Idul Adha 1433: Akankah Mengulang Kontroversi Dzulhijjah 1427?


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementeria Agama RI

 

 

Secara sepintas, kalau kita membaca garis tanggal Dzulhijjah 1433, para peminat hisab-rukyat akan bergembira, insya-allah Idul Adha tahun ini akan seragam, seperti halnya Idul Fitri 1433 lalu. Coba kita cermati garis tanggalnya pada dua gambar di atas. Pada saat maghrib akhir Dzulaqaidah 1433, 15 Oktober 2012, bulan sudah berada di bawah ufuk di seluruh Asia, Australia, Eropa, serta sebagian Amerika Utara dan Afrika. Itu ditandai dengan arsir merah pada diagram Accurate Time. Baru keesokan harinya, 16 Oktober 2012, hilal mungkin untuk dirukyat di sebagian besar Asia. Wilayah yang perlu kita perhatikan adalah Arab Saudi dan Asia Tenggara dengan arsir ungu dan hijau yang bermakna di wilayah itu hilal mungkin untuk dirukyat dengan mata telanjang karena sudah cukup tinggi. Dengan melihat garis tanggal itu, insya-allah awal Dzulhijjah di Arab Saudi, Indonesia, dan  negara-negara di Asia Tenggara kemungkinan besar akan seragam mengawali Dzulhijjah pada 17 Oktober 2012 dan beridul adha seragam pada Jumat, 26 Oktober 2012.

Benarkah optimisme keseragaman seperti itu? Nanti dulu. Ternyata garis tanggal 1433 sangat mirip dengan garis tanggal 1427 saat terjadinya kontroversi rukyat di Arab Saudi. Saat itu, maghrib 20 Desember 2006 bulan telah berada di bawah ufuk. Namun ternyata ada laporan rukyat dan itu diterima oleh Majelis Al-Qadla Al-A’la (Mahkamah Tinggi) sehingga awal Dzuhijjah di Arab Saudi jatuh pada 21 Desember 2006 dan Idul Adha jatuh pada 30 Desember 2006. Coba bandingkan garis tanggal 1427 dan 1433. Sangat mirip.

Belajar dari pengalaman Dzulhijjah 1427, kemungkinan adanya hasil rukyat di Arab Saudi yang kontroversial bisa saja terjadi. Kalau itu terjadi, kemungkinan terjadinya perbedaan Idul Adha 1433 sangat terbuka. Mari kita tunggu saja pengumuman Arab Saudi. Namun, di Indonesia sebagian besar akan merujuk pada hasil hisab rukyat di Indonesia. Sebagian ormas Islam ada yang mengikut keputusan Arab Saudi, walau pun kontroversial seperti kasus Idul Adha 1427/2006 lalu.

 

7 Tanggapan

  1. Reblogged this on Naneyan's Blog.

  2. semoga ummat Islam (Indonesia khususnya) dapat bersatu dalam masalah ini…

  3. Alhamdulillah pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1433 bertepatan dengan hari rabu 17 Oktober 2012, artinya Idul Adha akan serempak dengan kita. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk penyatuan kalender hijriyah sebagaimana diharapkan dari konferensi penentuan bulan qomariah yang diselenggarakan oleh Lembaga Fiqih Islam pada tanggal 12 Februari 2012 di Arab Saudi, yang beritanya ada di http://www.antaranews.com/berita/1329365076/mekkah-jadi-pusat-penyatuan-tanggal-hijriah.

  4. Aq masih blum sepakat dgn konsep penyatuan kalender merujuk Mekah center, q setuju dgn konsepnya Prof Thomas tp ttap tdk sepakat make accurate time

  5. Reblogged this on PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bandung and commented:
    Mengenai kontroversi akan kemungkinan adanya perbedaan penetapan Idul Adha 1433

  6. Aq kok pengen silaturrahim ke tempat njenengan Prof,
    hanya butuh kepastian alamat njenengan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: