Memahami Potensi Cuaca Ekstrem Awal Januari 2013


T. Djamaluddin

Deputi Sains (Membawahi Pusat Sains Atmosfer), LAPAN

Awan-080113-LAPAN

Memahami potensi cuaca ekstrem (hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi) akan sangat membantu kesiapsiagaan kita, khususnya pihak-pihak yang berpotensi terganggu oleh cuaca buruk. Dengan mengkaji berbagai data dinamika atmosfer dan citra satelit, dari berbagai pusat data terpercaya secara ilmiah, berikut ini analisis potensi cuaca ekstrem di awal Januari 2013 untuk diwaspadai.

Informasi awal bisa dilihat dari data citra satelit cuaca, berupa citra awan yang tampak meliputi seluruh wilayah Indonesia, seperti ditunjukkan pada gambar di atas. Liputan awan tebal bisa difahami karena laut di sekitar Indonesia saat ini cukup hangat, lebih hangat dari rata-rata (ditandai dengan simbol warna kuning sampai coklat pada gambar di bawah ini, artinya suhunya lebih hangat sekitar 2 derajat dari rata-ratanya).

Anomali SST 080113

Apa maknanya? Suhu laut yang lebih hangat berarti penguapan lebih massif yang menjadi sumber pembentukan awan. Indikasi massifnya konveksi pembentukan awan bisa juga dilihat dari parameter MJO (Madden-Julian Oscilation) pada awal Januari yang tampak sedang aktif dengan warna biru di wilayah Indonesia (sekitar bujur 100 – 140 BT) (lihat gambar di bawah).

MJO 080113

Seberapa ekstremkah kondisi cuaca pada awal Januari? Kita lihat dinamika atmosfernya di wilayah Indonesia. Peta angin (gambar di bawah ini) menunjukkan adanya daerah tekanan rendah di Selatan Nusa Tenggara dengan tekanan sekitar 998 mbar (millibar), artinya lebih rendah dari rata-rata yang sekitar 1.013 mbar. Daerah tekanan rendah itu berpotensi menimbulkan pusat badai (siklon) tropis yang menyedot udara di sekitarnya dan berpotensi menimbulkan angin kencang. Data angin di bawah ini menunjukkan wilayah berarsir coklat mengalami angin kencang dengan kecepatan sekitar 40 knot (sekitar 80 km/jam). Daerah warna biru muda mengalami angin berkecepatan sekitar 20 knot (sekitar 40 km/jam).

Angin 08013

Apakah daerah bertekanan rendah itu benar-benar berkembang menjadi pusat badai? Ternyata benar. Badai yang dinamai Narelle terbentuk di Selatan Nusa Tenggara. Badai itu akan bergerak ke arah Barat menuju Selatan Jawa, kemudian melemah dan hilang.

Badai tropis 080113

Apa sih dampak adanya badai tropis itu? Yang jelas, karena pusat badai adalah daerah tekanan rendah, maka udara di sekitarnya disedotnya. Itu menimbulkan angin kecang yang berdampak pada terjadinya gelombang tinggi di laut sekitar pusat badai. Artinya, laut di sekitar Nusa Tenggara, Jawa, dan Sulawesi berpotensi kena dampaknya dengan gelombang tinggi, dengan ketinggian gelombang 2-6 meter (lihat prakiraan BMKG di bawah ini).

Gelombang laut-080113

Pusat badai yang bertekanan rendah juga menyedot awan di sekitarnya, sehingga di pusat badai awan akan sangat tebal.  Pada citra awan di bawah ini, tampak jelas wilayah yang diliputi awan hujan yang tebal sekali (ditandai  dengan simbol warna putih dan merah) di sekitar pusat badai. Karena badai bergerak ke Barat, maka kumpulan awan juga akan mengikutinya menuju sebagian wilayah Jawa. Kandungan massa air di awan yang menjulang sangat tinggi jelas sangat massif. Itu berarti di wilayah di sekitar pusat badai berpotensi diguyur hujan lebat dan tentu saja disertai angin kencang.

Awan-080113

Jadi, waspadai potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah terdampak. Di daratan itu bisa berdampak banjir yang mungkin disertai tanah longsor serta angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang. Di laut, tentu saja perlu diwaspadai gelombang tinggi disertai hujan lebat.

12 Tanggapan

  1. makasih pak pencerahannya. Ternyata asyik juga membaca dan menterjemahkan citra

  2. pak kenapa bulan januari Ini,. masih aja ada low pressure di Belahan bumi utara,. SST di utara pun masih hangat,., padahal klo dilihat normalnya, bulan2 segini sudah gak ada low pressure di utara indonesia,.,.dan SST di utara sudah gak hangat lagi,.,.

    • Low pressure bergantung pada suhu permukaan laut. Karena di belahan utara pun masih hangat (lihat peta SST-nya), potensi terbentuk low pressure masih terbuka.

      • nah itu juga yg mrupakan pertanyaan awal saya tadi pak, knapa SST di utara Indonesia masih hangat untuk bulan2 sgini, yg karena hangatnya mmungkin tumbuhnya Low Pressure Area.,.,

      • SST tidak hanya bergantung pada pemanasan matahari yang saat ini lebih banyak di belahan Selatan. SST terkait juga dengan dinamika laut. Jadi, tidak selalu saat matahari di Selatan SST lebih hangat di Selatan. Menurut saya badai di Utara saat winter bukan anomali, tetapi memang kejadian yang lazim walau secara statistik kemungkinannya lebih kecil dibandingkan dengan badai di Selatan.

  3. […] mengenai perubahan cuaca yang ekstrim tersebut dan akan saya coba jabarkan disini. Mengacu pada blog milik Prof. DR. Thomas Djamaluddin, Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, […]

  4. Reblogged this on iwanb86.

  5. Musim ini adalah peristiwa yang luar biasa mengingat dampak bencana yang ditimbulkannya, maka topik ini harus mendapat perhatian untuk mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi.

  6. Pak T, Djamaludin, kalau dilihat detail dari citra satelit sampai saat ini kelihatannya monsun dari Asia belum memasuki Indonesia. dan justru yg banyak adalah angin baratan khatulistiwa yg membagi momentumnya ke arah utra dan ke selatan sehingga terlihat ada dua baris daerah awan di utara dan di selatan. Bbagaimana tentang data sunspot 9NOAA) yang akan bertambah sampai bulan Mei 2013?
    Wassalam
    SWh

    • Monsun Asia sudah terjadi, bisa dilihat pada peta angin, yang menunjukkan angin berasal dari Asia (Timur Laut – Utara) yang berbelok ke arah Tenggara selepas ekuator.
      Tentang sunspot, saat ini masih agak tenang, tetapi berkecendrungan akan meningkat jumlahnya sampai puncaknya sekitar pertengahan 2013. Daerah aktifnya akan berubah-ubah.

  7. Reblogged this on Naneyan's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: