Memahami Musim Hujan Januari 2011 yang Kering


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi Astrofisika LAPAN

Mantan Kepala Pusat Pemanfaatan  Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN

(Citra dari LAPAN, klik untuk animasi)

Tahun baru 2011 lalu betul-betul semarak. Di sekitar tempat tinggal saya di perbatasan Cimahi-Bandung, kembang api meluncur di mana-mana. Alhamdulillah, cuaca cerah menambah kesemarakan tahun baru di banyak tempat di Indonesia. Pada sisi lalu, sejak awal Januari saya pun harus mulai rajin menyiram tanaman di pot di depan rumah karena hujan mulai jarang turun. Itulah kondisi awal tahun 2011, musim hujan tetapi cenderung kering. Citra satelit yang diolah LAPAN, seperti ditunjukkan di atas, memperlihatkan awan relatif sedikit di wilayah Indonesia, khususnya di sekitar Jawa.  Mengapa musim hujan kering?

(Citra dari NOAA, klik untuk animasi)

Salah satu penyebabnya karena  suhu muka laut Indonesia mulai kembali normal, tidak seperti saat kemarau basah tahun lalu. (Lihat https://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/07/09/memahami-kemarau-basah-2010/ ). Data satelit NOAA menunjukkan sejak Desember anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia cenderung normal. Sehingga pengaruh La Nina yang cenderung menambah liputan awan relatif tidak terasa lagi.

Faktor utama lain yang mempengaruhi musim hujan kering adalah siklus 1-2 bulanan yang disebut MJO (Madden-Julian Oscillation). Siklus dinamika atmosfer tersebut memungkinkan fase peningkatan konveksi pembentukan awan (ditandai oleh warna biru) dan fase penurunan konveksi (warna kuning-coklat). Dari data NOAA terlihat sejak awal Januari 2011 wilayah Indonesia (bujur 90-140 East) cenderung mengalami fase penurunan konveksi.  Dalam prakiraan dinamis maupun statistik pun, kondisi fase penurunan konveksi diprakirakan berlanjut sampai menjelang akhir Januari. Itu berdampak pada penurunan curah hujan, sehingga musim hujan pada bulan Januari cenderung kering, terutama di wilayah Barat Indonesia.

5 Tanggapan

  1. […] Penulis adalah Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama Republik Indonesia. Tulisan ini dipublikasikan ulang dari blognya. […]

  2. siang Prof, jika berkenan sy ingin sekali mengetahui awal musim hujan pada tahun 2011 ini akan jatuh pada bulan ap? karena data tersebut sy perlukan untuk mempersiapkan penanaman pohon albasia

    terima kasi banyak

  3. […] benua maritim Indonesia, salah satu sebabnya adalah ada faktor dominan lain yang lebih mempengaruhi curah hujan di Indonesia seperti MJO (Madden-Julian Oscillation). Share this:EmailFacebookLinkedInTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this […]

  4. Reblogged this on iwanb86.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: