Pesawat Antariksa Phobos-Grunt Gagal Menuju Mars dan Segera Jatuh ke Bumi


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

(Gambar di ambil dari berbagai sumber di internet)

Phobos-Grunt (bermakna “Tanah Phobos”) adalah pesawat antariksa yang direncanakan meluncur ke Planet Mars, lalu singgah di satelitnya yang bernama Phobos, dan mengambil sampel tanah Phobos lalu kembali ke bumi. Pesawat antariksa berbobot 13,2 ton itu ternyata gagal meluncur ke Mars setelah beberapa kali mengorbit bumi dan bermanuver mengubah orbitnya menujuk orbit lebih tinggi. Missi antariksa yang direncanakan sampai tahun 2014 itu diluncurkan pada 9 November lalu.

Inilah skenario missi ke planet Mars dan satelitnya  lalu kembali membawa sampel tanah Phobos pada 2014. Garis biru adalah trayektori menuju Phobos dan garis merah adalah trayektori kembali ke bumi.

Tahap pertama berhasil menempatkan Phobos-Grunt pada orbit 207 × 347 km (jarak terdekat dengan bumi 207 km dan jarak terjauh 347 km) dengan inklinasi 51,4. Namun motor roketnya yang dirancang otomatis gagal untuk mengantar ke tahap selanjutnya ke orbit 250 x 4.710 km. Jadilah Phobos-Grunt tertahan di orbit rendah dan mengalami efek pengereman oleh atmosfer sehingga Phobos-Grunt makin melorot ketinggiannya dari 207 x 347 km menjadi sekitar 163 x 199 km pada 11 Januari 2012. Ketika ketinggianya mencapai sekitar 120 km, Phobos-Grunt tidak mampu lalu melanjutkan orbitnya dan segera jatuh. Saat ini Phobos-Grunt jatuh tidak dikendalikan oleh sistem komputernya. Video yang direkam oleh seorang astronom amatir menunjukkan Phobos-Grunt bergerak hanya dikendalikan oleh gaya gravitasinya dengan beban terbesar berada di depan jalur orbitnya.

Berikut ini video simulasi oleh AGI tentang rencana misi awal sampai simulasi jatuhnya Phobos-Grunt dan prakiraan dampaknya:

Kapan dan dimana akan jatuhnya? Tidak mungkin diprakirakan secara tepat waktu dan lokasi jatuhnya, karena efek pengereman oleh atmosfer sangat dinamis sekali. Prakiraan sampai 15 Januari malam  ini, Phobos-Grunt diprakirakan akan jatuh sekitar dini hari  Senin 16 Januari ini 2012 di luar wilayah Indonesia, tetapi melintasi wilayah Indonesia. Bila kondisi matahari lebih aktif dari saat ini, maka prakiraan jatuh akan lebih cepat karena atmosfer akan menjadi lebih rapat. Sedangkan bila matahari lebih tenang maka Phobos-Grunt akan jatuh lebih lambat lagi karena atmosfer berkurang kerapatannya. Pada awal Januari ini, Phobos-Grunt ketinggiannya terus menurun sekitar 8 km/hari dan akan makin cepat turun karena atmosfer yang dilalui makin rapat. Inilah data penurunan ketinggian rata-rata Phobos-Grunt sampai saat ini:

Berikut ini prakiraan lintasan sekitar titik jatuh Phobos-Grunt pada dini hari 16 Januari 2012 berdasarkan data pada 15 Januari malam. Prakiraan ini masih akan berubah mengikuti dinamika atmosfer yang menghambat laju orbit Phobos-Grunt. Baru sekitar 2 jam menjelang jatuh, lintasan terakhir baru bisa dipastikan, tetapi titik jatuhnya masih mempunyai ketidakpastian ribuan kilometer. LAPAN akan terus memantau untuk memastikan wilayah Indonesia aman atau tidak pada lintasan terakhir Phobos-Grunt menjelang jatuhnya. Ketika ketinggian mencapai sekitar  120 km, Phobos-Grunt sudah dianggap pada orbit kritis menuju jatuh dan Phobos-Grunt akan mulai terbakar dan pecah. Pecahannya yang tersisa mungkin tersebar luas. Namun kemungkinan untuk mengenai wilayah berpenduduk diprakirakan sangat kecil, karena wilayah orbitnya di antara 51,4 derajat lintang utara sampai 51,4 derajat lintang selatan sebagian besar merupakan wilayah lautan, gurun, dan hutan.

(Prakiraan dengan Satevo di http://www.calsky.com)

Inilah gabungan prakiraan USSTRATCOM (Komando Strategis AS) yang memprakirakan jatuh sekitar pukul 23.11 – 01.35 WIB malam Senin dan prakiraan Satevo di Calsky yang memprakirakan sekitar pukul 03.08 WIB yang saya olah dengan Winorbit. Orbit Phobos-Grunt melintas Indonesia adalah pukul 01.47 WIB (03.47 WIT) saat melintas Papua dan pukul 03.13 WIB saat melintas Kalimantan Barat menuju Nusa Tenggara. Wilayah Maluku, Sulawesi, Jawa, dan Sumatera dipastikan aman.

Lintasan terakhir menjelang jatuh bisa juga diikuti update-nya di situs LAPAN .

Ketidakpastian prakiraan waktu jatuh (yang berarti juga ketidakpastian lokasi jatuhnya) bisa dilihat dari catatan perubahan prakiraan dengan Satevo di http://www.calsky.com. Terlihat rentang ketidakpastian menjadi makin sempit, tetapi tetap masih menyisakan ketidakpastian +/- beberapa jam.

Laporan terakhir dari USSTRATCOM (Komando Strategis AS), menyatakan data radar terakhir tercatat pukul 23.36 WIB dan berdasarkan data terakhir itu Phobos-Grunt jatuh antara pukul 23.59 – 01.47 WIB malam Senin dini hari 16 Januari 2012. Lintasan terakhir yang merupakan wilayah yang kemungkinan kejatuhan puing-puingnya merentang mulai dari Asia Tengah, Pasifik Barat, sampai Pasifik Selatan.

Iklan

6 Tanggapan

  1. […] Januari 2012. (Informasi lebih detail tentang Phobos-Grunt bisa dicari di internet, misalnya: https://tdjamaluddin.wordpress.com/2012/01/11/pesawat-antariksa-phobos-grunt-gagal-menuju-mars-dan-se…) Sampah antariksa dari roket Delta […]

  2. mengapa bisa melintasi wilayah indonesia?

    • Objek antariksa yang mengorbit bumi akan melintasi semua wilayah di bumi dalam rentang inkinasinya. UNtuk Phobos-Grunt Indonesia terlintasi pada saat ketinggiannya mencapai sekitar ketinggian kritis sekitar 120 km.

  3. apa efeknya klu jatuh phobos-grunt itu?

  4. […] Phobos-Grunt di blog Pak Thomas Djamaluddin […]

  5. Nice artikel Gan, sangat informatif dan menariik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: