Memahami Hujan di Akhir Pancaroba dan Potensi Kemarau Basah 2013


T. Djamaluddin

Deputi Sains, LAPAN

Membawahi Pusat Sains Atmosfer, LAPAN

Awan 30 Mei 2013 siang

Awan 30 Mei 2013 malam

(Data satelit cuaca MTSAT yang dikompilasi LAPAN, klik untuk menampilkan animasi pertumbuhan dan pergerakan awan)

Sampai akhir Mei hujan masih mengguyur banyak wilayah di Indonesia. Lalu kapan akan memasuki kemarau?

Indeks Monsson Mei 2013

Angin 31 mei 2013

Secara umum, pola angin di Indonesia sudah mengarah ke musim kemarau. Indeks monsoon Indo-Australia sudah negatif yang artinya angin mulai bertiup dari arah Timur menuju ke Barat, lalu berbelok ke Utara. Pola angin seperti itu mendorong ITCZ (Intertropical Convergence Zone, zona konvergensi antartropik) ke arah Utara. Itu artinya gugusan besar awan mulai bergerak ke Utara yang menggindikasikan musim kemarau segera mulai. Namun mengapa hujan masih terus mengguyur?

TRMM-Mei 2013

(Anomali Curah Hujan selama Mei 2013, dari TRMM NASA)

Data satelit pemantau curah hujan, TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) NASA (lihat gambar di atas) memang menunjukkan selama bulan Mei 2013 wilayah Indonesia lebih banyak hujan daripada biasanya (ditandai dengan warna hijau-biru). Masih seringnya terbentuknya daerah tekanan rendah di sekitar Indonesia (lihat peta angin) juga memicu daerah pembentukan awan yang cukup intensif mencurahkan hujan. Mengapa itu bisa terjadi?

SST akhir Mei 2013

(Dari http://www.ncdc.noaa.gov/oa/climate/research/sst/weekly-sst.php )

Suhu permukaan laut sekitar Indonesia yang lebih hangat dari biasanya (ditandai dengan warna kuning-coklat pada gambar di atas) memicu penguapan yang lebih intensif dan memicu terbentuknya daerah tekanan rendah. Itulah yang menyebabkan pembentukan awan masih cukup aktif dan hujan masih mengguyur wilayah Indonesia.  Lalu apakah berlanjut pada musim kemarau mendatang?

Nino34-2013-BoM Australia

IOD-2013-BoM Australia

Prakiraan suhu permukaan laut Pasifik (daerah pantau NINO 3.4.) sampai akhir tahun 2013 menunjukkan dalam keadaan normal. Sementara suhu permukaan samudera Hindia yang diindikasi dengan indeks IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan wilayah laut Indonesia lebih hangat daripada samudra Hindia Barat. Maknanya, potensi pembentukan awan akan lebih banyak daripada biasanya di wilayah Indonesia. Dengan kata lain, potensi kemarau basah seperti 2010 akan berulang.

Iklan

3 Tanggapan

  1. kayaknya sedang terjadi akhir2 ini

  2. Reblogged this on Naneyan's Blog.

  3. […] ini dipaparkan cukup jelas di blog milik Thomas Djamaluddin, Deputi Sains di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: