Peluang Penurunan Cuaca Ekstrem pada Tengah Bulan Terakhir Januari 2013


T. Djamaluddin

Deputi Sains (membawahi Pusat Sains Atmosfer), LAPAN

Awan 15 Jan 2013

(Gambar-gambar data dari BoM Australia dan NOAA)

Di bandingkan awal Januari 2013 yang cuacanya ekstrem,  sampai akhir Januari diharapkan cuacanya lebih normal. Hujan lebat seperti lazimnya musim hujan masih ada. Namun berkecenderungan berkurang intensitasnya. Angin kencang pun mulai menurun. Mengapa?

Suhu permukaan laut wilayah Indonesia cenderung menurun. Artinya, dinamika atmosfer yang digerakkanya cenderung melemah.

SST anomaly 14 Jan 2013

Parameter MJO (Madden Julian Oscillation) yang terkait dengan aktivitas pembentukan awan juga melemah dan tertekan, sehingga awan cenderung berkurang. Pada citra awan di atas pun tampak tidak sepekat pekan sebelumnya (gambar di bawah ini).

Awan-080113

Sampai akhir Januari, diprakirakan liputan awan secara umum cenderung akan berkurang akibat melemahnya MJO dan tertekannya pembentukan awan. Pada gambar di bawah ini OLR (Outgoing Longwave Radiation, pancaran radiasi gelombang panjang  atau inframerah) meningkat yang ditandai dengan warna merah di seluruh wilayah Indonesia (Perhatikan simbol warna OLR berbeda dengan simbol warna liputan awan pada citra satelit). Itu berarti berkurangnya liputan awan.

MJO akhir Jan 2013

Daerah bertekanan rendah yang memicu pembentukan badai juga cenderung berkurang. Daerah bertekanan rendah sangat terkait dengan peningkatan suhu permukaan laut di sekitar Indonesia.  Sehingga dengan menurunnya suhu permukaan laut, potensi pembentukan daerah tekanan rendah juga berkurang.

Angin 15 Jan 2013

Namun, kondisi lokal yang ekstrem tetap harus diwaspadai. Peringatan dini dari BMKG sebagai lembaga yang mempunyai otoritas operasional informasi cuaca perlu diikuti terus. LAPAN sebagai lembaga litbang hanya menyampaikan analisis fisis kondisi yang berpotensi mempengaruhi cuaca. Hal penting yang harus difahami adalah tentang fenomena banjir. Banjir bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga faktor daya dukung lingkungan yang menurun akibat ulah manusia juga, terutama sungai yang makin dangkal dan sempit serta adanya sumbatan sampah.

 

 

 

Iklan

2 Tanggapan

  1. Reblogged this on iwanb86.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: