ROTASI BUMI DIPERCEPAT OLEH GEMPA DAN DIPERLAMBAT PASANG SURUT BULAN


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

(Animasi dari Wiki)

Beberapa hari setelah gempa Chile 27 Februari 2010 dan gempa Jepang 11 Maret 2011 peneliti JPL NASA mengabarkan bahwa gempa besar berdampak pada percepatan rotasi bumi dan pergeseran poros ”gambar bumi”. Bagi sebagian orang, beritatersebut mengejutkan. Tetapi sebenarnya, percepatan dan pelambatan rotasi bumi terus terjadi. Bumi kita secara terus menerus dipercepat oleh pergesean lempang bumi dan diperlambat olah pasang surut bulan dengan efek yang lebih kuat. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Pergeseran lempeng yang sebenarnya menyebabkan percepatan rotasi itu, bukan gempanya. Gempa sekadar indikator pelepasan energi akibat pergeseran lempeng bumi. Karena ada pergeseran lempeng bumi, maka kesetimbangan “bola” bumi berubah. Sesungguhnya “bola” bumi bukanlah bola sempurna, tetapi bola pepat di arah kedua kutubnya (oblate spherical) dengan distribusi massa yang tidak merata.

Dalam geodesi, bentuk bumi yang tak mulus itu menjadi kajian menarik. Poros “gambar bumi” geodetik itu dirumuskan sebagai poros yang menjadikan massa bumi relatif setimbang di sekitar poros. Jadi poros “gambar bumi” (Earth’s figure axis) tidak sama dengan poros astronomis (poros utara selatan) yang menggambarkan poros rotasi bumi. Kutub utara poros “gambar bumi” berada sekitar 10 meter dari poros rotasi bumi.

Apa akibat pergeseran lempeng? Pergeseran lempeng bumi yang menyusup ke lempeng lainnya menyebabkan perubahan distribusi massa bumi. Kesetimbangan “gambar bumi” sedikit berubah karena titik massa kulit bumi bergesar. Akibatnya, poros “gambar bumi” bergeser. Pada saat gempa Aceh 2004 pergeseran 7 cm (sudutnya bergeser 2,32 mili detik busur = 0,00000064 derajat).Pada saat  gempa Chile 2010 pergeserannya sekitar 8 cm (sudutnya bergeser 2,7 mili detik busur =0,00000075 derajat, terlalu kecil untuk dilihat). Sedangkan gempa Jepang 2011 menyebabkan pergeseran sekitar 17 cm (sudut bergeser sekitar 5,5 mili=0,0000015 derajat). Oleh manusia pergeseran tersebut sama sekali tidak terasa.

Dengan pergeseran lempeng yang menyusup ke bawah lempeng lainnya, kulit bumi cenderung makin  merapat sehingga rotasi bumi menjadi relatif lebih cepat. Ibarat orang main iceskating (luncur es), perputarannya akan dipercepat bila tangannya yang semula merentang kemudian dilipat di depan dadanya. Akibat pergesaran lempeng bumi pada gempa Chile 2010, rotasi bumi dipercepat 1,26 mikrodetik  (0,00000126 detik) dan pada gempa Jepang 2011 rotasinya dipercepat 1,8 mikrodetik (0,0000018 detik). Jadi sangat-sangat kecil, tidak akan terasa oleh manusia.

Sebenarnya soal percepatan-perlambatanrotasi bumi, bukan hanya disebabkan oleh pergeseran lempeng. Efek pasang surut bulan juga menyebabkan rotasi bumi diperlambat 0,00002 detik per tahun, jauh lebih kuat efeknya daripada gempa. Jadi sebenarnya efek percepatan rotasi bumi oleh gerak lempang terkait gempa, jauh lebih kecil daripada perlambatan oleh efek pasang surut bulan. Tetapi kedua efek tersebut tidak akan terasa oleh manusia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Artikel terkait:

https://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/04/28/sinkronisasi-bumi-bulan/

14 Tanggapan

  1. thanks for your informations,,,,,,
    just greeting……

  2. bagus ” buat pengetahuan

  3. wah ternyata bisa seperti itu…

  4. saya mau bertanya pak prof..

    jika rotasi bumi berubah apakah itu akan memperngaruhi rotasi bulan juga?
    karena kan sebenarnya bumi dan bulan itu bisa dianggap satu system, momentum sudutnya dianggap satu kesatuan. jadi kalau rotasi bumi dipercepat, maka rotasi bulan diperlambat dan sebaliknya. hal ini untuk mempertahankan jumlah momentum sudutnya.
    mohon penjelasan tentang pemikiran saya ini apakah benar atau salah.

    kemudian saya juga pernah baca tentang tidal accerelation, dimana rotasi bumi diperlambat karena ada sinkronisasi dengan rotasi bulan (terhadap bumi). hingga akhirnya periode rotasi bumi akan sama dengan periode revolusi bulan. kalau hal ini terjadi artinya bulan hanya dapat dilihat di satu tempat saja di bumi.
    pertanyaannya apakah hal ini tidak melanggar hukum kekekalan momentum sudut?

    terimakasih atas jawabannya

  5. baru tau nih kalau pasang surut ternyata berpengaruh dg rotasi bumi

  6. Prof jika bumi mengalami perlambatan setiap tahun 0,00002 detik . apakah akan ada koreksi dengan hitungan jam setelah sekian tahun

    • Ya, koreksi selalu dilakukan, termasuk koreksi akibat faktor lain, agar jam rujukan berbasis jam atom selalu cocok dengan jam matahari. Koreksi dilakukan dengan penambahan 1 detik pada jam atom. Untuk masyarakat awam penambahan 1 detik tidak terlalu berpengaruh, tetapi untuk kepentingan ilmiah yang sangat akurat, penambahan itu diperlukan.

  7. rotasi makin cepat > pergantian siang malam makin cepat > gajian makin cepat yihaaa😀

  8. […] Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama Republik Indonesia. Tulisan ini dipublikasikan ulang dari blognya. Popularity: […]

  9. Salam Kenal Pak Djamal,

    Dari beberapa Info yg saya baca tentang Sains Bulan, katanya tiap Tahun Rotasi Bulan Bergerak menjauhi Bumi. Sehingga Kelak Anak Cucu turunan beberapa puluh tahun atau ratus kedepan akan kesulita melihat Bulan dgn Mata telanjang. Apakah benar demikian.
    – Apakah berarti jumlah Hari dalam 1 Bulan akan bertambah seiring perputaran Bulan yg semakin jauh dari Bumi. Kalender Masehi sekarang 30-31 Hari. Apakah Mungkin dalam 1 Bulan akan lebih dari 31 hari ?

  10. […] Memang bumi ada mengalami perlambatan rotasi akibat daya tarik bulan, tetapi ternyata secara alami rotasi bumi akan terkoreksi sendiri dengan aktifitas pergeseran lempengnya. Tentang ini lebih luas bisa dibaca di tulisan guru saya Bapak Thomas Djamaluddin (Ketua LAPAN Sekarang). Untuk membacanya silakan klik di sini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: