Crop Circle Sleman: Rekayasa Pola Geometris di Lahan Pertanian


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN

(Crop Circle Sleman, dari internet)

Ahad, 23 Januari 2011, masyarakat Sleman, Yogyakarta, dihebohkan dengan adanya pola-pola lingkaran teratur di sawah padi. Secara umum pola seperti itu sudah banyak dijumpai di luar negeri, terutama di Inggris, yang dikenal sebagai crop circle, lingkaran di lahan pertanian. Sebagian mempercayainya sebagai bukti kedatangan UFO (Unidentified Flying Objects, Benda Terbang Tak dikenal) yang diasosiasikan dengan kendaraan makhluk cerdas dari luar angkasa. Benarkah?

UFO sendiri secara ilmiah dianggap tidak ada. Penjelasan kesaksiannya cenderung bersifat hoax (kabar bohong), rekayasa, atau tergolong pseudosains (sains semu). Tidak ada penjelasan ilmiahnya. Walau astronom menyakini adanya kehidupan di luar bumi, tetapi sampai saat ini belum terbukti ada bukti fisik makhluknya, apa lagi yang berkunjung ke bumi dengan pesawat antariksa mereka. Masyarakat kadang terbawa informasi yang bersumber dari cerita-cerita fiksi ilmiah, termasuk dari film-film yang sebenarnya hanya khayalan. Kalau UFO tidak ada, maka pola geometris crop circle dipastikan bukan disebabkan oleh manuver pesawat antariksa atau UFO.

Pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. SUTET pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu.

Kalau begitu apa sebabnya? Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia. Tahun 1990-an dua orang Inggris buka rahasia, bahwa sekian banyak crop circle di Inggris adalah hasil karya mereka. Mereka pun mempraktekkannya dengan menggunakan tali dan papan. Tancapkan satu tonggak sebagai pusat lingkaran. Lalu tali digunakan untuk membuat pola lingkaran, sementara papan yang digantung pada tali diputar sambil diijak mengelilingi tonggak tersebut. Injakan membuat batang padi tumbang. Radius lingkaran tergantung pengaturan letak papan yang diinjak-injakkan. Pola garis lurus dan segitigajuga bisa dibuat dengan cara-cara yang kreatif. Jangan takut jejak kaki terlihat, karena kaki menginjak batang-batang tanaman yang rebah. Mau coba? Ini salah satu caranya:

(Crop Cicle di luar negeri, dari internet).

Iklan

155 Tanggapan

  1. tapi Masalahnya, apakah mungkin manusia dapat membuat lingkaran tersebut dalam satu malam atau kurang dari semalam tanpa alat bantu yang memadai???

    • Alat bantunya cukup papan dan tali, termasuk tali untuk membuat lingkaran.

      • Sederhana sekali Pak…
        boleh dipraktekkan?
        Apakah tak perlu diukur?
        Jika harus diukur dulu, berapa lama waktu diperlula?
        Apakah ada jejak2 “orang iseng” itu?
        Berapa banyak data dan fakta yg bapak peroleh di lapangan dan berupa apa?
        Mengapa tak ada orang yang tahu, padahal di tepi jalan aspal dan dekat kampung?
        Berapa persen keyakinan Bapak?
        Jika benar karena “orang iseng”, dia jahat atau tidak?

    • tambahan alat, kopi secangkir, rokok 2 batang. kalo kurang, menyan sekantong

  2. Mendingan dicoba aja pak teori dugaannya itu, kan banyak sawah di Indonesia. Saya malah lebih setuju kalau dilakukan penelitian langsung ke tkp secara ilmiah dengan bekal ilmu dan peralatan yang dimiliki,,,hehehehe.

    No offense..salam kenal ๐Ÿ™‚

  3. pada kebanyakan kasus munculnya crop circle adalah muncul secara tiba tiba dalam waktu semalam, kalaupun itu hanya ulah iseng manusia, apakah mungkin mereka dapat membuat pola serumit tersebut tanpa membutuhkan alat penerangan yg cukup banyak dan terang yang dpt mengundang perhatian warga sekitar?? apalagi sampe ketahuan sama yg punya sawah..bisa bisa dibacok rame rame sekampung…

  4. Jadi kira-kira begini : Sekelompok orang iseng ( kemungkinan dari Amerika) sengaja ke Jogja dengan alat yang cukup hebat, tapi berukuran cukup kecil, sangat canggih, tidak bersuara, mengkonsumsi energi sekelas aki mobil, kemudian membuat “hasil karya” crop circle di radius 50 meter sawah basah, dalam waktu kurang dari 2 jam, mulai jam 3 pagi sampai azan subuh, tanpa ada satu orangpun yang mengetahuinya. Setelah itu segera cepat pergi dengan diam-diam, seperti waktu datangnya.. Gitu Pak..?

      • Crop Circle โ€“ Tantangan Sains
        Pada tahun 2002, Discovery Channel menugaskan 5 insinyur aeronautic dan austronautic dari MIT untuk membuat Crop Circle. Syaratnya mereka harus membuat Crop circle yang paling tidak memiliki 3 ciri, yaitu :

        1. Batang gandum yang tidak patah
        2. Ada lubang-lubang uap pada batang gandum
        3. Adanya partikel besi berdiameter 10-50 mikrometer yang tersebar merata secara linear di formasi Crop circle

        Dengan seluruh teknologi canggih yang digunakan, para insinyur MIT hanya dapat menghasilkan 2 ciri dengan sempurna. Ciri ketiga, yaitu partikel besi tersebar tidak dengan merata.

        Jadi sains modern masih belum bisa menjelaskan dengan sempurna fenomena ini.

    • Yang komen juga tidak kalah misterius.

      Kalau pakai bantuan jin, mungkin gak ya?!

    • ngerjainnya boronga, meteran, apa harian pak? enak juga kolo bisa bikin corp circle dalam semalem pake teknologi canggih, bisa jadi profesor. eh.. jadi artis aja deh. ngak ahhh, jadi news maker aja, ngalahin gayus

      • sory pak, cuma becanda. jangan diambil ati, ntar cepet tua. namanya juga internet, aturannya spt srimulat. boleh mencela, tp jg marah kalo dicela

  5. Lagi susah pangan, kok padi di-injek2 ya? Kali mau bikin tempat wisata baru. Hehehe..

  6. Maaf menyela, tapi seandainya di buat oleh manusia pasti ada bekas-bekas jejak, kan yg dibentuk itu sawah yg notabene dalam kondisi becek. Nah jika ‘ufo’, trus artinya apa? Ya tho mas? Lha mbok yao bilang lewat blog atau komen di blog, kan mudah, ya tho mas? ๐Ÿ˜€

    • Itu sawah dengan padi yang mendekati masa panen, jadi airnya sudah agak kering. Jejak kaki tidak terlihat karena menginjak padi yang sudah rebah.

      • bukannya sleman barusan ada banjir lahar dingin? logikanya kan pasti daerah sana lagi musim hujan? emangnya padi mau panen ngak boleh kena air ya? ada yg ahli padi ngak?

      • Belum Pak! Saya sudah melihat ke TKP pada tanggal 24 Januari pagi. Tanah sawah masih basah!

    • mas, ini perbuatan bandung bondowoso yg terkenal sakti mandraguna. mandra aja banyak gunanya, gitu aja koq repot

  7. week masuk akal

  8. Jack,

    Kalo rekayasa segede itu, koq tetangganya pada ngak tau ya?

    Apa sekampung pada kompak ya?
    Kita kompakin aja yuk… biar dunia heboh.
    Paling yang nongol jg orang2 lapan juga.

    ya ngak?

  9. subhanallah yah,, tp masih bertanya2 apa ada manusia yg bikin kya gni seperfect itu ??? dn gmn caranya dlm semalam bisa jd seperti itu tanpa jejak ??

  10. kalo manusia buat kan padinya” patah-patah (kalo di tekan pake kayu)
    coba aja buat,susah lo harus keras nekannya,cape buat sebesar itu

    kalo yang lain atau apalah padinya gak patah”,

  11. Majalah Time edisi 23 September 1991 menyebut pengakuan Chorley dan Bower dengan kutipan seperti ini :

    “Pengakuan ini mengakhiri sebuah misteri paling populer yang pernah disaksikan Inggris dan dunia”

    Benarkah anggapan majalah Time ? Apakah misteri ini telah terpecahkan?

    Memang, banyak dari crop circle adalah buatan manusia, namun para peneliti menemukan karakteristik-karakteristik yang kelihatannya mustahil dapat dibuat oleh manusia.

    Crop Circle – Karakteristik
    Karakteristik yang ditemukan pada crop circle yang asli adalah sebagai berikut :

    Batang gandum tidak patah
    Pada crop circle yang asli, tanaman gandum tidak patah. Ia hanya merunduk seperti sebuah sendok plastik yang dipanaskan. Menurut para peneliti, hal ini bisa diakibatkan oleh semburan elektromagnetik yang deras kearah tanaman gandum hingga menambah kelembaban batang gandum yang memungkinkannya untuk merunduk tanpa patah.

    Lubang-lubang kecil pada batang gandum
    Ciri lainnya adalah ditemukan lubang-lubang kecil di batang gandum. Para peneliti menduga bahwa lubang ini tercipta akibat adanya semburan gelombang mikro yang terus-menerus yang menyebabkan kelembaban batang gandum berubah menjadi uap panas yang kemudian mencari jalan keluar dari batang gandum.

    Pola Rumit
    Memang, manusia yang berusaha membuat crop circle mampu membuat pola yang rumit, namun tidak dalam semalam. Crop circle asli terkadang memiliki pola geometri yang asing bagi kebanyakan orang. Salah satunya adalah pola Phi yang hanya berhasil dipecahkan oleh seorang ahli astrofisika !

    Partikel Besi Mikro bermagnet
    Ciri lain yang hampir mustahil ditiru oleh manusia adalah adanya Partikel Besi bermagnet yang ditemukan pertama kali oleh para peneliti dari BLT Institute. Partikel besi bermagnet tersebut memiliki diameter 10-50 mikrometer dan terdistribusi secara merata dan linear di perimeter Crop Circle. Menurut para peneliti, partikel besi ini mungkin muncul karena terciptanya kolom udara yang terionisasi (Plasma Vortex).

    Perubahan struktur Kristalin batang gandum
    Ciri lainnya adalah adanya perubahan struktur Kristalin pada tanaman gandum. Karakter ini hampir dipastikan tidak dapat ditiru oleh orang lain.

    Perubahan komposisi kimiawi tanah
    Peneliti lainnya juga menemukan pada beberapa kasus terjadi perubahan komposisi kimiawi tanah tempat terciptanya Crop circle.

    Timbulnya medan magnet misterius di lokasi
    Pada crop circle yang asli, umumnya terdapat medan magnet yang sangat kuat di dalam lingkaran formasinya. Medan magnet ini dapat mematikan peralatan elektrik. Ciri ini tidak ditemukan pada crop circle buatan manusia.

    Crop Circle – Tantangan Sains
    Pada tahun 2002, Discovery Channel menugaskan 5 insinyur aeronautic dan austronautic dari MIT untuk membuat Crop Circle. Syaratnya mereka harus membuat Crop circle yang paling tidak memiliki 3 ciri, yaitu :

    1. Batang gandum yang tidak patah
    2. Ada lubang-lubang uap pada batang gandum
    3. Adanya partikel besi berdiameter 10-50 mikrometer yang tersebar merata secara linear di formasi Crop circle.

    Tim tersebut kemudian membuat sebuah crop circle, lalu berusaha memasukkan 3 karakter diatas. Mereka menggunakan microwave emitter untuk meningkatkan suhu batang gandum hingga berubah menjadi uap. Mereka lalu menggunakan flamethrower untuk menyemprot partikel besi. Namun ternyata peralatan tersebut memakan terlalu banyak waktu dan tidak efektif sehingga mereka terpaksa menggunakan pyrotechnic untuk menyebarkan partikel besi secara merata.

    Dengan seluruh teknologi canggih yang digunakan, para insinyur MIT hanya dapat menghasilkan 2 ciri dengan sempurna. Ciri ketiga, yaitu partikel besi tersebar tidak dengan merata.

    Lagipula menurut peneliti Crop circle, para tim tersebut menggunakan ilmu pengetahuan dan peralatan canggih yang jelas diluar jangkauan para Hoaxer lainnya.

    Bukan hanya di Inggris, Percobaan mereproduksi Crop circle ternyata pernah dilakukan oleh seorang peneliti Jepang bernama Y. Ohtsuki (Crop circle pernah muncul di sawah padi di Jepang).

    Ia memang berhasil menciptakan karakter asli crop circle yaitu dengan cara menjatuhkan bola api plasma ke sebuah piringan yang ditaburi debu alumunium. Ya, karakteristik yang sederhana-pun membutuhkan ilmu pengetahuan yang cukup rumit.

    Pernah suatu hari, para peneliti yang berusaha menciptakan kembali Crop circle dengan segala karakteristiknya menggunakan derek seberat 40 ton hanya untuk memasang penerangan agar mereka dapat bekerja pada malam hari. Atraksi itu menarik banyak penonton yang ingin tahu.

    Crop circle asli muncul tanpa adanya atraksi dan keramaian seperti itu. mereka hanya muncul dengan tiba-tiba. Jadi sains modern masih belum bisa menjelaskan dengan sempurna fenomena ini.

    Adakah penjelasan lain yang ditawarkan ?

    Crop Circle – Penjelasan Lainnya
    Bagi yang lain, ketika sains gagal mengungkap rahasia crop circle, mereka sampai kepada penjelasan alternatif, Yaitu crop circle adalah buatan alien.

    Pada tahun 1966 terjadi laporan yang luar biasa aneh. Di sebuah kota kecil di Tully, Queensland, Australia, seorang petani tebu melaporkan adanya sebuah UFO yang terbang dari alang-alang. Ketika ia menyelidiki lokasi terbangnya UFO tersebut, ia melihat alang-alang diatas air rawa ditempat itu merunduk dalam pola lingkaran searah jarum jam. Luar biasanya, jalinan yang tercipta dari alang-alang tersebut mampu menahan berat 10 pria dewasa.

    Di Inggris, beberapa saksi mata pernah melihat objek terbang tak dikenal pada malam munculnya Crop circle.

    Saya pernah menyinggung soal ini di postingan saya yang berjudul : Crop circle bermotif suku maya muncul di Sillbury Hill.

    Dalam postingan itu, saya menyinggung mengenai kesaksian seorang polisi yang melihat tiga pria tinggi sedang mengamati ladang gandum. Ketika petugas polisi menghampiri mereka, mereka lari dan menghilang. Dengan segera polisi tersebut mendengar suara berdengung statik yang aneh, dan ia menyaksikan batang-batang gandum mulai merunduk mengiringi suara dengungan itu. Malam itu juga disekitar situ seorang saksi berhasil memotret objek terbang tidak dikenal.

    Apakah Crop circle adalah jejak UFO yang tertinggal ? Ataukah kode rahasia yang ingin disampaikan kepada umat manusia ? tentu saja tidak ada yang bisa memastikannya.

    Namun dugaan ini dibuat semakin panas akibat adanya pengakuan seorang mantan sersan polisi di Inggris yang mengaku bahwa para petani di Inggris dibayar oleh pihak militer untuk segera membuldoser crop circle segera setelah mereka muncul.

    Apakah militer Inggris mengetahui sesuatu yang tidak boleh diungkapkan ?

    Saya rasa, bertentangan dengan anggapan majalah Time. Misteri ini akan tetap hidup di abad modern ini sampai kita benar-benar mendapatkan bukti sains yang solid dan masuk akal. Atau, apakah mowing devil benar? Mungkinkah crop circle memang dibuat oleh setan sendiri ?

    • Hati-hati dengan pseudosains, penejlasan yang seolah ilniah tetapi sebenarnya bukan fakta ilmiah.

      • dulu, akupunktur juga dianggap pseudo sains oleh ahli medis barat…

      • Terlalu naif juga jika kita terlalu mehumanisir (seolah-olah itu buatan manusia) setiap gejala alam. Menurut saya, sebagaimana lingkaran tahun yang ada di pohon-pohon, pola-pola geometris yang muncul di kulit-kulit pohon adalah hasil karya alam sendiri. Alam ini, ga cuma manusia, punya kapabilitas kreatif. Perjalanan evolusi makhluk2 adalah satu dari tak terhingganya jumlah hasil karya alam. Ini tidak berarti alam seolah-olah udah mengantikan posisi Tuhan. Percaya atau tidak, cepat atau lambat pengetahuan agama dan pengetahuan ilmiah suatu saat akan terlihat bersatu. Satu penampang dengan tampilan 2 wajah: agama dan sains. Kalau pada masa kita sih, mungkin belum karena masih terlalu banyak orang yg phobia terhadap sains dan mengekslusifkan agama. Contoh paling baik tentang phobia ini adalah kasus Copernicus yg mengemukakan teori Heliosentris. Dia dihukum mati karena teorinya dan namanya baru direhabbilitasi beberapa abad kemudian sejakk teleskop Galileo Galilei membuktikan teorinya itu. Di sisi lain, para ahli sains, karena merasa teori mereka bakal ditentang atau akan menabrak keyakinan2 agama, memilih lebih baik tidak beragama demi konsistensinya terhadap kebenaran ilmiah yang diperkenalkannya. Contoh mengenai ini pada taraf tertentu, bisa kita contohkan para penganut sekte Scienteologi yg antara lain pengikutnya adalah pesohor seperti Tom Cruise, John Travolta, dll.

        Namun, sekali lagi, dalam keyakinan pribadi saya, suatu saat nanti ilmu dan agama akan saling melengkapi dan bahkan sulit memisahkan diri. Makanya saya istilahkan satu penampang dengan 2 wajah atau tepatnya satu pedoman dengan dua pendekatan.

        Jadi, bagi saya apa yg terjadi di Sleman kemarin itu tak lebih dari karya alam sendiri yg bisa diakibatkan oleh perubahan sistem atmosfer di langit Sleman pasca letusan Merapi. Konon, manusia normal hanya mampu menangkan objek 3 dimensi, namun sesungguhnya alam memiliki dimensi lebih dari 3, ada yg bilang ada 7. So, dimensi2 yg belum dikenali manusia itulah dari alam yang bisa jadi merupakan unsur, bahan atau bahkan mungkin pelaku pembuat pola seindah itu di Sleman. Karena itu, segala teori masih sangat terbuka. Sikap hati2 emang pantas sejauh itu tidak malah membuat kita jadi tertutup bagi datangnya penjelasan alternatif2 lain di luar kita. Wassalam……

      • Justru pseudosains dengan terpaksa muncul pak, akibat kegagalan sains untuk menjelaskan fenomena ganjil tersebut…saya pernah mendengar 80% crop circle memang buatan manusia, tapi bagaimana dengan yang tak terjelaskan?

        seperti halnya KPK ada pembuktian terbalik kasus money laundering, bisa ga kia buat pembuktian terbalik atas fenomena CC atau UFo yang tak terjelaskan, ‘apakah memang benar buatan manusia?’

        This is still mystery until now…

        sekedar info, berita beberapa bulan lalu Prancis membuka dokumen UFO yang telah terfolder bertahun tahun. Kesimpulan sementara, semua pemerintah berusaha untuk ‘apatis’ tetapi tetap diam2 mengkompilasi temuan, ,,,(FAKTA)
        Mungkin di showing saat timing yang tepat….who knows?

      • Heran saya dgn Prof. tdjamaluddin ada yg ngasih penjelasan secara ilmiah masih saja di sanggah…. Padaha sebagai pakar astronomi seharusnya tahu.. bahwa di antara bermilyar2 bintang….. masa tdk ada kehidupan seperti di Bumi…???? Bagaimana Pof..???

      • hati2 dengan pola pikir yang menganggap fakta sain adalah yang paling benar. banyak hal yang hanya dapat dijawab dengan filsafat. contohnya adalah reaksi kimia cinta. apa perlu fakta ilmiah untuk mempercayai adanya malaikat?

  12. Pak, bisa nggak dibuktikan bahwa itu bukan perbuatan UFO dan buktikan bahwa itu perbuatan manusia. Bukan sekadar teori. Makasih.

  13. Pak, bisa nggak dibuktikan secara ilmiah bahwa itu bukan perbuatan UFO dan itu adalah perbuatan manusia. Tidak sekadar teori. Makasih.

  14. Karena begitu derasnya arus informasi yang bisa diserap oleh banyak kalangan seperti halnya youtube.com, maka makin mudahlah seseorang memiliki gagasan yang belum terpikirkan dilingkungannya, selain circle crop, prosedur membuat bom rakitan juga bisa di akses di youtube.com. Tinggal kita semualah yang dapat mencerna ini dengan logika yang sehat.

  15. thx, buat tambah pengetahuan anak didik…

  16. kalo tempat mendarat acak/random jauh dari perumahan/tempat untuk melihat hasil karya kemungkinan UFO. tapi seumpama SAYA YANG membuat hasil karya seni itu akan menentukan tempat agar bisa di nikmati orang lain karya itu (crop circle) contohnya cari tempat yang dekat bukit. tidak perlu pesawat untuk melihat / memamerkan karya itu (seperti di sleman).

  17. gambar pertama itu Crop Circle yang di Sleman ya??

    Wow keren sekali.

  18. neh di video saya malah buatnya malam-malam gelap gulita, kecuali UFO emang kehabisan listrik terus nyuro punya PLN ๐Ÿ˜†
    http://newmegapro.wordpress.com/2011/01/24/crop-circle-jogja-asli-made-in-manusia/

  19. ngomong2.. itu crop circle di sleman yg tipe “genuine” atau bukan? saya cuma mau tau aja..
    soalnya beda tuh..

    kalau yg gak genuine biasanya terlihat dari patahan batang tumbuhannya, yang patahnya tuh dari akar dan memang “benar-benar” patah.
    pada dasarnya, batang padi/jagung akan patah jika dibengkokkan, karena tak lentur

    di luar negeri sana ada yg ditemukan batang tumbuhannya bengkok sempurna tanpa patah. seolah2 sel2 tumbuh dengan cepat di salah satu sisi batang mengakibatkan batang bengkok.
    yg seperti ini yg disebut genuine dan belum bisa dijelaskan. karena mana mungkin ada pembelahan sel seperti itu dan tersebar di beberapa rumpun tanaman tersebut dan membuat pola sangat rapi.

    kalo kurang jelas, silakan cari di google tentang “genuine crop circle”

  20. ok, ok, kalo itu memang mudah di buat, silahkan di buat lagi, di siarkan secara live, dalam waktu 4 jam, coz ke jadian di sleman, jam 1.00 da orang di sawah belum da kejadian tersebut, dan ketahuan baru jam 5, gmna? dela kan? ๐Ÿ˜€ . dari pada cuman omongan doank kalo itu mudah, silahkan di buktikan

  21. wah bikin jogja gempar dan ………terkenal .

  22. alam semesta yg maha luas ini masak cuman dihuni mahluk cerdasnya manusia aja ? Masak cuman bumi yg habitable aja? Ilmu pengetahuan kita yg belum bisa menemukan dan membuktikan adanya kehidupan cerdas luar bumi, bukan berarti mereka tidak ada. Besar kemungkinan mereka ada dan mengisi kosmos, namun ilmuwan2 bumi belum bisa menemukan mereka

    • Astronomi yakin ada kehidupan di luar bumi, karenanya ada cabang Bioastronomi/astrobiologi. Tetapi tidak percaya kalau ada makhluk asing yang berkunjung ke bumi, karean tidak ada bukti yang sahih secara ilmiah.

    • makhluk planet lain ada yang udah jadi pofesor belum ya? kalo belum berarti suruh sekolah di bumi dulu aja. biar bisa bikin pesawat ulang alik, untuk main ke bumi. atau suruh ke fmipa ugm aja, biar bisa belajar bikin corp circle

  23. Katanya udah ada yang ngaku membuat Crop Cirle tsb lihat di http://www.hidayatullah.com/read/14982/25/01/2011/pembuat-crop-circle-sleman-mahasiswa-ugm?-.html ..wallahu’alam

  24. saya baru saja melihat video dr youtube di atas ( yg ke 1 ) , jika memang bisa dibuat dengan menggunakan alat kayu dan tali seperti diatas, kemungkina dr tekanan yg di berikan kayu tersebut akan berbeda2 ya?dan mungkin akan terlihat dr struktur batang padi itu sendiri efeknya,..
    kira2 membutuhkan waktu berapa lama ya untuk membuat crop circle tersebut?

    trmksh..

    • Ya, efek tekanan itu terlihat oleh tim LAPAN. Saya perkirakan hanya butuh waktu 3 jam oleh 6 orang.

      • mbok dicoba dibuat lagi pak…
        dan setau saya, bapak tidak mengecek langsung kesana kan?
        tanah basah, karena hari2 itu hujan, saya orang jogja pak… ๐Ÿ™‚

      • Yth bapak Djamaluddin. TIM kami mengukur langsung di lapangan. Melihat dan merasakan medan yang becek dan berlumpur. kami membuat simulasi di komputer, menemui persis koordinat titik pusat dan jari-jari lingkaran. ada tiga lingkaran yang bersinggungan tepinya cukup banyak titik simpul isemacam itu. Kami juga menemukan ada pola lingkaran yang terbentuk tetapi padi sama sekali tidak rebah. yang rebah hanya daun-daunnya saja seperti tertarik kebawah (lihat gambar yang bapak sajikan, lingkaran kedua dari luar). Lingkaran itu berjari-jari 24 meter. Pertanyaannya, bagaimana seseorang atau lebih dapat membuat pola lingkaran di padi seperti itu? Sayang sekali ya jawaban bapak terkesan memudahkan persoalan. Saya berani mengomentari ini setelah kami diskusikan secara matang dengan semua anggta TIM. Jika konsep pembuatan CC itu dari para peniru seperti Daug dan Dave dilaksanakan, maka kita membutuhkan sekurang-kurangnya 22 orang. Tetapi tak seorangpun bisa membuat pola lingkaran dengan jari-jari 24 m tersebut diatas, kecuali terbang diatas permukaan padi. Sayang tempat tersebut tak dapat dipasangi peraltan pembantu karean ditengan pematang sawah yang becek.
        pada posting bapak yang laian menyebutkan bulan terang, sayang sekali data yang kami peroleh dari citra satelit (Nasa) real time, pada pukul 16 GMT, hampir seluruh Indonesia berawan. pulau jwa tertutupi awan, jadi walupun tgl 22 Januari 2011, bulan baru berumur malam 17, jadi masih cukup besar, namun bulan terlindungi awan dan Yogya menurut penduduk setempat hujan.
        Inilah data kami, saya berharap mendapatkan masukan dari lapan untuk mengukap fenomena CC ini.

        Muhammad Nur,
        Keta TIM Peneliti CC Undip

  25. Assalamu’alaikum wr wb. Dalam ketidakpastian akan ada banyak pendapat yg muncul dan semuanya itu sah sah saja. Mengenai mana yg benar tegantung pada pembuktiannya nanti. Salah satu kemungkinan terbentuknya circle corp adalah melalui pancaran sinar sejenis laser dg pola yg dikehendaki, dilakukan melalui pesawat udara dg kecepatan sama dg rotasi bumi utk menjamin akurasi hasilnya. Selain itu kalau memang ada circle crop asli dan tiruan oleh manusia, sebaiknya yg ada di Sleman diteliti apakah memiliki karakteristik yg asli. Wass wr wb.

  26. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut dari berbagai disiplin ilmu. Keren – keren crop circlenya pasti memiliki nilai seninya……….

  27. Saya hanya penasaran sama bagian pusat geometris yg berbentuk donat, gimana caranya dia melubangi bagian tengahnya ya?

  28. bingung asli bingung deh… dibilang bikinan manusia, ya rada2 gak masuk akal, masa iya dalam semalam bisa bikin karya begitu susah.. dibilang bikinan UFO, lebih susah lagi diterima akal sehat, apakah memang ada UFO….. jadi siapa ini dalangnya? ngaku deh biar gak pada penasaran n jadi debat kusir…. :p

  29. OK memang benar klo di luar negri atau di inggris itu memang ada yang buatan manusia, tapi hal yang paling tidak masuk akal adalah Di INDONESIA itu Circle Crop terjadi Di SAWAH yang becek,… bukan ladang gandum yang tanahnya kering,…
    kalo kita menginjak kaki di sawah yang ada kaki kita masuk lumpur sawah, dan yang pasti ada jejak-nya,..
    klo di sleman Tidak terjadi seperti itu,..
    silahkan kaji ulang,..

    • sudah diterangkan bahwasanya Sawah yang hampir panen tanahnya relatif kering, dan tidak becek, pematang sawah ada rerumputannya, dan pembuat bisa berjalan di atas tanaman padi…..kecuali anda orang yang tidak pernah ke sawah…..

      • siapa bilang kering?
        hari2 itu hujan terus seharian…
        saya rasa anda bung sekarsidan yang ga pernah ke sawah… ๐Ÿ™‚

      • “Sawah yang hampir panen tanahnya relatif kering”, apakah kalian tahu bahwa itu pernyataan palsu ? Kami langsung investigasi di pagi hari tgl 24-01-2011 sekitar jam 07.00, belum banya org datang, apalagi aparat dan media. Tim LAPAN juga belum datang sampai hari selasa. Kondisi sawah jelas kami lihat sendiri, bukan asal bikin pernyataan. Konfirmasi cuaca via satelit juga sudah dilakukan Tim UNDIP, tak akan bisa ditipu oleh org yg membuat pernyataan berdasarkan perkiraan berita2 koran, bukan penelitian langsung.
        Maaf pak Djamaluddin, jika kata saya terlalu vulgar … Ilmuwan itu bisa salah, tapi tidak boleh berbohong.

      • Saya sudah baca laporan soal cuaca di dalam buku UNDIP. Itu terlalu global, bukan citra satelit di sekitar lokasi.

  30. Crop circle, adalah suatu bentuk pola aneh yang biasanya ditemukan di area pertanian di bumi. Yaitu suatu pola yang kebanyakan berbentuk lingkaran yang sempurna dan ada juga berbagai pola unik, binatang, tumbuhan, atau wajah (cari di google)
    Crop circle menurut pemikiran saya pribadi adalah suatu lambang murni dari alam bukan hasil karya manusia atau makhluk luar angkasa yang banyak dipercaya orang-orang sekarang ini, bukan pula hasil suatu medan magnet atau angin.
    Alasan kenapa saya yakin bahwa crop circle adalah hasil karya alam adalah:
    1. Menurut banyak kesaksian bahwa crop circle terbentuk dalam waktu yang singkat dengan bentuk yang begitu mengagumkan dan sangat teliti.
    2. Makhluk luar angkasa sampai saat ini belum ada bukti yang jelas, walaupun ada kemungkinan yang kecil sekali karena ulah ufo. Tetapi semua itu belum membuktikan apapun.
    3. Medan magnet tidak mungkin dapat mengakibatkan pola yg sangat sempurna apalagi angin, tetapi juga ada kemungkinan jika angin tersebut putarannya ada yang mengatur.

    Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang menurut saya mendekati masuk akal, yaitu ulah makhluk asing yang mungkin teknologinya lebih maju dibanding kita. Dan yang paling mungkin masuk akal menurut saya adalah itu hasil ciptaan bukan manusia tetapi suatu energi diluar kemampuan kita.

    Saya mencoba berpikir dengan kemampuan saya bahwa alam semesta adalah memang sudah dirancang sedemikian rupa oleh yang maha kuasa yaitu Allah swt. Hal itu mungkin bisa menjelaskan terjadinya crop circle tersebut.

  31. Ini pertanda manusia planet lain akan turun ke bumi.. atau ini sinyal dunia dah makin tua… so cepat2lah insaf..he,.,

  32. Sensasi manusia, atau perilaku makhluk lain kadang sulit dinalar, supaya tdk menimbulkan spekulasi dan takhayul yg bs berakibat heboh sesungguhnya mjd tugas pr pakar dan ahli untuk menjelaskan scr obyektif dan ilmiah unt pencerahan biar tidak ada pembodohan publik. Monggo…

  33. Wah fenomena yang bikin heboh ya mas, hehe.. nitip link ya,,
    CROP CYCLE DI SLEMAN HOAX BISA DILIHAT DI http://hisyamhananto.wordpress.com/2011/01/24/ufo-di-sleman-crop-circle-ternyata-hoax/

  34. assalamu’alaikum
    satu yang mau q tanyakan nih,kenapa bentuk lingkaran itu hanya ditemukan di atas ladang gandum ato padi??
    kalau itu ufo,apa ufo mank paling senang mendarat disitu?
    ato lagi butuh bahan makanan ya?jadi mendarat disitu?
    ๐Ÿ˜€

  35. Saya termasuk yang gak percaya kalo C Circle terbentuk dari bekas pesawat UFO. Makasih pak tdjamaludin atas infonya. Tapi boleh aja komen dari pihak yang pro UFO,…sekarang ada yang mau komen gak dari yang ahli…JIN…ada nggak kemungkinan yang bikin JIN kurang kerjaan….hehe…JIN yang di suruh agar mengalihkan ISU-ISU yng lagi hangat mungkin…bisa aja kan….

  36. tega benar ya tu orang yang nginjak-nginjak sawah

  37. Jgn mudah terpengaruh oleh isu yg beredar,,,sampai sekarang tdk ada bukti ilmiah Alien it ada,,,,,

  38. Sebenarnya tidak jadi masalah tentang Crop circles dibuat oleh manusia, alien, karena proses alamiah, atau dibuat oleh jin. Yg bikin penasaran itu, koq begitu cepat waktu pembuatannya. Minimal diperlukan waktu dalam hitungan jam utk membuat pola geometris seluas itu. Tapi koq bisa gak ada orang yg sempat memergoki saat crop circles itu sedang dibuat.

    Kalau selama 10 tahun cuma ada satu laporan crop circles dan tidak ada yg melihat saat lingkaran2 itu sedang dibuat, itu bisa dimaklumi. Tapi nyatanya ada ratusan laporan crop circles dalam beberapa tahun. Dan satu orang pun gak ada yg memergoki saat crop circles itu sedang dibuat.

    • Saya perkirakan hanya buktuh waktu 3 jam kalau 6 orang.

      • Maaf pak, kira2 tanggal 25-02-2011 telah dilakukan rekonstruksi pembuatan Crop Circle oleh beberapa mahasiswa (10 org) disaksikan oleh warga dan aparat, juga didokumentasikan oleh stasiun TV swasta. Pembuatan hanya diujicobakan diameter 20meter, lokasinya sekitar 500meter dari CC pertama. Waktu pembuatan (tak termasuk design) dimuali dari jam 07:30 sd 18:00, ternyata belum cukup untuk melakukan finishing, sehingga hasilnya kurang meyakinkan …. Berarti sekitar 9jam disiang hari yg terang. Juga ternyata banyak jejak kaki, termasuk bungkus makanan sbg bekal.
        Bagaimana tanggapan pak Djamaluddin tentang hal ini ?
        Saya juga ingin tahu, mengapa pak Djamaluddin tidak mau menjawab setiap pertanyaan2 (banyak yg ilmiah) dari para komentator ? Padahal pertanyaan2 yg muncul cukup berbobot.

      • Tingkat ketrampilan berbeda-beda. Karena keterbatasan waktu saya, maaf tidak semua pertanyaan saya jawab, walau saya tahu banyak juga tanggapan/pertanyaan yang berbobot.

      • “Tingkat ketrampilan berbeda-beda.”
        Hanya segitukah jawabannya ? Lantas ketrampilan seperti apa yg dimiliki oleh pembuat CC pertama dan kira2 siapa yg memiliki ketrampilan yg sangat tinggi itu, bisa membuat CC yg besar dalam waktu sekitar 2jam dimalam hari ? Org amerika atau perancis atau inggris yg sengaja membuat heboh Indonesia ?
        Contohkan saja siapa org Indonesia yg mampu (bukan berarti menuduh dia pembuatnya) …

    • yang bikin mau ufo, gayus, teroris, atau yg lainnya nggak jadi masalah. yg penting bukan bom. heran, orang2 lapan koq sselalu menolak untuk menerima kemungkinan kalo ada ufo ya? apa udah ketularan nasa ya? jangan2 ngak percaya dengan isro mi’raj juga kalo ngak ada fakta ilmiahnya ya?

  39. saya gak pernah liat langsung jadi gak tau. terserah itu yang bikin siapa yang penting aman2 aja….!!

    tapi jangan lupa satu hal flying object cahaya yang melayang2 di udara yang disebut2 sebagai creator dari crop circle di luar negeri ternyata sering sekali ada di langit indonesia. saya pernah melihat sendiri flying object itu. memang gak ada bukti yang saya punya tapi org lain mngkin juga pernah melihat itu. dan mungkin juga LAPAN juga dah tau kenyataan itu….bisa tolong jelaskan apakah benda tersebut…?

    • UFO dari sudut pandang sains dianggap tidak ada. Baca ini http://www.astrosociety.org/education/resources/pseudobib.html#toc

      • LAPAN selalu bilang pseudo-pseudo…
        Apakah karena keterbatasan kemampuan akal kita, kemudian itu dikatakan tidak ada?

        Heran saya,,, SUMPAH betul-betul heran…apakah anda bisa membuktikan keberadaan Tuhan, Malaikat dsb dengan sains?

        Apakah itu pseudo juga?

      • Masyarakat astronomi secara internasional menilai UFO dan Crop Circle sebagai pseudoscience, bukan hanya LAPAN. Ini salah satu penjelasannya dari Masyarakat Astronomi Pasifik http://www.astrosociety.org/education/resources/pseudobib02.html

        Jelas, soal Tuhan, malaikat, dan jin itu bukan lingkup sains, itu wilayahnya keparcayaan agama. Kalau ada yang ingin membuktikan secara sains, misalnya menggunakan fisika atau kimia, kajiannya bisa menjadi pseudoscience. Jadi, cukuplah itu sebagai kepercayaan. Soal UFO, CC, dan astrologi pun dalam lingkup kepercayaan orang sah-sah saja dan saya mengakui banyak orang yang mempercayainya. Tetapi ketika UFO dan CC dikaji secara ilmiah, kajiannyanya akan terjebak pada pseudoscience.

  40. crop circle di ladang gandum/di sawah bisa saja direkayasa oleh manusia(walaupun karakteristiknya beda bgt antara yg asli dan hasil rekayasa),tapi kenapa LAPAN sebelum melakukan penelitian kemaren udh yakin kalo itu buatan manusia?apa bisa dijelaskan crop circle di lapisan es antartika?di gurun sahara?seharusnya crop circle di sleman yg meneliti ahli botani saja,daripada org2 LAPAN,orang yg neliti juga gak paham soal tanaman..

    • Tanpa harus melihat lokasi, astronom tidak percaya itu dari UFO, karena UFO tidak ada. Hasil karya makhluk ghaib? Pasti bukan. Jadi, pasti buatan manusia. Astronom yakin crop circle itu rekayasa dan tergolong pseudosains (sains semu, alihan sains bohong-bohongan). LAPAN hadir sekdar membuktikan itu buatan manusia, bukan meneliti karena UFO dan jejaknya memang bukan ranah ilmiah. Baca ini http://www.astrosociety.org/education/resources/pseudobib.html#toc

      • ahahaha…
        lucu sekali jawaban diatas… ๐Ÿ™‚

        sudah bisa memastikan bukan buatan UFO atau makhluk ghaib…

        boleh tanya? apakah menurut anda, JIN itu ada? apakah ada bukti ilmiah? ๐Ÿ™‚

  41. misalkan manusia apa tujuanya dan kenapa harus di swah bukan padang rumput, waduh repot ya kalau didunia ini kita tidak sendiri , apalagi ada yang namanya ufo segala .

  42. ih,,wow hu keren,,

  43. gini lah menurut aku.. ada yg buatan manusia ada yg buatan ufo.. klo buatan manuasia itu manual.. klo ufo itu sekali jiplak.. istilahnya seperti stempel.. bisa ditiru manual oleh manusia, pake pena tp beda lah hasilnya yg manual ma yg tinggal tancep kaya stempel.. dan itu manusia2 yg ngikutin ky gitu cm pengen terkenal doank.. cari muka.. coba liat video ini http://www.youtube.com/watch?v=66Th0ENBmeA apa pesawat2 itu jg buatan manusia..

  44. Menurut berita terkini, pembuat crop circle di sleman ini seorang mahasiswa, mahasiswa yang pintar dibutuhkan pada zaman sekarang, tapi harus punya moral juga juga, karena hasil perbuatan mereka sudah merugikan petani, yang cenderung hidupnya sudah susah

  45. Dalam bidang sains dan dien, umat (khususnya umat islam), sudah banyak yang gak percaya orang yang berilmu…

  46. Ya saya juga tahu pak, kalau manusia juga bisa membuat tiruan pola geometris seperti crop circle. Yang saya sayangkan pada saat Anda dimintai pendapat di salah satu stasiun televisi, Anda langsung menyatakan bahwa itu adalah buatan manusia. Padahal waktu tim LAPAN belum dikirim ke lokasi. Bagaimana Anda bisa menyatakan pendapat jika objeknya saja belum Anda lihat dan belum Anda teliti?

  47. Menurut saya malah Astronomi itu yang Pseudosains. Tiap hari meneliti dan menyaksikan milayaran galaxi, bintang dan planet, yg jaraknya puluhan, ratusan, ribuan tahun cahaya, tapi hanya berpendapat bahwa kehidupan hanya ada di Bumi.

    • Astronomi juga percaya ada kehidupan di luar bumi, karenanya ada cabang astronomi yang namanya astrobiology atau bio astronomi. Hanya soal UFO dan yang terkiat dengan itu astronomi tidak mempercayaainya dan menganggapnya itu pseudosians.

      • Percaya ada kehidupan di luar bumi yang macam apa? Bakteri-kah? Microba-kah?

        Dan NASA (dan lembaga2 semacamnya di dunia) yg tdk percaya adanya kehidupan di luar angkasa mengeluarkan uang trilyunan hanya untuk mencari Bakteri dan Microba (malah cuman Fosil-nya) di luar angkasa?

        Facts do not cease to exist because they are ignored.
        (Aldous Huxley)

      • Pernyataan Prof T Djamaluddin,

        “Kalau betul Tim UNDIP melakukan peneitian ilmiah, saya tunggu laporannya lengkapnya dalam makalah ilmiah yang menyimpukan CC bukan buatan manusia.”

        Jawaban TIM Undip.
        Laporan sementara kami, untuk forum yang sangat menarik ini. Kami melakukan penelitian secara di Berbah, Piyungan dan Magelang. Tim kami terdiri dari 13 orang ( 5 orang dari jurusan Fisika, 3 orang dari jurusan Biologi, 2 orang dari jurusan matematika, 3 orang dari jurusan Kimia). Sepuluh (10) orang dari anggota TIM berkualifikasi Doktor lulusan luar dan dalam negeri. Kami mengambil sampel tanah, padi, padi rebah kena angin, padi kontrol, data geometri. Kami melakukan penelitian di laboratorium. melihat skala mikroskopik (dengan SEM), identifikasi unsur, dll. Kami betul penasaran ada Nikel yang kami temukan, Nitrogen pada CC naik 400%. Semua padi padi CC melengkung pada bongkoplnya dan coklat kehitaman. Amilum bulir padi hancur, epidermis hancur (walaupun secara kacat mata kita tidak meliaht itu hancur). Jadi ada proses fisis dan kimiawi yang terjadi. misalnya radiasi elektromagnetik, heating microwave, radiasi radikal, implantasi ion, dll (hany tuhan yang thu sesungguhnya apa yang terjadi)
        Kami betu-betul sukar untuk menerima apalagi yakin, REKAYASA POLA GEOMETRIS DI LAHAN PERTANIAN ITU, dibuat oleh manusia dengan peralatan papan, tali, senter secara mekanik. Tentang Scientific Report, Insyaallah segera kami launching, dan kami akan difasilitasi oleh Diknas Provinsi Jateng untuk mendiskusikan hasil penelitian ini bersma-sama pihak LAPAN, BATAN, BMKG, Pusat Penelitian Padi dan TIM peneliti Undip.

        Saya sendiri adalah seorang Fisikawan, saya meneliti Fisika Plasma sejak 1993. Saya mengajak semua pihak untuk terus melakukan Ijtihad Saintifik jika kita cukup syarat-syaratnya. Kalau awal kejadian alam itu satu, akan berakhir juga menjadi satu kembali, maka antara kita dan alam paralelnya semakin lama semakin mendakat, dan Science dengan kerangkanya sekarang akan mendapat koreksi serius.

        Salam hangat saya,
        Muhammad Nur
        Ketua TIM Peneliti CC Undip

      • Terima kasih infonya. Itu sangat menarik untuk dikaji. Insya-allah saya akan mengikuti kalau ada pemaparan hasil penelitiannya.

  48. Seperti banyak diberitakan oleh media, LAPAN telah menyimpulkan bahwa crop-circle Sleman dibuat oleh manusia. Dari beberapa alasan LAPAN untuk sampai pada kesimpulan di atas, ada tiga alasan yang menurut saya perlu dikritisi karena ada kelemahan logika di dalamnya. Tiga alasan tersebut adalah:

    1. Padi rebah sampai ke akar-akarnya
    2. Polanya tidak simetris, ada yang lebar, ada yang sempit.
    3. Di titik tengah, ditemukan adanya lubang dengan kedalaman sekitar 25 cm dengan diameter 4 cm.

    Kalau tiga kesimpulan di atas dibalik logikanya, maka akan menghasilkan pernyataan bahwa untuk menyimpulkan crop-circle bukan buatan manusia maka haruslah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
    1. Padi tidak rebah sampai ke akar-akarnya
    2. Polanya simetris
    3. Tidak ada lubang di titik tengah

    Seperti kita ketahui, alternatif yang beredar mengenai pembuat crop-circle selain manusia adalah :
    1. Alam secara kebetulan
    2. Makhluk lain selain manusia.

    Sekarang kita uji alternatif pertama. Jika alam yang membuat crop-circle, apakah logis memastikan bahwa padi tidak rebah sampai ke akarnya, polanya simetris, dan tidak menimbulkan lubang di titik tengah crop-circle ? Tidak logis bukan ?

    Jadi, tiga alasan dari LAPAN di atas tidak layak menghasilkan kesimpulan bahwa manusia adalah satu-satunya jawaban mengenai siapa pembuat crop-circle Sleman. Masih terbuka alternatif bahwa alam (secara kebetulan) membuat padi rebah sampai ke akarnya, menghasilkan pola yang tidak simetris, atau membuat lubang di titik tengah crop-circle.

    Selanjutnya, kalau kita uji alternatif kedua (makhluk selain manusia), akan lebih โ€œunikโ€ lagi logika pembuatan kesimpulan LAPAN di atas. Makhluk (selain manusia) apakah yang dipastikan oleh LAPAN mampu membuat crop-circle yang padi tidak rebah sampai ke akarnya, polanya simetris, dan tidak ada lubang di titik tengahnya ? Jika itu UFO (alien), bagaimana mungkin LAPAN memastikan bahwa jika UFO (alien) membuat crop-circle maka pastilah padi tidak rebah sampai ke akarnya, polanya simetris, dan tidak menimbulkan lubang di titik tengah crop-circle, sementara LAPAN sendiri dalam banyak pernyataan menyangkal eksistensi UFO (alien) ? Jelas logika yang bertabrakan.

    Jadi menurut saya, tiga alasan dari LAPAN di atas cuma dapat dipakai sebagai dasar untuk membuktikan bahwa manusia mampu membuat crop-circle Sleman dan sama sekali belum layak untuk membuat kesimpulan (secara ilmiah) bahwa pembuat crop-circle Sleman adalah manusia.

    • 1. Padi rebah sampai ke akar-akarnya
      2. Polanya tidak simetris, ada yang lebar, ada yang sempit.
      3. Di titik tengah, ditemukan adanya lubang dengan kedalaman sekitar 25 cm dengan diameter 4 cm.
      Ketiga alasan itu palsu …. tidak sesuai kondisi lokasi yg sebenarnya ….

      • Berhati-hati menuduh. Tim LAPAN punya foto-fotonya.

      • Kami juga punya foto-fotonya dan keterangan warga, justru kami memiliki foto dari investigasi langsung pada tgl 24-01-2011 pagi hari sebelum banyak org, bahkan sebelum tim LAPAN datang pada hari berikutnya dengan TKP yg sudah sangat berbeda. Dipusat CC awalnya tidak ada lubang, namun ada 1 rumpun padi yg msh berdiri dan pada minggu sore dicabut oleh pengunjung yg mempercayai mistik, sehingga bekas cabutan tsb jelas terjadi lubang.
        Yg berkomentar disini juga banyak warga Jogja dan sekitar, banayk yg bertentangan dengan pak Djamaluddin tentang cuaca pada hari kejadian ….
        Saya pribadi juga belum menyatakan bahwa CC dibuat oleh UFO atau sejenisnya, namun saya tidak percaya kalau CC pertama itu buatan manusia …. Sampai saat ini juga belum ada penjelasan yg masuk akal bahwa CC pertama buatan manusia, contoh2 yg ada tidak menggambarkan kesesuaian/kesetaraan waktu, kondisi dan nilai2 mikroskopis.

  49. Betapa Hanya sedikit Ilmu Allah yg diketahui Manusia dan Logika pada saat itu tidak bisa digunakan lagi dikarena keterbatasan manusia…………..Apakah Mahkluk Luar Angkasa Itu Ada…………Bila Allah Menghendaki bahkan yg menyerupai Bumi “Kun fayakuun” maka jadilah………………………………………………………. kalau Corp circle itu memang buatan manusia biasa maka akan lebih mudah untuk dibuktikan…………… Diluar siapa yg membuat ada satu hal yg bisa kita petik Itu adlah maha karya yg luar biasa…….. enjoy aja nikmati dan berargumenlah dengan hati bila ada yg bilang itu buatan manusia biasa buktikan dengan jelas krn itu lebih mudah dari membuktikan pembuatnya adalah mahkluk luar angkasa yg memerlukan proses lama dan kepandaian yg luar biasa apabila anda tidak bisa membuktikan maka jadilah orang yg bijak seakan akan anda tahu benar meski sebenrnya hanya emosi semata yg dikarenakan otak logika anda tidak mampu menerima tentang Mahkluk Luar angkasa ada kesalahan berfikir dari sebagian besar umat manusia adalah cara pandang hanya dari satu sisi padahal dalam kehidupan didunia adalah merupakan satu kesatuan yg tidak bisa terpisahkan……………
    AGAMA = tertulis
    ILMIAH=Tersirat

    • Saya sepakat dengan ini. Kegagalan Science untuk mengunkap semua yanag ditemuakan akhir-akhir ini adalah kesalahan awal epistimology. Sain modern sudah terpenjara oleh dirinya sendiri. Saya mendalami Fisika Plasma sejak tahun 1993, sewaktu mengambil program pasca sarjana dan terus menggelutinya sampai sekarang. Pengetahuan kita tentang peristiwa di sekitar Plasma (materi phase keempat) itu maasih sangat minim. Percobaan laboratorium masih sangat rendah. Aurora bagian dari Plasma, yang membuat pola-pola simetri, belum pernah kita jamah. yah yang kita tahu hanya baru sedikit, dan alam semesta raya bisa menyajikan banyak hal. begitu banyak pola fraktal yang terlukis di alam dan di puncak-puncak bukit ber es, serta di gua-gua batu. Jadi perlu hati-hati soal CC, kita harus memberi ruang yang lebih luas bagi kita bersama-sama membuka rahasiaNya. Kita harus kehilangan ijtihat saintifi, kesucian keingintahuan akan RahasiaNya. Bukakkah Manusia dan makhluk Nya yang lainn “Jin”, disuruh menembus langit dan bumi jika mamapu?

      Muhammad Nur
      Ketua TIM Peneliti CC Brebah, Piyungan dan Magelang, dari Undip

  50. Wah yang pasti bagus, kalau apa mungkin dibuat dalam satu malam, mungkin tidak. TAPI kalau di ekspos dalam satu malam sangat mungkin!

  51. Saya termasuk dalam TIM Undip pada penelitian crop circle. yang disampaikan media hanya terbatas. kami menemukan banyak lagi keanehan. Amilum dalam bulir padi di CC hancur, artinya diluar masih utuh di dalam bulir padinya amilum hancur. kadar nitrogen kami temukan mencapai 400 % dari keadaan normal, epidermis hancur dibagian dalam pada bongkol (node) padi yang bengkok, juga ada pola terbentuk dan padi tidah robeh pada diameter 24 meter, Ini sangat tidak dapat diterima jika proses membentuk pola itu dibuat dengan menginjak. Demikian info dari kami.

  52. TIM Undip juga masih terus mendapatkan penjelasan, dari berbegai sumber. kami menemukan Nikel di dalam sampel padi kami.

    Insyaallah pada pertengahan Maret ini kita coba membuat diskusi panel tentang berbagai pandangan terhadap CC. Saya sepakat kita perlu pencerahan tentang perkembangan ilmu di Indonesia. Dalam kondisi misteri seperti CC, ruang ijtihad saintifik perlu dibuka lebih lebar. Kalau interpretasinya benar (baik dapat 100), kalaupun salah (masih dapat 50).
    Muhammad Nur

  53. Seperti film X-Files saja… case closed tidak terpecahkan dan masing-masing sibuk dengan teorinya.

    Saya menunggu pelaku pembuat CC (jika memang manusia) segera ditangkap dan melakukan rekonstruksi. Kalau manusia seharusnya lebih mudah untuk melacaknya.

    Mazojix

  54. Setiap peristiwa bisa dijelaskan secara ilmiah. Ketika suatu hal yang asing belum bisa dijelaskan, maka teori yang masuk akal itulah yang semestinya diterima sebagai kebenaran, sebagai kebenaran sementara, sebelum ada teori yang lebih sahih yang sudah teruji. Demikianlah mekanisme “kebenaran” sains/ilmiah.

    Jadi penjelasan Prof Thomas lah yang sampai saat ini masuk di akal. Sedang penjelasan Muhammad Nur, baru sampai pada tahap proses pengumpulan materi di lapangan yang belum bisa diambil kesimpulannya.

    Dengan demikian tidak perlu ada “ego” masing-masing, apalagi dengan melibatkan UFO yang tidak pernah terang benderang dari sisi ilmiah. Konon lagi JIN.

    Biarkan mereka yang tertarik dengan peristiwa ANEH (yg bagi saya tidak aneh lagi) mencoba menjelaskan secara ilmiah.

    BTW peristiwa Crop Circle sudah berpuluh tahun terjadi, dan blm ditemukan penjelasan ilmiahnya. Kita tunggu TIM UNDIP, semoga menjadi tim pertama yang mampu.

    • Yth sdr Muchson

      Pada tanggal 12 Maret 2011 lalu kita launching buku hasil penelitian kami yang diterbitkan oleh Graha Ilmu Yogyakarta. Sayang ketika itu Bapak T Djamaluddin tak bisa hadir. Dari Lapan memang ada yang presentasi. Dari sekian data yang kami peroleh, kami yakin CC yogya TDK DIBUAT MANUSIA SECARA MEKANIK. Apa yang terjadi? Hipotesa kami, itu peristiwa alam yakni Plasma Vortex dan Angin Ion.

      BUKU
      โ€œMenguak Misteri Crop Circle di Indonesiaโ€

      Kata Pengantar

      Lingkaran tanaman (berasal dari bahasa Inggris Crop Circle sering disingkat CC) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius dalam waktu sangat singkat di area ladang tanaman. Pola teratur tersebut sering membentuk rancangan yang simetris berbasis bentuk lingkaran.
      Fenomena CC di Indonesia terjadi di Yogyakarta yang diketahui pada tanggal 23 Januari 2011 pagi hari, langsung diberitakan secara nasional dan Internasional, dan telah menyedot perhatian masyarakat luas, mulai masyarakat awam sampai kalangan peneliti atau akademisi. Dua pendapat yang diterima masyarakat dari media bahwa CC dibuat oleh manusia secara mekanik, dan yang lainnya CC merupakan bekas jejak pesawat makhluk luar angkasa (alien).
      Berdasarkan penelitian kami dalam bidang fisika plasma dan telah diterapkan dalam pemercepat tumbuh tanaman mendorong kami untuk meragukan kesimpulan-kesimpulan yang diutarakan. Juga topik lain penelitian kami dibidang plasma yang lebih dikenal dengan pemanfatan angin ion untuk kajian elektrohidrodinamik. Pada penelitian ini kami dapat membentuk pola-pola lingkaran pada permukaan minyak dengan memanfaatkan ionisasi gas diudara. Hasil penelitian ini semakin memberikan pencerahan baru bagi kami untuk melakukan penelitian lanjut tentang CC Berbah Sleman.
      Pada tanggal 24 Januari 2011 (hari kedua CC), kami melakukan komunikasi dengan beberapa peneliti CC. Salah satu dari peneliti tersebut adalah Nancy Talbott dari BLT Research Team, Cambridge, MA USA. Nancy Talbott sendiri bermitra dengan W. C. Levengood seorang professor dari Michigan University dan telah bekerja sejak awal tahun 90 tentang Crop Circle. Dia sebagai seorang biofisikawan sudah banyak mempublikasikan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah yang harus diputuskan sebuah tim pakar apakah sebuah makalah dapat diterbitkan atau tidak. BLT Research Team, dengan kepakaran Levengood yang tak diragukan, mengusulkan hipotesis terbentuknya CC yang asli adalah karena radiasi gelombang mikro (microwave radiation) dan plasma vortex. Komunikasi ini telah mendorong TIM Peneliti Undip untuk mencari data-data lapangan dan penelitian laboratorium.
      Dugaan sementara terbentuknya CC disebabkan oleh angina ion dan plasma vortex. Dugaan ini ditindak lanjuti dengan penelitian yang mendalam oleh sebuah Tim Peneliti dengan memanfaatkan peralatan canggih dan standart saat ini. Data dan fakta ilmiah terungkap dari hasil penelitian ini, bahwa telah terjadi peristiwa fisika, kimia, plasma kimia, berakhir dengan perubahan biologi pada padi di area CC. Di area CC telah terjadi pembengkokkan pada nodus (bongkol), amilun bulir padi hancur, epidermis rusak, kadar nitrogen naik secara mencolok, dan ditemukan Nikel dengan kadar 3 % pada nodus batang padi. Tim menyimpulkan bahwa, Crop Circle yang terjadi di Yogyakarta bukanlah buatan manusia.

      Kunjungi:

      http://www.grahailmu.co.id/index/buku/detil/0/1/2/29/buku759.html

      • Saya akan coba cari buku Pak Nur di toko buku. Namun, membaca ringkasan pemaparan Pak Nur, ada hal yang mengganjal. Istilah “Plasma Vortex” dan “Angin Ion”, tidak/belum lazim dalam wacana ilmiah. Setidaknya, dari browsing internet via google dan database abstrak jurnal sains istilah itu masih langka dan cenderung masih spekulatif. Kalau Pak Nur punya makalah ilmiah tentang hal tersebut, tolong kabari saya situsnya atau scan makalahnya tolong dikirimkan.

        Peneliti berangkat dari keingintahuan (dg scientifc question), lalu berhipotesis, mengujinya, dan akhirnya berkesimpulan. Tetapi, peneliti tidak boleh terjebak pada spekulasi yang bagi orang awam dianggap kesimpulan final. Peneliti LAPAN sudah membuktikan dari kajian lokasi bahwa ada indikasi CC buatan manusia. Tidak perlu membuktikan dengan membuat CC, karena di tempat lain banyak CC dibuat dengan sengaja, termasuk dengan pola sangat rumit. Bila peneliti UNDIP bersikukuh menyatakan bahwa itu bukan buatan manusia, tetapi DIDUGA angin ion dan plasma vortex, tugas mereka untuk MEMBUKTIKAN dugaan tersebut sampai terbentuknya pola geometris. Tanpa pembuktian itu, kesimpulan tersebut belum final dan secara ilmiah dianggap masih bersifat spekulatif.

        Mengapa BLT (yang mengkhususkan pada CC) kurang mendapat respons komunitas ilmiah? Karena penelitiannya bias. Tidak ada satu pun universitas (kecuali UNDIP) dan lembaga riset independen yang meneliti CC, karena bobot pseudoscience pada CC sangat tinggi. Reputasi saintifiknya dipertaruhkan, karena DUGAAN bukan berarti kesimpulan akhir, tetapi awal yang dituntut untuk DIBUKTIKAN. Banyak hal harus dibuktikan. Eksperimen paling sederhana adalah dengan MEMBUAT CC di sawah di dekatnya dan lakukan pengukuran dengan cara yang sama pada CC temuan. Buktikan bahwa CC buatan berbeda secara signifikan dengan CC temuan.

        Kalau betul ada mekanisme plasma vortex di alam yang bisa mengukir pola geometris, mengapa tidak ada satu pun peneliti atmosfer yang tertarik menelitinya? Padahal fenomena itu sudah terjadi puluhan tahun. Jawabnya sederhana, tampaknya tidak ada alasan saintifik untuk menelitinya. Dalam literatur sains atmosfer (saya pernah menjadi Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim di LAPAN) tidak ditemukan istilah “angin ion” dan “plasma votex”.

  55. ada tanggapan sdr muchson? ๐Ÿ˜€

    • Mas Bondan,

      Apakah ada hal penting yang perlu sy tanggapi? Sebenarnya tidak ada mas, tapi koment mas bondan membuat sy tergelitik untuk surfing CC.

      Setelah surfing, paling tidak ada 8 teori ttg CC (lihat di https://pantherfile.uwm.edu/kmh7/www/research/theories/plasmavortex.html) sebagai contoh nya. Mau cari lagi..? Wah buang-buang waktu mas. Apalagi sy bukan seorang fisikawan, bukan Dr, bukan professor, hanya sedikit tahu pelajaran SMA dulu.

      Dari berbagai teori, barangkali yang ada menyinggung sisi ilmiahnya adalah teori Plasma Vortex. Terori ini saya kira yang telah menggelitik Tim UNDIP. Itu sah-sah saja, sbg upaya pembuktian ilmiah mereka.

      Prof. Djamal telah menanggapi – saya tahu beliau ini sangat concern pada penelitian atmosfer atas – bahwa istilah “plasma vortex” dan “angin ion” tidak ditemukan dalam jurnal-jurnal ilmiah. (……..Nah, ini jadi PR bagi tim Undip, atau mas bondan, atau siapa saja…..) untuk membuktikan statement Prof. Djamal diatas.

      Terlepas dari pernyataan Prof Djamal, teori Plasma Vortex (Frans et al, 1990) menyatakan bahwa :

      “formasi plasma atmosfer —-MUNGKIN—- berasal dari adanya pertukaran energi antara ionosfer (60-100 km) dan badai listrik di atmosfer atas ”

      (Barangkali Prof Djamal bersedia menjelaskan PRADUGA pertukatan energi tsb)

      Saya lanjutkan,
      Kata MUNGKIN dalam statemen Frans sengaja saya besarkan, untuk menunjukkan bahwa hal tersebut belum ada penjelasan ilmiahnya.

      Selanjutnya mas Bondan, ada hal aneh dari gambar2 CC (yang sempat sy lihat), mengapa semua berada di daerah terbuka (ladang/sawah dll). Mengapa tidak (belum) ada yang muncul di daerah hutan? Mengapa lokasinya mudah terjangkau manusia?

      Pertukaran energi di atmosfir atas, yang kemudian membumi membentuk CC tentu letaknya acak, bisa di sawah, di kota, di hutan dsbnya.

      Atau kah munculnya pertukaran energi itu timbul karena ada pesawat aneh yang turun ke bumi shg mencetak pola2 yang teratur?

      Nah, pertanyaan2 sperti inilah bisa membangkitkan angan-angan yang akhirnya membentuk pseudoscience. Oleh orang awam (macam saya juga) pseudoscience dianggap sebagai kebenaran ilmiah.

      Itu dulu mas Bondan, komentar saya. Kalau dilanjutkan, makin tidak karuan.

      Untuk Tim UNDIP, silakanlanjutkan penelitian anda, saya hargai tekad tersebut. Bila tidak benar, paling tidak banyak sisi-sisi iptek yang anda peroleh sbg efek samping dari keseriusan.

      Bila belum terbukti, dan belum diuji dalam sidang ilmiah yang memiliki kompetensi legal, sebaiknya (saran) jangan dipublisir terlebih dahulu. Kasian rakyat kita.

      (Maaf, buku yang dimaksud belum saya baca)

  56. Saya sudah membaca tuntas buku Tim UNDIP “Menguak Misteri Crop Circle (CC) di Indonesia”. Saya tidak meragukan kompetensi ilmiah para penelitinya. Namun saya perlu memberikan beberapa catatan yang mungkin tidak menjadi perhatian awam, tetapi bagi peneliti mestinya tidak boleh dilupakan dalam memaparkan argumentasi yang runtut dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
    1. Membuktikan bahwa CC buatan manusia lebih mudah daripada membuktikan bahwa itu bukan buatan manusia. Banyak percobaan di luar negeri sudah dilakukan bahwa manusia bisa membuat pola geometris yang rumit dalam waktu cepat. Beberapa indikasi campur tangan manusia sudah cukup membuktikan. Tim LAPAN menunjukkan adanya bekas lubang pancang di pusat lingkaran dan adanya sibakan tanaman padi untuk menuju pusat lingkaran. Jejak kaki memang tidak tampak karena terbantu oleh pematang sawah dan pijakan langsung di atas batang padi tak akan berbekas.
    2. Kesimpulan bahwa CC bukan buatan manusia hanya didasarkan pada asumsi pola yang rumit tidak mungkin dibuat oleh manusia dan hasil analisis kimiawi dan biologis pada sampel. Soal pola yang rumit bisa diperdebatkan, apakah benar kenyataan lapangan serumit pola di gambar, karena pada pelaksanaan lapangan banyak penyederhanaan dilakukan. Soal analisis kimiawi dan biologis tidak ada pengujian terhadap sampel buatan secara mekanik (diinjak dengan papan) yang dibiarkan selama beberapa hari seperti sampel CC, untuk membuktikan bahwa sampel CC berbeda secara signifikan dengan sampel buatan. Reviewer bisa berargumentasi, bisa jadi perlakuan perebahan mekanik menyebabkan pembengkokan nodus setelah beberapa hari. Tim peneliti tidak punya dasar membantah argumentasi tersebut, karena tidak diuji dengan eksperimen.
    3. Teknik sampling dilupakan tim peneliti. Pembaca laporan di buku itu dibawa pada kesimpulan bahwa sampel yang diuji telah mewakili keseluruhan populasi data. Kita tahu jumlah batang padi di wilayah CC tidak sedikit. Kita tidak mendapat informasi berapa persen sampel yang diuji dari sekian banyak batang padi tersebut. Bagi para peneliti, penyimpangan data pasti dijumpai, tetapi analisis statistik dapat menjadi alat untuk menarik kesimpulan. Tidak mungkin setegas “bukti” yang ditunjukkan di dalam buku, seolah SEMUA batang padi jadi bengkok di area CC dan SEMUA masih tegak di luar CC.
    4. Hipotesis angin ion dan plasma votex masih spekulatif secara ilmiah. Hipotesis itu sejak dulu diungkap oleh orang yang percaya CC, tetapi tidak pernah dibuktikan dengan eksperimen atau model fisisnya. Jadi hanya berhenti pada hipotesis. Padahal kita tahu, dalam metode ilmiah hipotesis harus dibuktikan kebenaran atau ketidakbenarannya dengan suatu eksperimen atau analisis fisis teoritiknya untuk sampai pada suatu kesimpulan. Analisis kondisi cuaca yang diulas pun bersifat umum Indonesia, bukan di atas lokasi CC dan tidak sedikit pun menyinggung terminologi “angin ion” atau “plasma vortex”, suatu istilah yang tidak dikenal dalam sains atmosfer.

  57. saya pusing dengar istilah pseudosains ilmiah tidak ilmiah segala sesuatu dihubungkan dengan ilmiah tidak ilmiah, atau di sekolah tidak diajari atau tidak ada jalurnya di dunia akademis atau semacam itu.

    pertanyaan saya cuma satu : apakah salah orang yang memberitakan sesuatu yang dilihat oleh dia meski hal itu sulit dijelaskan dengan cara . . . (istilah ilmiah lagi . . . he he he)

    gitu aja kok repot . . .

    beritakanlah apa yang kau lihat, meski akhirnya dianggap gila.

    • Ketika fenomena tak lazim tidak lagi dikaitkan dengan “roh jahat”, “santet”, “jin”, dan sejenisnya, orang mulai mencari pembenaran ilmiah. Tetapi perlu diingat, sejak SMP pun kita sudah diajari soal “metode ilmiah” (minimal, mulai dari perumusan masalah, hipotesis, pengujian hipotesis dengan pengamatan atau eksperimen, sampai kesimpulan dilaporkan secara lengkap, runtut, dan logis). Kalau sesuatu kajian diklaim sebagai ilmiah, tetapi tidak mengikuti metode ilmiah yang benar, maka kajian itu dikategorikan sebagai pseudoscience (sains semu). Kajian UFO dan CC tidak ada satu pun yang memenuhi syarat dalam metode ilmiah. Orang awam sering mudah percaya pada kajian yang kesannya “ilmiah”, walau sebenarnya tidak memenuhi syarat metode ilmiah. Banyak yang berhenti pada hipotesis dan terburu-buru mengumumkannya seolah-olah sebagai kesimpulan, karena terjebak pada pola penelitian yang bias (sekadar mengikuti kepercayaan yang diyakini atau mengekor kemiripan dengan hasil orang lain).

      • Pak TDjamaluddin : “Kajian UFO dan CC tidak ada satu pun yang memenuhi syarat dalam metode ilmiah.” Berarti bapak lbh tahu tentang syarat Ilmiah untuk bidang ini, maka sampaikanlah, syarat ilmiah yg bagaimana atau seperti apa yg harus dipenuhi untuk dapat digunaka mengambil data dan membuktikan secara ilmiah, kalaupun msh terbatas, setidaknya dapat menyempurnakan hipotesa2 menjadi teori agar lbh mudah melakukan validasi ….
        Terimakasih sebelumnya atas pemaparan detail syarat ilmiah yg harus dipenuhi ….

      • Suatu kajian/penelitian ilmiah harus didasari oleh “scientifc question” (bukan sekadar “pesonal question”) yang kuat. Nah, kajian UFO dan CC dianggap lemah “scientif question”-nya karena banyak indikasi yang menyatakan bahwa fenomena itu sesungguhnya lebih banyak rekayasa atau faktor ketidaktahuan para saksi, sehingga kalau pun dipaksakan hanya menghasilkan pseudoscience (sains semu). http://www.astrosociety.org/education/resources/pseudobib02.html
        Kita tahu, dalam sains untuk menyimpulkan sesuatu tidak perlu seluruhnya, tetapi cukup sampel yang secara statistika sahih mewakili keseluruhannya. Jadi, walau ada beberapa kasus UFO dan CC yang belum bisa dijelaskan, tetapi karena sebagian besar sudah diketahui sebagai hasil rekayasa atau fenomana biasa yang tidak diketahui saksi, maka kesipulan itu secara ilmiah dipakai untuk menyatakan bahwa UFO dan CC tidak ada masalah saintifiknya.

  58. Saya pribadi menganggap semua pernyataan Pak Djamaluddin (mungkin) hanya penyataan pribadi.
    Karena LAPAN tidak pernah menguji CC dengan kajian dan pengujian secara ilmiah, namun telah berani mengeluarkan kesimpulan bahkan memberi pernyataan yg mendiskreditkan Tim dari institusi lain (UNDIP) yg telah menguji dengan kajian dan pengujian secara ilmiah.

    Bahkan meminta pembuktian akan kesimpulan tersebut, tanpa membuktikan terlebih dahulu KESIMPULAN yang Bapak buat.

    Terlepas apakah CC termasuk Pseudoscience atau tidak, seharusnya Pak Djamaluddin memberi ruang untuk ranah diluar ilmu yg Bapak miliki (Astronomi, CMIIW). Misalnya Biologi atau Fisika.
    Bukankah Biologi dan Fisika bukan pseudoscience ?
    Akhirnya semua bermula dari niat.
    Bila memang berniat MENELITI, maka akan terbuka pintu pengetahuan dari hal yg diteliti. Bila berniat menutup pintu penelitian, maka tidak mungkin menghasilkan apa2.

    Saya sangat heran atas sikap Bapak yg tidak menunjukan kualitas sebagai seorang ilmuwan yg menutup kemungkinan2 diluar hal yg sudah diketahui.
    Bukankah perkembangan ILMU apapun bergerak atau berkembang kearah YANG TIDAK DIKETAHUI ?
    Berbagai penelitian bidang apapun, semua meneliti hal2 yg TIDAK DIKETAHUI, (termasuk Astronomi yg Bapak dalami) dengan berpegang pada keilmuan yg sudah diketahui. Bukankah demikian ?
    Semua temuan peralatan modern, termasuk penemuan planet2 yg pada zamannya belum diketahui, bintang2, galaxi2, nebula2. Bahkan peristiwa Nova, Supernova, galaxy cluster, dan hal2 yg masih sedikit sekali diketahui seperti Blackhole dan dugaan penciptaan ulang (regenerasi) bintang2/galaxy melalui blackhole dan hasil penelitian baru bahwa bintang2 & galazi2 membentuk suatu bola (bubble) yg bergerak membesar, serta adanya bubble2 lainnya diluar bubble dimana Bimasakti berada?

    Apakah temuan2 ini sudah ada sebelumnya? tentunya tidak. Temuan2 baru ini baru ada setelah berkembangnya telescope2 supercanggih.

    Bila para peneliti Astronomi bersikap seperti Bapak, maka saya bisa pastikan bahwa sampai kapanpun Ilmu Astronomi tidak akan berkembang lebih dari yang sekarang ada.

    Saran saya, sebaiknya Bapak lebih bijaksana dalam memberikan atau menanggapi pernyataan2. Karena mungkin, hal tersebut diluar ranah pengetahuan Bapak.

    Demikian, dan maaf bila ada pernyataan saya yang menyinggung perasaan. Saya sampaikan hal ini untuk menghindari debat ilmiah ini menjadi debat kusir.

    • Saya sama sekali tidak mendeskriditkan Tim UNDIP. Dan saya pun tidak mungkin membatasi kemungkinan kajian semua bidang ilmu. Tetapi untuk dapat dianggap sebagai kajian ilmiah, semua peneliti mestinya memahami metode ilmiah yang baku. Kritik sesama peneliti soal kesahihan penelitian (terkait teknik sampling, dan lain-lain) adalah wajar saja. Perbedaan pendapat juga wajar saja. Dalam diskusi ilmiah, tidak ada debat kusir, karena masing-masing harus punya dasar yang secara logika ilmiah bisa diterima. Logika ilmiah bersifat umum, bukan tergantung ilmu tertentu. Logika ilmiah bisa didasarkan pada hasil observasi/eksperimen sendiri, bisa juga hasil orang lain. Soal CC, banyak bukti yang menyatakan CC bisa dibuat manusia, termasuk dengan pola yang rumit. Sedangkan bukti bahwa itu dari angin ion atau plasma vortex (Tim UNDIP bukan yang pertama berhipotesis dengan plasma vortex) masih spekulatif hipotetik, belum ada satu pun yang membuktikan bisa terbentuk CC. Kalau hipotesis plasma vortex sudah terbukti, saya kira masyarakat ilmiah internasional pun akan mempercayainya dan menjadi khasanah ilmu baru. Sayangnya sudah puluhan tahun hipotesis itu masih sekadar hipotesis.

      • Terima kasih Pak Djamaluddin atas penjelasannya.
        Yang saya garis bawahi adalah kajian microscopis yg telah dilakukan pihak UNDIP bahwa terjadi proses kimia, biologi & fisika pada batang padi yg rebah.
        Tidak ada satupun peniru CC yg dapat membuat semua ciri microscopis tersebut.
        Pembuatan pola CC mungkin masih dapat ditiru, tapi tidak seluruh hal2 tersebut di atas.
        Kalau memang ada yg berhasil membuat semua ciri2 tersebut bolehlah Pak Djamaluddin share pada kami.
        Pihak UNDIP mengajukan beberapa teori yg diduga MUNGKIN menjadi penyebab terjadinya CC.
        Mereka masih membuka kemungkinan pada hal2 baru yg bahkan masih bersifat hipotesis. Karena dari hasil kajian mereka tidak dapat menjelaskan sebab dan bagaimana terjadinya peristiwa microscopis CC tersebut berdasarkan keilmuan yg mereka miliki saat ini.
        Kalau Pak Djamaluddin tidak sependapat itu memang hak masing2, namun sebaiknya buatlah penelitian yg setara untuk mencounternya.
        Terlalu sedikit yg kita tahu dan terlalu banyak yg tidak kita ketahui.
        Salam.

      • Kita kembalikan pada metode saintifik. Tidak ada satu pun kajian tentang CC berujung pada teori. Semuanya baru sampai hipotesis, yang bagi orang awam disebut teori. Kalangan astronomi menganggapi CC dan UFO sebagai pseudoscience, jadi tak punya nilai ilmiah untuk diteliti. Tugas paling berat ada pada orang-orang yang mempercayai CC untuk membuktikan bahwa hipotesisnya benar. Tanpa pembuktian, hipotesis hanya sekadar dugaan, yang tidak bisa diklaim kebenarannya. Ini bukan arogansi ilmiah, tetapi begitulah prosedur baku untuk diakui nilai ilmiah suatu klaim. Kalau sekadar kepercayaan, silakan saja, seperti halnya orang mempercayai astrologi atau hal-hal mistik. Peneliti tidak akan mencampuri urusan kepercayaan orang lain dan tidak tidak ada nilai ilmiah untuk menelitinya.

      • Maaf pak Djamaluddin, Plasma Vortex BEDA dengan ANGIN ION pak. Plasma Vortex (hipotesa BLT). Lebih mikroskopik lagi kami TIM UNDIP mengemukakan hipotesa Angin Ion (mikroskopik dari Plasma). Sebagai peneliti TIM kami menyetujui Plasma Vortex (BLT) salah satu penyebab. Ini sah saja, bukankah salah satu kaedah itu referensi yang kita gunakan? Seperti aliran CC buatan manusia sering menunjukkan situs sipeniru “Doug and Dave” . Yth bapak Djamal, kami sdh meneliti Electrohydrodinamics dan Wind Ions sejak 2004, ini bagian lebih microskopik dari Plasma. Penelitian dengan angin ion itu telah kami terapkan untuk mempercepat tumbuh mangrove: http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi/gambar/gambar/www.fisika.fmipa.ipb.ac.id/HFI/utama.cgi?artikel&1236476774&12

        Memang penelitian aplikasi ini tak ada hubungan langsung dengan CC, namun kami ingin meyakinkan bahwa dalam penelitian, kami sangat sering bermain dengan ion nitrogen diudara.

        Syukurlah bapak sdh membaca buka kami, yah itu hanyalah sebuah usaha untuk menjawab sebuah fenomena, dan kami sangat terbuka untuk tdk dipercayai dengan hipotesa kami. Dan kami sangat SADAR. Itu adalah kaedah ilmiah.

        Satu pertanyaan yang ingin saya kemukakan
        Bagaimana yaaa bisa menjelaskan suatu pola sudah terbentuk dengan jari-jari 24 meter, berpusat di (0,0) tetapi padi belum rebah. Seperti ada sesuatu yang terbang berkeliling sambil membawa โ€œsisir untuk padiโ€ sepanjang 20 cm, dan membuat pola lingkaran diatas โ€œpermukaanโ€ padi. Bagaimana membuatnya? Ini hanya geometri. Bapak tak perlu ragu tengan teknik sampling. . Siapapun yang pernah melihat langsung CC di Berbah akan menemukan ini
        Gambar yang bapak tampilkan juga menunjukkan hal itu. Lingkaran kedua dari luar pak. Bagaimana kita bisa menjelaskan ini dari cara sipeniru “Doug and Dave”. Yang menginjak tanaman dengan papan? Atau siapa yang sanggup menerima tantangan membuat pola dengan jari-jari 24 m tersebut? Nah kita sama-sama carikan sponsor dan banyak media nasional akan meliput.

        Saya berdiskusi dengan kawan-kawan, namun kami belum dapat menjawabnya.

        Kecuali bahwa daun-daun padi itu terpapari oleh ion nitrogen positif.. Karena bumi negatif daun-daun padi itu tertarik, tetapi padi belum rebah. NAH INI HANYA HIPOTESA LHO, dan ini belum tentu benar. Tetapi dengan cara sipeniru “Doug and Dave” sudah pasti tak bisa terbentuk seperti itu. Jadi saya katakan ” bukan buatan manusia secara mekanik”

        Kalau bapak baca buku kami halaman 86 alenia terakhir:

        “Dari semua temuan tersebut, sangat diragukan bahwa Crop Circle yang terjadi di Berbah dan Piyungan dibuat oleh manusia dengan menggunakan peralatan mekanik seperti papan dan tali”

        Nah siapa yang dapat menghilangkan keraguan kami?

        Kata Victor Hugo:”Kita boleh berbeda pendapat secara keras, namun dari ujung kaki sampai ke ujung rambut saya menhargai anda”. Yah indahnya dialogis keilmuan jika kita ingin melihat suatu kebenaran. Dan kebenaran yang hakiki hanyalah milikNya.

        Salam hangat untuk semuanya.

        Salam hangat,
        Muhammad Nur

      • Saya menghargai keyakinan ilmiah Tim UNDIP, walau berbeda dengan keyakinan kami. Keyakinan bahwa CC buatan manusia dibuktikan dengan banyaknya pola-pola rumit yang dibuat oleh profesional pembuat CC. Untuk meniru suatu karya, belum tentu berhasil, tetapi menghasilkan karya lain yang juga rumit sudah banyak buktinya. Keyakinan bahwa CC bukan buatan manusia dan ada mekanisme angin ion yang berperan masih menunggu kajian lengkap teoritik dan empiriknya sampai terbentuk pola geometrik yang rapih. Pola geometrik dari proses alami belum pernah saya ketahui. Apakah CC hanya kekhususan di alam? Tim UNDIP tampaknya siap untuk mengkajinya. Kita tunggu hasilnya.

  59. Sebenarnya ada 2 hal yang perlu dipertanyakan mengenai Crop Circle di Sleman ini. Pertama apa motifnya? Kalaupun yang membuat adalah manusia, mengapa rela malam-malam gelap merusak sawah orang dengan resiko akan dilabrak oleh si pemilik sawah. Kemudian yang kedua mengapa membuat bentuk-bentuk geometris yang tidak dimengerti orang? Kalau ingin menyampaikan pesan untuk orang banyak bukankah lebih baik dengan cara yang mudah dimengerti orang? Kalau saya pribadi melihatnya sederhana saja, kalau polisi kita tidak bisa menangkap si pembuat crop circle maka ada kemungkinan si pembuat itu bukan manusia Indonesia (gembong narkoba dan teroris bisa ditangkap masak pembuat crop circle tidak bisa? :D).

    • Motif sesungguhnya, hanya pembuatnya yang tahu. Tetapi secara umum, pembuat CC mirip dengan pembuat grafiti, mencoret-coret di mana saja, dengan kalimat atau gambar yang tidak dimengerti orang. Pembuatnya tidak juga mau diketahui orang. Pertanyaan ke pembuat grafiti juga sama, mengapa mencoret-coret tembok orang atau rambu lalulintas yang merugikan orang, mengapa susah-suah beli cat semprot, mengapa susah-susah melakukan tengah malam saat sepi, dan sekian banyak pertanyaan lagi. Motifnya hanya mereka yang tahu.

  60. Sains tidak mengenal keyakinan, kepercayaan bahkan keimanan. Sains itu butuh kepastian, tidak bisa hanya didasarkan asumsi-asumsi tanpa pembuktian. Keyakinan crop cyrcle (CC) dibuat oleh selain manusia ditinjau dari segi penelitian ilmu masih cacat, itu harus diakui. CC dibuat oleh manusia atau bukan oleh manusia adalah sama-sama asumsi, asumsi inilah yang harus dibuktikan. Hingga saat ini asumsi yang lebih mudah dibuktikan adalah itu dibuat manusia, sebab ada banyak bukti yang menunjukan manusia bisa membikinnya. Sementara asumsi CC bukan dibuat oleh manusia hingga sekarang tidak bisa samasekali dibuktikan. Padahal kesimpulan ilmiah tidak bisa ditarik dari asumsi.
    Di dalam sains tidak ada absolutisme, semuanya kebenaran relatif. Sebuah teori bisa gugur jika ada kebenaran baru dengan bukti-bukti yang lebih kuat. Para pemercaya UFO dan yang meyakini CC bukan buatan manusia, perlu bekerja keras untuk membuktikan. Sesuatu yang tidak terbukti saat ini belum tentu tidak benar, namun seorang saintis tidak bisa mempercayai kebenaran ilmu tanpa bukti. Jika bukti-bukti itu sudah kuat dan tak terbantahkan, saya yakin Prof. Thomas Djamaluddin dan bahkan semua saintis yang membantah keberadaan UFO siap meninggalkan pendiriannya. Sayangnya isu-isu tentang UFO selama ini lebih merupakan isapan jempol.

  61. Terima kasih atas jawaban & ulasan Pak Djamaluddin.
    Kembali saya mengingatkan bahwa kajian lab UNPAD ataupun kajian sejenis yg tela dilakukan pada CC sebelumnya (eropa, AS dll)adalah suatu kenyataan atau evidence atas terjadinya peristiwa kimia, biologi & fisika pada batang padi/gandum, apapun nama peristiwa itu.
    Adalah juga suatu kenyataan bahwa peristiwa tersebut sangat sulit dibuat manusia. Dibutuhkan teknologi tinggi dalam terjadinya peristiwa microscopies tsb. Manusia masih mungkin membuatnya yg mendekati, namun tidak dgn intensitas dan ukuran yg setara dgn evidence tsb. Berbagai makalah BLT menunjukkan luar biasanya peristiwa itu.
    Saya tidak menutup kemungkinan manusia dpt membuatnya dgn semua kriteria tsb, tapi saat ini saya menyangsikannya.
    Bertahun2 terjadinya CC diseluruh dunia tidak ada yg tertangkap basah pembuatnya. Beberapa memang manmade, namun tanpa ciri2 microscopies yg biasa menyertainya. Bagaimana CC lain yg memiliki ciri2 tsb?
    MIT telah mencoba dgn peralatan2 canggih memang dapat mendekati ciri2 tsb. Namun dibutuhkan peralatan berat yg tdk mungkin tanpa meninggalkan bekas & waktu pembuatan lama.
    Jadi pertanyaan dgn peralatan apa & bagaimana pembuatannya (dgn asumsi manmade) tetap misteri.
    Dapatkah Bapak melihat faktor2 tsb?
    Salam.

    • Justru 5 mahasiswa baru MIT bisa membuktikan bahwa membuat CC mirip seperti yang dianggap asli oleh BLT sangat mudah dan itu sudah ditayangkan di Chanel Discovery tahun 2002 yang lalu. Baca ini: http://web.mit.edu/newsoffice/2002/crops-1009.html
      “After building what we consider a damn good crop circle with almost perfectly straight lines and an interesting geometry, I find it hard to put any faith in tales of crop circle construction by aliens,” Rizzo said. “I think they are a result of free time, boredom and a good sense of humor.”
      Ya, CC sekadar hasil orang-orang iseng yang punya banyak waktu luang, bosan dengan keadaan, namun punya rasa humor.

    • Maaf ya pak Amoriko
      tepatnya kajian lab UNDIP pak

      Kalau UNPAD boleh juga tapi mohon kepanjanganngannya menjadi Universitas Pangeran Diponegoro (UnPaD), berlokasi Semarang dan kata pengerannya sdh dihilangkan menjadi Universitas Diponegoro (Undip)
      lihat http://www.undip.ac.id
      kita juga sebuah universitas besar lho, dengan 42.000 mhs, 2000 dosen tetap, 500 PhD, 1200 master. Repository kita masih no 1 di Indonesia dan no 55 dunia versi webomaterics: http://repositories.webometrics.info/toprep_inst.asp?offset=50

      Untuk CC di Yogya, hanya TIM Undip yang punya data makroskopik dan mikroskopik secara lengkap.

      TERIMAKASIH KAMI UNTUK BAPAK DAN KOMUNITAS BAPAK ATAS REFERENSINYA TERHADAP HASIL PENELITIAN KAMI.

      Kami temukan dan kemukakan apa adanya, dan kami tak berkepentingan apa-apa, kami hanya mengungkap fakta dan coba berhipotesa. Fakta hanya dapat terbantahkan dengan fakta baru. Sebelum ada fakta baru, terlalu sulit kita membantah fakta tersebut.
      Kami hanya patuh pada tradisi ilmiah. Itu saja, dan kami tak boleh “ngotot”, jika ada fakta baru menggugurkan fakta-fakta kami.

      Kami juga tak perlu tersinggung kalau hipotesa kami belum dapat terbukti dan sangat diragukan.
      Tetapi fakta adalah Fakta.

      “Fakta adalah pernyataan sederhana bahwa semua orang akan percaya. Fakta tidak akan dikatakan salah, kecuali jika ditemukan bahwa fakta itu salah. Hipotesis adalah saran baru yang belum tentu dapat dipercaya, sampai ditemukan pembenaran yang efektif” Edward Teller

      Inilah sikap kami, hipotesa yang kami kemukakan merupakan kegairahan baru bagi kami. Bukankah CERN harus menunggu 40 tahun untuk membuktikan partikel Tuhan “Higgs boson”, dengan dana yang tak sedikit, namun belum juga terbukti dengan meyakinkan?

      Salam hangat pak Amoriko,
      Muhammad Nur

  62. Saya sudah baca juga Laman ini Pak. Dari hasil pembuatan (bukan reka ulang) CC yang disebut “a damn good crop circle with almost perfectly straight lines and an interesting geometry”. CC yg dibuat dalam kategori “Too Simple” dibanding dengan bentuk CC yg pernah ada.
    Bila memang mereka menggunakan semua peralatan canggih & modern BERHASIL dapat membuat CC dengan semua karakteristiknya pada tahun 2002, maka bagaimana dengan CC yg pernah ada tahun2 sebelumnya ?
    Apakah Pak Djamaluddin dapat melihat bahwa perbandingan tersebut ?
    Tidak mengapa bila tidak melihat perbedaannya.
    Berikut komentar dari Laman tsb :
    “Free time, boredom, and a good sense of humor? The crop circle the MIT team constructed is SUPER LAME when compared to the real crop circle phenomenon. The team completely failed the original challenge and didn’t even address or show apical node elongation in the crop circle you created. There is another more truthful side to this story. You should readdress this issue without your bias and divulge all details.”

    • Tidak masalah. Itu hanya komentar orang yang memang percaya bahwa CC bukan buatan manusia. Sama dengan komentar serupa di blog ini. Kritik paling keras terhadap pembuktian Tim MIT tentu datang dari BLT, yang memang didirikan untuk membuktikan bahwa CC bukan buatan manusia (BLT jelas bukan lembaga penelitian independen). Tetapi, MIT menunjukkan bahwa CC bukan masalah ilmiah, sehingga cukup diserahkan kepada 5 mahasiswa junior dengan peralatan sederhana buatan sendiri yang kesimpulannya CC bukan hal aneh, bisa dibuat oleh manusia. Soal kompleksitasnya bukan hal yang diperbandingkan. Banyak CC buatan yang lebih kompleks yang dibuat untuk tujuan tertentu. Misalnya ini: http://en.wikipedia.org/wiki/John_Lundberg

  63. Tepat sekali Pak Djamaluddin.
    John Lundberg adalah seorang artis yg hebat. Namun tidak disebutkan ciri2 mikroskopis ada dalam CC buatannya.
    Dan di akhir artikel “I make crop circles” (http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/2191565.stm) dia menyebutkan perihal bagaimana dia menjadi orang yg percaya pada UFO setelah menyaksikannya sendiri.
    The skeptical John become a believer now.
    Salam.

    • Ah, jangan ditafsirkan sendiri. Pernyataan akhir John adalah “Twice this has happened while we’ve had journalists with us. One, from The Face, was very sceptical of that side of it. About halfway through making the formation, he came rushing up to me shouting: ‘Did you see that flash of light?’ He’s a believer now.” Dia cerita bahwa wartawan The Face yang jadi percaya soal UFO. Dia sih tetap tidak percaya, walau kelompoknya banyak diancam dan diserang. Tetapi dia tetap menjaga hubungan baik dengan kelompok yang percaya CC, walau dia tidak percaya. “And we’ve always tried to have as good a relationship as possible with the crop circle research community, even though we’re at odds with it. “

  64. Setelah membaca link artikel dari sdr Amoriko, saya setuju pemahaman Prof. Djamal tepat.

    Untuk menjadi pertimbangan, bahwa ketika kita tidak mengetahui proses di belakang fakta [fakta : CC di sleman, proses : tidak ada yang tahu] hendaknya terlebih dahulu membuang kepercayaan/keyakinan yang berasal dari hipotesis (persangkaan). Apalagi hipotesis tsb berasal dari ‘katanya-katanya’ (qoola wa qiila). Mempercayai hipotesis adalah langkah yang salah dari sisi ilmiah, sebab hipotesis sendiri harus bisa dibuktikan secara ilmiah.

    Sering kali orang menjadikan hipotesis sebagai kebenaran. Keyakinan yang salah ini akan menuntun kepada cara berfikir untuk memperkuat keyakinannya (lebih tepat : praduganya).

    Contohnya adalah pembacaan artikel yang salah tafsir tadi.

    Karena itu, fakta adanya CC di Sleman yang diteliti oleh Tim UNDIP, baru sampai kepada “fakta adanya unsur2 asing” pada tanaman padi. Sampai disini, hal tersebut jangan kemudian dikaitkan dengan hipotesis BLT.

    Pengantar dari sdr Muhammad Nur, :

    1). dua pendapat yang diterima masyarakat dari media bahwa CC dibuat oleh manusia secara mekanik, dan yang lainnya CC merupakan bekas jejak pesawat makhluk luar angkasa (alien).

    2). Berdasarkan penelitian kami dalam bidang fisika plasma dan telah diterapkan dalam pemercepat tumbuh tanaman mendorong kami untuk meragukan kesimpulan-kesimpulan yang diutarakan.

    3). Tim menyimpulkan bahwa, Crop Circle yang terjadi di Yogyakarta bukanlah buatan manusia.

    Ada yang bias dalam pemaparan TIm Undip ini,

    a). Pada point 2) TIm Undip meragukan kesimpulan point 1) ttg siapa yang membuat CC (manusia maupun alien)

    b). Pada point 3) Tim menyimpulkan bahwa CC tidak mungkin dibuat oleh manusia.

    (seharusnya “CC tidak mungkin dibuat oleh manusia dan tidak oleh Alien)

    Inilah biasnya yang bagi masyarakat awam akan memperkuat kesimpulan bahwa yang membuat CC adalah Alien.

    Jadi siapa yang membuat? Apakah alien, atau angin ion dan plasma vortex?

    Prof Djamal sampaikan bahwa istilah angin ion dan plama vortex tidak dikenal dalam literatur ilmiah.

    Saya juga mempertanyakan, bila CC dibuat oleh angin ion dan plasma vortex, mengapa CC terjadi tidak secara acak, selalu dibuat di tempat2 yang khusus. (bukan di hutan, bukan di taman kota dll).

    Saran saya, buktikan terlebih dahulu dalam forum ilmiah bahwa unsur2 asing pada bekas CC itu benar adanya. Bila sudah bisa diterima secara ilmiah, berikutnya adalah beranjak pada bagaimana proses munculnya unsur2 asing tersebut.

    Jadi masih panjang perjalanan untuk mengambil kesimpulan bahwa CC tidak mungkin dibuat oleh manusia.

    • Menurut saya (mungkin kami sbg komunitas), CC (bukan secara general) yg bukan buatan manusia. Khusus pembahasan CC pertama (karena akhirnya ada dua) Berbah, Sleman, pendapat sementara adalah BUKAN BUATAN MANUSIA, namun saya tidak juga bilang buatan Alien. Saya belum tahu (bukannya tidak), bahwa CC tersebut (CC pertama) dibuat oleh siapa atau disebabkan oleh apa, yg jelas BUKANLAH BUATAN MANUSIA. Pendapat ini dapat diambil dengan mudah, mengingat lokasi, ukuran, kompleksitas, kerapian, jejak, cuaca dan waktu pembuatan. Sekali lagi saya sampaikan, telah dibuktikan dengan merekonstruksi dengan ukuran yg lebih kecil, sekitar 20m dilokasi dekat CC pertama, oleh 10 mahasiswa, pembuatan pagi sampai sore hari sekitar 9 jam, belum juga finishing.
      Saya percaya, kemampuan org berbeda, namun dengan melihat fakta2 pendukung yg ada, jika memang ada manusia Indonesia yg sanggup (tentu kemungkinan membuat CC pertama akan dipertimbangkan, kemungkinan kronologis dan alibi), mohon unjuk diri atau mohon ditunjukkan, SIAPA DIA ….?
      Pertanyaan ini sejak pertama, awal pembahasan CC, belum pernah terjawab maupun mendapatkan keterangan memadai ….. Itu belum menyangkut data mikroskopis lho ….
      Pernyataan oleh org yg tidak melihat area saat itu bahwa malam minggu tgl 22/23 Jan 2011 terang bulan pun terbantahkan oleh banyak masyarakat sekitar lokasi yg melihat langsung cuaca saat itu ditolak. Lha yg benar itu yg melihat langsung atau yg sedang bermimpi dikejauhan (jarak ratusan km) ?
      Hipotesa memang masih digunakan, dikarenakan belum terpecahkan misteri dan teori yg dapat digunakan untuk membuktikannya. Seperti halnya menurut saya, penggunaan hipotesa juga ada pada unsur matahari, jarak dan umur (profile) planet yg terlalu jauh, yg amat sulit membuktikannya, bahkan teori yg digunakan untuk menghitungnya menurut saya adalah hipotesa, bukan teori umum yg bisa divalidasi secara nyata.
      Hipotesa lain juga berlaku pada besaran petir, terjadinya Blue Jets dan Red Sprites dan masih banyak lagi yg sebagian diantaranya sudah dinyatakan sebagai teori, namun tidak bisa divalidasi secara nyata …..

    • Iya Pak Muchson:
      Pendapat bapak sangat benar dan kita sadar itu.

      Hipotesa memang belum suatu kebenaran, tetapi dia disusun dari fakta-fakta ilmiah dan pengalaman penelitian di laboratorium sejak tahun 2004 tentang elektrodihrodinamik dan angin ion, plasma dan penelitian kami bermain dengan ion nitrogen yang kami bangkitkan diudara
      coba bapak buka:http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi/gambar/gambar/www.fisika.fmipa.ipb.ac.id/HFI/utama.cgi?artikel&1236476774&12

      โ€œFakta adalah pernyataan sederhana bahwa semua orang akan percaya. Fakta tidak akan dikatakan salah, kecuali jika ditemukan bahwa fakta itu salah. Hipotesis adalah saran baru yang belum tentu dapat dipercaya, sampai ditemukan pembenaran yang efektifโ€ Edward Teller

      Nah inilah sikap kami. Fakta hanya bisa dibantah dengan fakta. Hipotesa kami bisa diragukan, itu hanyalah sebuah usaha keras kami untuk menjawab fenomena.

  65. Saya setuju bahwa hipotesa itu adalah keharusan dalam studi ilmiah. Tahap berikutnya adalah pembuktian atas hipotesa tadi.

    Hipotesa yang dipublisitas sedemikian rupa, sering mengakibatkan orang awam menganggap sebagai kenyataan/kebenaran, padahal (boleh jadi) itu adalah dongeng semata. [Ingat, banyak legenda masa lalu yang sekarang dianggap sebagai kebenaran oleh sebagian masyarakat]

    Justru disinilah saya mengharapkan Tim Undip sanggup membuat hipotesa baru, tidak mengekor hipotesa BLT. Sejauh belum ada pembuktian, maka hipotesa bukan barang yang haram untuk ditinggalkan.

    Atau, bila ingin merujuk hipotesa BLT (angin ion dan plasma vortex) maka Tim Undip seharusnya

    (1). membuktikan terlebih dahulu adanya angin ion dan plasma vortex tsb.

    (2). Menjelaskan bagaimana kaitan angin ion dan plasma vortex dengan munculnya CC.

    (3) Atau membuat hipotesa baru?

    Terimakasih diskusinya.

    Salam CC..!

    • Yth pak Muchson, pak Djamaluddin, pak Amoriko, pak Abu dll. Senang mengikuti diskusi dalam blog pak Djamaluddin ini. Sayang sekali pak Djamaluddin tak datang ketika kita undang berdiskusi di Semarang. Dan sangat sayang yang diutus staf yang baru berkarya di LAPAN. Sebenarnya diskusi di Undip tersebut, sangat menarik diikuti oleh guru2 IPA Sekolah2 Unggulan. Kita berdiskusi saling menghargai. Saya acungi jempol pada Pak Nizam dari Lapan yang dengan teguh berdiskusi dengan kami.

      Pak Muchson, tolong dibaca dulu bukunya ya pak. Komentar bapak menunjukkan belum membaca buku kami. BLT belum pernah membuat hipotesa tentang elektrohirodinamik dan angin ion. INI BARU KELUAR DARI KAMI. Tolong bapak baca juga BLT dan cari WIND IONS, tak akan pernah bapak temukan. Baca juga papers mereka. Jadi kami tidak “mengekor” . Mengekor sindiran sedikit kasar untuk kami. Tak Apa pak. Kita memang belum bertemu. Maaf ya pak Muchson. Angin ion skala laboratorium sudah kami teliti sejak 2004.

      Bapak Djamaluddin, saya cukup banyak paper terkait dengan angin ion untuk atmospher. kebetulan kita berlangganan Science Direct di kampus.Ribuan Jurnal yang kami langgan. Dalam banyak hal saya menghargai sekali diskusi-diskusi ini. Kami bukan peramal. Kami mendapatkan fakta misalnya epidermis hancur, amilum hancur, dan lain-lain. Saya sdh membuat simulasi dengan komputer untuk menggambarkan bagaimana CC terbentuk, dan akan kami sempurnakan. Memang penelitian kamipun bisa didebat tentang teknik sampling dll. itu boleh saja. Itu merupakan pupuk bagi kegairahan saintifk bukan?

      Ada yang membuat saya bersyukur dengan adanya CC di Yogya. Kegairahan baru muncul untuk teman-teman muda yang telah menyelesaikan PhDnya untuk berbuat. Kalau kita serahkan pada kesimpulan “ramalan” misalnya “dibuat manusia sejumlah 6 orang” yah selesai.

      Kami memang belum tuntas pada suatu teori. TAK APA. Teori atompun sampai sekarang belum tuntas. Tetapi kami sdh punya fokus, yang sangat mengairahkan kami dan para mahasiswa. Bukankah ini jauh lebih berharga dari keyakinan yang tak bisa juga membuktikannya kecuali dengan “rabaan”, “ramalan” dan hanya berdasarkan situs orang lain?

      Bagaimana yaaa bisa menjelaskan suatu pola sudah terbentuk dengan jari-jari 24 meter, berpusat di (0,0) tetapi padi belum rebah. Seperti ada sesuatu yang terbang berkeliling sambil membawa “sisir untuk padi” sepanjang 20 cm, dan membuat pola lingkaran diatas “permukaan” padi. Tolong siapa yang bisa menjelaskan ini. Bagaimana membuatnya? Ini baru bukti geometri.

      Jangan terjemahkan ini dengan buatan UFO, atau alien. Kami juga sangat paham bahwa sesuatu perlu bukti. Kami belum punya bukti apa tentang UFO. Sebaliknya, kami telah mengungkap beberapa bukti, dan diikuti oleh sebuah hipotesa. ANGIN ION (nah ini ungkapan tim Undip yang pertama), Plasma Vortex (BLT) dan kami sepakat tentang plasma Vortex. Ini sah saja dalam sain.

      Salam hangat,
      Muhammad Nur

      • Saya pun sebenarnya ingin hadir, tetapi karena yang diundang LAPAN, perwakilan yang hadir ditentukan dinas dg mempertimbangkan substansi dan pembagian tugas. Ya, kebenaran dalam sains tidak ada yang bisa mengklaimnya, selain kekuatan bukti-buktinya yang sahih secara ilmiah. Memperdebatkan kesahihan bukti-bukti wajar saja dalam sains.

  66. pemerintah diseluruh penjuru dunia harus menjaga kondusifnya keamanan dan ketentraman warganya, ini fakta. fenomena CC dan UFO sangat mengerikan, dan bisa memicu ketakutan massal. makanya, pemerintah keras mengintervensi pihak pihak tertentu untuk tidak membocorkan fakta kedua fenomena diatas. singkatnya CC dan UFO itu ada, tapi pemerintah disemua penjuru dunia ini merahasiakannya, demi tentramnya penduduk dunia. simpel kan? tak usah berdebat lagi.

  67. โ€œCrop Circle Sleman: Rekayasa Pola Geometris di Lahan Pertanian ซ ******************** Dokumentasi
    T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi
    _____โ€ truly makes me personally think a small bit more.
    I personally appreciated every particular component of it.
    Thanks a lot ,Jose

  68. Salam pengetahuan, believe what you see. Ini adalah kesaksian bahwa UFO adalah nyata dan eksis.

    Dari majalah Mekatronika dan Elektron yang diterbitkan oleh Himpunan Mahasiswa Elektronik ITB, saya pertama kali membaca tentang adanya UFO. Artinya suatu benda (?) terbang yang tidak dapat teridentifikasi oleh tehnologi yang dimiliki peradaban saat ini sd. tahun 2014.
    Nah pengertian arti kata identifikasi/proses pengidentifikasian dari sudut pandang tehnologi/ilmiah adalah sangat luas parameternya.

    Sejak saat itu, UFO bagi saya berada pada kategori “believe it or not”.

    Setelah sekitar 25 tahun berlalu, akhirnya keberuntungan datang pada saya dan semua terjadi di malam hari. Kami melihat Penampakan UFO (pesawatnya) lebih dari 10 kali. Mulai dari 1 buah UFO sd. 15 buah UFO.
    Mulai dari durasi sekitar 30 detik sd. durasi 180 menit. Penampakan ini kami lihat terdiri dari dua orang (1 x penampakan) dan sisanya dilihat oleh kami sekeluarga serta dan orang sekitar kami saat itu yg kami minta juga untuk melihatnya guna chek and rechek).

    Kami yakin itu adalah UFO dgn logika sbb:
    1. Kecepatan terbangnya fantastis. (Ref: jika anda pernah melihat kecepatan terbang pesawat concorde di langit / dan MIG 16).
    2. Manuver terbang, zigzag dengan kecepatan dan jarak yang fantastis, stop tiba2, stay puluhan menit, zig zag dengan lintasan puluhan kilometer dalam waktu hitungan detik.
    3. Warna bentuk yang terlihat. Kami sangat kagum dengan warnanya seperti berlian yg kena timpa sinar lampu halogen, sangat indah. Dari banyak jenis bentuk UFO yg bersumber dari You Tube kami hanya pernah melihat 3 jenis bentuk saja.
    4. Formasi terbang yang aneh (untuk penampakan 15 buah UFO). video sejenis ini juga ada di You tube)
    5. Mayoritas bentuk UFO yg kami lihat adalah kelas Giant Mother Ship (1 sampai 3 buah), Mother Ship (sekelas UFO dalam, film Independence Day) dan Explorer (ini yg untuk 15 buah UFO beriringan, yg banyak terlihat di You tube)

    Tools/Fakta ilmiah yang saya gunakan untuk sampai pada kesimpulan diatas antara lain adalah:
    1. Nikon Binoculiars dgn kemampuan dpt membedakan objek image manusia dengan kerbau dari jarak sekitar 40 km.
    2. Pemahaman kami tentang image benda untuk jarak 3 km- penampakan pesawat komersil terbang di udara), 10 km- pemandangan besarnya image satu rumah antara Parapat dan Tomok di Sumatera Utara. 40 km -jarak garis lurus dari satu kota Parapat ke Tongging. .
    3. Pemahaman kami tentang pesawat/helikopter/drone/flare pihak militer saat terbang/malam hari/siang hari.
    4. Pemahaman kami penampakan ttg meteor, bintang jatuh, dsbnya.
    5, Rumus Pembesaran objek dengan menggunakan teropong, anda dapat menghitung/praktekkan sendiri. (dimulai dari arahkan ke pesawat komersil yg sedang terbang melintas, ke bulan, kematahari dan ke bintang.

    Posisi saya adalah believe UFO 100 % eksis secara ilmiah.
    Dugaan saya adalah sekalipun anda seorang ilmuwan dengan seabreg atribut titel (?). ternyata belum beruntung untuk melihat penampakan UFO yg asli. Kenapa ya..??????

    Semoga membantu orang lain yg ingin mengetahui dan menemukan kebenaran atas eksisnya UFO.

    • Hal yang membeda “ilmiah” dan “non-ilmiah” adalah bukti yang bisa diuji, bukan sekadar klaim. Banyak orang mengaku melihat jin, tetapi itu jelas bukan ilmiah. Keyakinan personal atau kelompok belum tentu menjadi bukti ilmiah. Kesaksiam UFO juga seperti itu. Oleh karenannya masalah UFO digolongkan sebagai pseudoscience alias sains semu, karena gagal menunjukkan bukti ilmiahnya.

  69. Beberapa dari penampakan pernah saya report ke http://www.nuforc.org pada path international, tipe fire ball in Medan indonesia sekitar tahun 2003 sd. 2005

    Beberapa tools yang sangat berguna:

    Nikon Binoculliars type Nikon Action 10-22 X 50, 3,8 at 10, Scoutmaster XL Zoom

    Nikon Coolpix P510 setelah saya memiliki kamera ini tahun 2012, saya belum pernah lagi melihat UFO. Ini memang sengaja dibeli untuk membuat bukti digital atas penampakan UFO

    Program Google Earth

    Tripod merk TANAKA type gagang pistol, free ball
    ttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: