Kabarnya di Semarang mereka berhasil mengamati “hilal” siang itu, tetapi tidak ada satu pun citra “hilal” yang dipublikasikan. Kemungkinan memang tidak diperoleh citranya, karena dari Indonesia posisi bulan masih terlalu dekat dengan matahari. Kabar gembira datang dari Jerman. Di antara mereka ada yang mengira bahwa rukyat bulan sabit siang hari yang dilakukan Elsasser di Jerman pada 27 Juni 2014 sebagai bukti pendukung benarnya keputusan mengawali Ramadhan 1435 pada 28 Juni 2014. Benarkah?

Di situs International Crescents’ Observation Project (ICOP) diungkapkan kesaksian Elsasser

"The weather cleared around one hour after conjunction with good enough skies. As the moon would set before the sun today i had to observe during the day. I used an optimized imaging system to observe the young crescent, starting around 11:00 (UT+2). The imaging system allowed to detect the crescent, despite the elongation from the sun being less than 5.5°. The difference in brightness between the crescent and the background was initially well below 1% so quite impossible to see with the eye. I did not even try visual observation under these conditions.
I could first detect the crescent around 11:20 but it was not very clear. Another gap around 13:00 provided a better view. I had to use a star-diagonal for the second series so the crescent orientation is now inverted."

 

Hasilnya adalah citra bulan sabit:

Bulan sabit 27 Juni 2014-Elsasser

Bulan sabit itu teramati pada 27 Juni 2014, pukul 12:54:45 waktu Jerman (17:54:45 WIB). Ijtimak/konjungsi/bulan baru terjadi pada pukul 10:10:33 waktu Jerman (15:10:33 WIB). Jadi itu memang bulan sabit sesudah ijtimak.

Apakah itu hilal awal Ramadhan 1435? BUKAN. Itu bukan hilal, karena hilal semestinya diamati sesudah maghrib.

Apakah itu bisa dijadikan pembenaran untuk pengguna wujudul hilal bahwa awal Ramadhan 1435 jatuh pada 28 Juni 2014? TIDAK BISA. Di Jeman, saat maghrib “hilal” belum wujud. Seperti diungkapkan sendiri oleh Elsasser

"As the moon would set before the sun today i had to observe during the day." (Karena bulan akan terbenam sebelum matahari hari ini saya harus mengamati siang hari).

Peta visibilitas hilal lebih jelas menunjukkan bahwa di Eropa pada saat maghrib 27 Juni 2014, bulan sudah berada di bawah ufuk (arsir merah). Artinya, dengan kriteria wujudul hilal ala Indonesia pun, di Jerman awal Ramadhannya BUKAN 28 Juni 2014. Aneh kalau memaksakan kesaksian di Jerman yang belum wujud hilalnya (menurut kriteria WH) untuk membenarkan penetapan WH di Indonesia.

Ramadhan 1435-ICOP

Jadi, rukyat bulan sabit siang hari (qobla ghurub) bukan solusi. Bulan sabit siang hari bukanlah hilal. Bulan sabit siang hari pun bisa terjadi sebelum ijtimak. Kalau pun terjadi sesudah ijtimak, mungkin juga terjadinya sebelum “wujudul hilal” yang kita kenal di Indonesia. Alih-alih menjadi pembenaran wujudul hilal dan menawarkan solusi, pengamatan bulan sabit siang atau RHQG berpotensi membuat masalah baru.

 


		
Iklan

5 Tanggapan

  1. Reblogged this on Naneyan's Blog.

  2. Yang saya tahu astrofotografi adalah untuk membuktikan dalam bentuk visual bahwa ijtima sudah terjadi , tidak hanya terbukti dalam bentuk hitungan / hisab semata, untuk bisa menjadi bahan kajian bersama. Tetapi bukan berarti harus menganggap sebagai sesuatu yang membikin masalah baru, padahal ini dalam koridor keilmuan dan juga bukan berarti harus menyimpulkan tentang pembenaran atas kriteria yang anda anggap usang. Karena saya yakin bahwa anda menentukan imkanur rukyah 4 derajat atau 2 derajat sekalipun itu juga atas dasar data statistik hasil hisab dan rukyat. Apakah Rasulullah SAW juga menentukan bahwa visibilitas hilal harus sekian dan sekian serta harus pada saat ghurub ??? Inna ummatun ummiyatun laa naktubu wa laa nahsubu.
    Wallahu a’lam

  3. […] Astrofotografi mendefinisikan hilal BISA terjadi SIANG HARI, meskipun tentu saja TIDAK SEMUA bulan sabit siang hari adalah HILAL. Lantas, ada pelaku imkanur rukyat yang mengatakan hal itu salah: ‘’Apakah itu hilal awal Ramadhan 1435? BUKAN. Itu bukan hilal, karena hilal semestinya diamati sesudah maghrib.’’ [https://tdjamaluddin.wordpress.com/2014/06/30/problema-rukyat-hilal-qobla-ghurub-bisa-terjadi-sebelum…] […]

  4. maaf banget pak, tulisan bapak dibantah sama widget islamic calender di blog bapak yg di kolom sebelah kanan. 1 Ramadhan 1435 H = 28 Juni 2014. Itu waktunya GMT +7 loh pak, coba di cek 🙂

    • Baca penjelasan di atasnya. Kalender pada widget tersebut berdasarkan kalender Ummul Quro yang digunakan di Arab Saudi. Kalender Ummul Quro adalah kalender muamalah yang tidak digunakan dalam penentuan waktu ibadah. Untuk penentuan ibadah Ramadhan, Arab Saudi menetapkan 1 Ramadhan 1435 = 29 Juni 2014. Silakan baca http://www.icoproject.org/icop/ram35.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: