Memahami Hujan di Musim Pancaroba April 2013


T. Djamaluddin

Deputi Sains (membawahi Pusat Sains Atmosfer) LAPAN

Awan 10 April 2013

Liputan awan 10 April 2013, data dari BoM Australia

Setelah Maret 2013 dirasakan sangat terik,  April kembali basah. Menurut laporan BNPB, sejak awal April sampai 10 April ada 16 daerah yang mengalami bencana banjir, terutama di sekitar Bengawan Solo Jawa Timur.  Ada pertanyaan masyarakat, mengapa pada musim pancaroba masih hujan dan menyebabkan bencana banjir?

Indeks monsson 10 April 2013

Indeks Monsoon Indo-Australia, data dari NOAA

Memang, dilihat dari parameter dinamika atmosfer, saat ini angin mulai beralih arah dari Timur ke Barat seperti ditunjukkan pada indeks monsoon Indo-Australia  di atas. Artinya, gugusan awan mestinya mulai beralih ke Utara sehingga di sebagian besar wilayah Indonesia (khususnya di Selatan ekuator) mulai memasuki musim pancaroba. Pancaroba adalah musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Tetapi harus difahami, bahwa pada musim peralihan tidak berati tidak ada hujan. Hujan masih mungkin turun. Tetapi mengapa hujan saat ini seperti hujan musim penghujan yang cukup deras dan berdampak banjir di beberapa daerah?

Indeks MJO sd 10 April 2013

Indeks MJO, data dari NOAA

Awan 7 April 2013 siang

Awan 7 April 2013 malam

Liputan awan 7 April siang dan malam, Data dari LAPAN (klik untuk menampilkan animasi pergerakan awannya)

Pola hujan di wilayah Indonesia bukan hanya dipengaruhi oleh peralihan gugusan awan oleh angin pasat yang pola regulernya diindikasikan dengan indeks monsoon Indo-Australia, tetapi juga oleh pola periodik MJO (Madden-Julian Oscillation). MJO adalah kondisi periodik sekitar 2 bulanan yang mempengaruhi aktivitas konveksi pembentukan awan. Ada fase aktif dan fase penurunan konveksi pembentukan awan. Maret lalu, wilayah Indonesia (bujur 90 – 140 E, lihat gambar Indeks MJO di atas) mengalami fase penurunan pembentukan awan (disimbolkan dengan warna kuning coklat).  Itulah sebabnya kita merasakan panas yang sangat terik karena liputan awan berkurang ditambah posisi matahari di sekitar ekuator. Kemudian mulai awal April wilayah Indonesia mengalami fase aktif pembentukan awan (disimbolkan dengan warna biru) sehingga hampir seluruh wilayah Indonesia diliputi awan (lihat animasi liputan awan di atas). Di beberapa wilayah awannya sangat tebal sehingga mencurahkan hujan lebat dan menyebabkan banjir.

Prakiraan indeks MJO sampai akhir April 2013

Prakiraan MJO sampai akhir April, data dari NOAA

Prakiraan aktivitas pembentukan awan pekan 2-3 April terkait MJO

Prakiraan liputan awan sampai 24 April 2013, data dari NOAA

Lalu sampai kapan kondisi basah seperti ini? Prakiraan indeks MJO dan liputan awan terkait MJO (lihat gambar di atas) menunjukkan bahwa pembentukan awan yang aktif (disimbolkan warna biru) mulai berkurang sekitar 20 April 2013, lalu bersambung dengan fase penurunan pembentukan awan (disimbolkan warna kuning coklat). Di beberapa wilayah, itu berarti juga awal musim kemarau sekitar Mei 2013.

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on Naneyan's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: