Inspirasi Ramadhan di Salman-TV: Bijak Dalam Perbedaan Penanggalan


Catatan:

Masjid Salman ITB merintis Salman-TV. Salah satu program perdananya adalah acara Inspirasi Ramadhan dengan narasumber T.Djamaluddin. Berikut tayangan Salman-TV dalam empat sesi yang videonya bisa disimak di Youtube.

 

Inspirasi Ramadhan (Irama) adalah program Panitia Pelaksana Program Ramadhan 1434 H yang diadakan setiap ba’da Ashar di 2 pekan pertama Ramadhan. Program ini menampilkan para pembicara yang inspiratif dengan beragam latar belakang dan kompetensi. Untuk episode ini menampilkan Prof.Dr. Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dari LAPAN yang juga alumni Salman ITB.

Sesi 1:

Sesi 2:

Sesi 3:

Sesi 4:

4 Tanggapan

  1. Narsis jg rupanya prof ini haha. Cuma sayang ilmunya dah tinggi tapi nentuin hari raya masih harus tunggu h-1..pdhl nentuin gerhana aja dah bisa jauh2 hari sebelumnya..Kalau yg bergelar prof aja perilakunya begini, gmn yg (maaf) kejar paket A ya..

    • Ibarat berangkat haji memilih naik unta (mempertahankan perilaku jaman dulu [RH]) daripada naik pesawat (berubah perilaku sesuai masa kini [IR]) karena dianggapnya cara lama tersebut yang sesuai sunnah…pesawat hanya (boleh) dipakai untuk perjalanan dinas/komersil, adapun untuk perjalanan ibadah/perang jihad tetap harus pakai unta meskipun saat ini keberadaan umat Islam telah berkembang dan tersebar ke seluruh penjuru dunia …

      Sama dengan keharusan menunda penentuan waktu ibadah hari raya sampai H-1/H-2 (perilaku jaman dulu yang seolah2 meniadakan keberadaan kalender) daripada menggunakan dasar kalender prediktif (perilaku masa kini) karena dianggapnya cara lama tersebut yang sesuai sunnah (padahal justru cara yang baru lah yang lebih sesuai Sunnah & Qur’an)…Kalender hanya boleh dipakai untuk tanggal gajian dan upacara tujuhbelasan, adapun untuk urusan ibadah puasa, takbir, sholat ied, haji, qurban tidak boleh berdasarkan kalender melainkan harus menunggu ditentukan pada H-1/H-2…

      Jadinya tidak akan dikenal istilah kalender dalam urusan ibadah sampai kapan pun, padahal kelender administrasi sudah ditentukan secara baku untuk ribuah tahun mendatang berdasarkan perhitungan komputerisasi…kalaupun ada istilah kalender untuk ibadah maka sejatinya itu tidak bisa disebut kalender karena masih bersifat tentative (ditentukan berdasarkan perilaku lama [RH pada H-1/H-2]),dan bertentangan dengan sifat kalender yang prediktif dan baku.

      Sebuah sekurelisasi yang sangat tidak mencerahkan yang justru tidak sejalan dengan visi blog profesor untuk pencerahan…

      Ayo prof lakukan gebrakan dan pelopori serta kampanyekan penghapusan cara lama yang usang untuk pencerahan umat! Lakukan kesepakatan kriteria hisab di awal waktu, bukan pada H-1/H-2! Jangan jadikan RH pada H-1/H-2 sebagai penentu tanggal hari raya. Tinggalkan perilaku umat jaman dulu yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi jaman sekarang!

    • Jadinya prof ini spt org yg berwawasan Boeing atau Airbus tp berperilaku jaman kuda gigit besi

  2. Bijak dalam menyikapi perbedaan akan membuat kita semakin kuat dan dihargai oleh orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: