Memahami Badai Tropis Dahsyat Haiyan


T. Djamaluddin

Deputi Sains (Membawahi Pusat Sains Atmosfer), LAPAN

Haiyan_2013-11-07_0420Z

Citra badai super Haiyan (dari NASA).

Badai tropis dahsyat (super typhoon) Haiyan baru saja meluluhlantakkan Filipina pada dini hari 8 November 2013 dengan jumlah korban jiwa ribuan orang. Dengan embusan angin mencapai 315 km/jam (hampir 3 kali kecepatan mobil tercepat di jalan tol) disertai hujan deras, bisa kita fahami dampaknya mirip tsunami. Bagaimana bisa terjadi? Hangatnya lautan Pasifik di Timur Laut Papua disertai dinamika atmosfer di sekitarnya menjadi bibit pertumbuhan badai tropis ini. Mari kita fahami mekanismenya.

Mekanisme terjadinya badai tropis sudah saya jelaskan di blog saya ini. Secara umum badai tropis terjadi karena terbentuknya daerah tekanan rendah yang dipicu permukaan air laut yang hangat. Selanjutnya, daerah tekanan rendah itu berkembang menjadi badai tropis yang makin kuat kemudian meluruh lagi, bergantung pada dinamika atmosfer di wilayah tersebut.

Bibit badai tropis Haiyan terbentuk pada 2 November di lautan Pasifik sebelah Timur Laut Papua yang memang lebih hangat. Inilah yang menjadi alasan badai tropis masih berada di Utara ekuator walau matahari sudah berada di belahan Selatan.

SST Okt-Nov 2013

Data suhu muka laut menghangat di Timur Laut Papua (Data: http://www.esrl.noaa.gov/psd/map/clim/sst.shtml).

Daerah tekanan rendah di Timur Laut Papua kemudian berkembang menjadi badai tropis yang kekuatannya terus bertambah. Puncaknya terjadi saat melintasi Filipina pada 8 November dini hari. Menurut Pusat Peringatan Topan AS (JTWC) di Hawai, kekuatan embusannya mencapai 379 km/jam (hampir 3 kali lebih cepat dari mobil tercepat di jalan tol). Jadi bisa dibayangkan dampaknya pun luar biasa. Berikut ini jejak pertumbuhan dan pergerakannya.

Haiyan-Track weather.com.ph

Jejak badai tropis Haiyan sejak daerah tekanan rendah (Depresi Tropis) sampai menjadi badai (Sumber: weather.com.ph)

Pergerakan badai tropis bisa diikuti dari citra satelit MTSAT yang dipantau LAPAN. Berikut ini pertumbuhan dan pergerakannya ditunjukkan pada rangkaian citra awan sejak 2 November 2013 (klik citra untuk menampilkan animasinya). Perhatikan pertumbuhan badai dimulai dari Timur Laut Papua (tepi kanan agak atas):

20131102_wib_a

20131102_wib_b

20131103_wib_a

20131103_wib_b

20131104_wib_a

20131104_wib_b

20131105_wib_a

20131105_wib_b

20131106_wib_a

20131106_wib_b

20131107_wib_a

20131107_wib_b

20131108_wib_a

Inilah puncak kekuatan badai dengan hujan sangat deras dan angin luar biasa kencangnya, terjadi dini hari ketika melintasi Filipina. Awan yang disimbolkan dengan warna merah adalah awan yang sangat tebal yang mencurahkan hujan sangat deras. Selepas Filipina, badai mulai melemah.

20131108_wib_b

20131109_wib_a

20131109_wib_b

20131110_wib_a

Iklan

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: