Mengapa Satu Pekan Tujuh Hari


T. Djamaluddin

Peneliti LAPAN

[Dicuplik dengan penyempurnaan dari buku saya untuk anak-anak dan remaja, “Bertanya Pada Alam”, ShofieMedia, 2006]

Bertanya Pada Alam

Sains adalah akumulasi pengetahuan manusia yang diformulasikan melalui metode ilmiah. Sains tidak bisa diklaim atau diberi label kelompok tertentu, sehingga tidak ada sains Barat, sains Islam, atau sains lainnya. Silakan browsing sejarah asal usul tahun, bulan, pekan, hari, jam, menit, dan detik, kita akan tahu bahwa semuanya adalah kontribuasi banyak budaya, antara lain budaya Babilonia, Mesir, India, Cina, Arab-Islam, Barat modern, dan banyak budaya lainnya.  Budaya dengan matematika berbasis 60 ternyata banyak digunakan pada awal perkembangan sains yang melahirkan konsep jam/derajat, menit, dan detik dengan kelipatan 60. Kepercayaan juga sering mewarnai konsep pemahaman alam sehingga astronomi dan astrologi dahulu bersatu. Berikut ini sekadar contoh, bahwa konsep sepekan 7 hari berawal dari pemahaman konsep 7 langit dalam astronomi lama dengan  penguasanya yang dianggap sebagai dewa dan  mempengaruhi bumi dan manusia dari jam ke jam.

Mengapa sepekan ada tujuh hari? Itu bermula dari keyakinan orang-orang dahulu bahwa tujuh benda langit utama mempengaruhi bumi dan manusianya. Ini selanjutnya dikaitkan dengan kepercayaan adanya tujuh langit. Di langit pertama ada bulan. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.

Orang-orang dahulu percaya bahwa ketujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu. Mungkin juga pemilihan tanggal 1 Januari tahun 1 Masehi terkait dengan konsep ini, tidak terkait kelahiran Yesus Kristus atau hari Natal.

Jam ke dua dipengaruhi oleh Jupiter. Selanjutnya Mars, Matahari, Venus, Merkurius, Bulan, Saturnus, Jupiter, dan seterusnya berulang lagi. Kemudian pada pukul 24 dipengaruhi Mars. Maka jam pertama hari berikutnya dipengaruhi oleh matahari (sun). Karenanya hari itu disebut hari matahari atau Sunday dalam bahasa Inggris atau Nichiyobi dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia disebut Ahad atau Minggu.   Kalau kita urutkan setiap jamnya, maka jam pertama pada hari ketiga dipengaruhi oleh Bulan. Karena itu hari Senin disebut hari Bulan (moon), dalam bahasa Inggris disebut Monday atau Getsuyobi dalam bahasa Jepang. Jam pertama hari ke empat (Selasa) dipengaruhi oleh Mars atau dewa Tue, karenanya disebut hari Mars atau hari Tue (Tuesday)  atau Kayoubi dalam bahasa Jepang. Hari ke lima (Rabu), pada jam pertama dipengaruhi oleh Merkurius atau dewa Woodn maka disebut hari Merkurius atau hari Woodn (Wednesday) atau Suiyobi dalam bahasa Jepang. Hari ke enam (Kamis) Jupiter atau dewa Thorn mempengaruhi pada jam pertamanya, karenanya disebut hari Jupiter atau hari Thorn (Thursday) atau Mokuyobi dalam bahasa Jepang. Dan hari ke tujuh (Jum’at), jam pertama dipengaruhi oleh Venus atau dewa Freya. Maka hari ke tujuh ini disebut hari Venus atau hari Freya (Friday) atau Kinyobi dalam bahasa Jepang. Itu sekilas sejarah lahirnya pembagian tujuh hari dalam sepekan dan nama-namanya yang berasal dari pemahaman orang-orang dahulu tentang tujuh langit.

Untuk jelasnya bisa dilihat pada urutan berikut ini. Kaitan nama hari dan nama tujuh benda langit itu tampak jelas pada nama hari dalam bahasa Ingrris, Jepang, dan mungkin banyak bahasa lainnya.

Asal Usul Hari

Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum’at berjamaah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis Domingo yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan agama Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu, karenanya lebih menyukai pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”.


Iklan

2 Tanggapan

  1. apakah urutan hari di atas sudah tepat? Bukankah ahad itu “pertama”? mengapa ditempatkan jadi kedua? Apa hanya untuk mendapatkan hari jumpat sebagai hari terakhir dari pekan?

    Saya berharap jawaban yang masuk akal.

    • “Sabtu” atau Saturday (hari Saturnus) adalah hari pertama dalam konsep hari Yunani yang terkait astrologi. “Ahad” adalah hari pertama dalam konsep hari di Arab sejak sebelum Islam datang. Di berbagai kebudayaan, awal hari dalam sepekan berbeda-beda. Ada yang mulai dari Ahad/Minggu (seperti di wilayah Arab), ada pula yang mulai dari Sabtu atau Senin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: