Jawaban Pertanyaan Publik: Langit Terbelah, Empat Matahari, Hujan Darah India


Bulan Agustus 2010 ini banyak pertanyaan publik (langsung atau melalui media massa) terkait beberapa fenomena yang dianggap aneh, walau sebenarnya biasa saja. Langit tampak terbelah. Ada empat matahari yang terbit bersamaan, walau sebenarnya sekadar empat cahaya pengiring matahari. Ada hujan darah atau hujan berwarna merah di India.

Beberapa berita sebenarnya berita lama. Video empat matahari sebenarnya berasal dari fenomena Februari 2007 di Kazakhstan, tetapi disebut di Cina.  Berita hujan merah di Kerala, India Selatan, terjadi tahun 2001 dan diangkat lagi tahun 2006 dengan adanya publikasi hasil penelitian baru.

LANGIT TERBELAH

Langit yang tampak terbelah disebabkan oleh adanya awam Cumulonimbus (Cb, awan hujan) yang menjulang di balik ufuk/horizon yang menghalangi cahaya matahari yang menjelang terbit atau baru saja terbenam. Cahaya matahari menjelang terbit atau yang baru terbenam dihamburkan oleh atmosfer dan awan di sekitar ufuk menjadikan langit berwarna merah. Tetapi karena ada sebagian cahaya yang terhalang awan Cb, maka seolah ada celah hilam yang membelah langit. Bila awan Cb tersebut sangat tebal, maka kontrasnya akan terlihat di seluruh langit sehingga seolah seluruh langit terbelah dari Barat ke Timur. Fenomena tersebut dikenal sebagai crepuscular rays yang tampak dari arah matahari terbit/terbenam atau anticrepuscular rays yang tampak seolah dari arah yang berlawanan dengan matahari terbit/terbenam.

Empat Matahari

“Empat matahari” atau ada juga yang menyebutnya “anak matahari” tampak sebagai empat bulatan cahaya kecil di sekitar matahari yang terangkai oleh cincin cahaya. Fenomena itu sama dengan fenomena cincin matahari atau halo yang sering kita lihat di Indonesia. Penyebabknya adalah kristal-kristal es yang sangat halus di awan tinggi (awan Cirrus) atau di udara sekitar. Artinya harus ada kondisi sangat dingin di awan tinggi atau di sekitar wilayah tersebut. Oleh karenanya fenomena seperti itu tidak selalu terjadi, tetapi cukup sering.

Fenomena “empat matahari” disebut fenomena “sundogs” (seolah anjing penjaga matahari) atau parahelia (matahari semu) yang disebabkan oleh kristal-kristal es di awan tinggi (cirrus) atau di udara sekitar. “Sundogs” hanya terjadi di dekat ufuk (kaki langit. horizon), berbeda dengan “halo” yang bisa juga terjadi di langit tinggi. Secara umum, kristal-kristal es halus menyebabkan cahaya matahari dibiaskan membentuk cincing pelangi di sekitar matahari yang dinamakan “Halo”.  Ketika matahari dekat ufuk, selain terbentuknya Halo, ada efek pembiasan lain oleh  kristal-kristal es yang menyebabkan munculnya cahaya lebih kuat di sisi kanan dan sisi kiri halo.

Sundogs biasanya hanya ada dua cahaya pengiring matahari tersebut. Mengapa ada empat? Saya menduga dua pengiring dekat matahari disebabkan oleh kristal-kristal es di awan tinggi (awan Cirrus) dan dua lainnya yang jauh dari matahari disebabkan oleh kristal-kristal es di udara sekitarnya pada musim dingin di Kazakhstan (yang wajah penduduknya dikira Cina) Februari 2007.

Hujan Darah atau Hujan Merah di India

Kejadian hujan merah (media massa menyebutnya hujan darah) di Kerala, India Selatan, terjadi pada 25 Juli sampai akhir September 2001. Kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Penelitian oleh lembaga riset pemerintah India menyimpulkan bahwa warna merah disebabkan oleh sejenis ganggang bernamaTrentepohlia yang umumnya banyak menempel di batang pohon, batu, dan beberapa benda lainnya di wilayah itu. Tampaknya ada kondisi tertentu yang menyebabkan lepasnya serbuk ganggang tersebut dalam jumlah banyak dan terbawa oleh aliran udara lalu terakumulasi bersama air hujan. Jadi bukan hal yang aneh.

Pada tahun 2006 muncul publikasi peneliti lain yang berhipotesis bahwa partikel merah tersebut berasal dari sel hidup yang berasal dari luar bumi yang jatuh di wilayah tersebut bersamaan meteorit yang pecah. Tetapi hipotesis ini lemah. Partikel-partikel meteorit yang terhambur di atmosfer tidak mungkin bertahan lama (sekitar dua bulan) dalam proses pencucian oleh hujan.

About these ads

4 Tanggapan

  1. [...] Langit terbelah dikenal dengan istilah ‘crepuscular rays.’ “Disebut crepuscular rays bila ujung belahan tampak dari arah matahari terbit atau terbenam, dan disebut anticrepuscular raysapabila ujung belahan seolah tampak dari arah berlawanan dari matahari terbit atau terbenam,” terang Thomas, seperti juga pernah ia jelaskan dalam blognya. [...]

  2. [...] berlawanan dari matahari terbit atau terbenam,” terang Thomas, seperti juga pernah ia jelaskan dalam blognya.Langit terbelah, menurut Thomas, disebabkan oleh adanya awan cumulus nimbus atau awan hujan yang [...]

  3. [...] Langit terbelah dikenal dengan istilah ‘crepuscular rays.’ “Disebut crepuscular rays bila ujung belahan tampak dari arah matahari terbit atau terbenam, dan disebut anticrepuscular rays apabila ujung belahan seolah tampak dari arah berlawanan dari matahari terbit atau terbenam,” terang Thomas, seperti juga pernah ia jelaskan dalam blognya. [...]

  4. [...] Langit terbelah dikenal dengan istilah ‘crepuscular rays.’ “Disebut crepuscular rays bila ujung belahan tampak dari arah matahari terbit atau terbenam, dan disebut anticrepuscular rays apabila ujung belahan seolah tampak dari arah berlawanan dari matahari terbit atau terbenam,” terang Thomas, seperti juga pernah ia jelaskan dalam blognya. [...]

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 191 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: