Komet Lovejoy, Komet Pelintas Matahari Dipantau Lima Teleskop Antariksa


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika

LAPAN

(Gambar dan video dari situs NASA dan http://science.soup.io/)

Komet Lovejoy yang ditemukan oleh astronom Australia Terry Lovejoy pada 27 November 2011 dari pengamatan landas bumi dengan teleskop biasa menarik perhatian. Komet ini yang ditaksir akan hancur saat melintasi matahari pada jarak relatif dekat, hanya sekitar 120.000 km dari permukaan matahari, menembus korona matahari yang bersuhu jutaan derajat, ternyata bisa bertahan. Para astronom belum bisa menjelaskan alasan komet ini bisa bertahan, padahal komet hanya terdiri dari bongkasan es dan debu dan ditaksir berdiameter sekitar 200 km. Dengan bertahannya komet ini, kesimpulan awal adalah ukuran komet sebenarnya lebih besar dari taksiran semula, yaitu lebih dari 500 km. Atau ada mekanisme lain yang belum diketahui. Para astronom memanfaatkan sekaligus lima pesawat antariksa pengamat matahari (sepasang pesawat STEREO milik NASA, Proba2 milik Eropa, Hinode milik Jepang, SDO milik NASA, dan SOHO milik ESA-NASA) untuk mengikuti proses “kematian” komet Lovejoy. Ternyata, setelah melintas satu jam di balik matahari pada pagi 16 Desember 2011 sekitar pukul 08.00 WIB, komet ini muncul lagi dan masih bertahan dengan ekornya masih menjulang, walau tampak ekornya tak sepanjang sebelumnya. Ini pertanyaan yang paling menarik bagi para astronom untuk mengkaji mekanisme efek korona matahari dan angin matahari pada komet pada jarak yang relatif sangat dekat. Gerak ekor yang terekam teleskop SDO juga tampak aneh, lebih dominan membelakangi arah gerak komet, bukan membelakangi arah matahari. Tampaknya kompleksitas medan magnetik lebih dominan daripada tekanan angin matahari.

Berikut ini rekaman foto dan video dari teleskop antariksa pemantau matahari. Perhatikan, komet bergerak dari arah kiri matahari dan keluar dari arah kanan matahari dengan ekornya yang menjauhi matahari. Ekornya dibentuk dari ionisasi akibat pemanasan matahari dan debu yang dilepaskannya yang diembus oleh angin matahari (embusan partikel bermuatan dari matahari). Arah ekornya menjauhi matahari akibat efek angin matahari dan sedikit melengkung akibat efek gerak orbitnya. Ekor yang lebih panjang dan lebih cemerlang menjelang memasuki titik terdekat dengan matahari daripada sesudahnya mengindikasikan berkurangnya jumlah debu yang dilepaskannya.

Komet Lovejoy baru terpantau teleskop antariksa pada 11 Desember 2011 oleh pesawat antariksa STEREO (the Solar Terrestrial Relations Observatory). Komet terlihat melintas dari kanan bawah di antara citra bintang-bintang:

Video: http://www.nasa.gov/multimedia/videogallery/index.html?collection_id=15504&media_id=124437811

Pesawat STEREO tersebut terus memantaunya dengan instrumen the Sun Earth Connection Coronal and Heliospheric Investigation (SECCHI) 12 – 14 Desember 2012:

Video: http://www.nasa.gov/multimedia/videogallery/index.html?media_id=124763581

Walau kurang tampak jelas, satelit pengamat matahari Proba2 milik Eropa juga turut memantaunya.Terlihat komet bergerak dari arah kiri matahari dan muncul kembali di kanan atas. Beberapa saat gambar gambar menghilang karena satelit mengorbit ke sisi malam bumi sehingga tidak bisa melihat matahari.

Teleskop optik pemantau matahari di pesawat Hinode milik Jepang memantau komet (titik merah di kiri bawah) beberapa saat sebelum komet masuk di balik matahari pada 16 Desember 2011:

Teleskop antariksa pemantau dinamika matahari the Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA memantau saat-saat sebelum dan sesudah melintasi titik terdekat dengan matahari. Ada yang menarik pada video SDO, ternyata ada ekor yang arahnya ke belakang gerak komet, seperti asap yang mengepul di belakang pesawat atau kapal. Ini aneh, karena ekor komet yang terembus angin matahari (baik ekor ion maupun ekor debu) mestinya menjauhi arah matahari. Salah satu dugaannya adalah, kompleksitas medan magnetik dekat permukaan matahari yang menyebabkan pola ekor yang tidak lazim seperti itu.

Video: http://science.nasa.gov/media/medialibrary/2011/12/16/comet_whoosh.m4v

Video: http://science.nasa.gov/media/medialibrary/2011/12/16/lovejoyemerges.m4v

Teleskop antariksa SOHO (the Solar Heliospheric Observatory) mengabadikan secara lengkap proses komet Lovejoy melintasi matahari pada 15-16 Desember 2011 (Klik untuk menampilkan video):

Ini kisah Lovejoy di Youtube:

Iklan

2 Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: