Hoax Lagi: Planet Segaris


Beberapa hari lalu seorang teman di FB menanyakan soal kabar superkonjungsi, tanpa menyertakan kabar yang dia terima. Saya jawab dengan tulisan lama saya  di blog saya

https://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/07/01/superkonjungsi-bedakan-astronomi-dan-astrologi/

Saya sama sekali tidak menduga akan ada info yang lebih seru akan beredar di SMS dan BBM, serta media on-line lainnya. Selasa siang kemarin banyak wartawan menanyakan kebenaran berita berikut, termasuk pertanyaan ke LAPAN dari anggota DPR dan mantan menteri. Artinya, hoax tersebut sudah menyebar luas. Malamnya Elshinta minta penjelasan on-air.

Info hoax seperti ini: “Menurut NASA tepat pukul 5:00 pm waktu Greenwich atau pukul 12:00 tengah malam ini (tgl. 6 Juli 2010) planet Merkurius, Bumi, Venus, Uranus dan Neptunus berada tepat satu garis dgn Matahari. Hal ini terjadi 20.000 ribu tahun sekali. Akibatnya gaya gravitasi menjadi bertambah 6 kali lipat, pd saat itu akan terjadi fenomena luar biasa : 1. Laut akan mengalami pasang naik, kemungkinan laut akan meluap, 2. Berat benda akan meningkat 6 kali lipat (jika kita menimbang benda 1 kg akan jd 6 kg, jika berat badan 50 kg akan jadi 300 kg), 3. Semua benda akan tertarik ke permukaan bumi. Jika kita melempar sesuatu, maka benda tdk akan bergerak ke atas namun kebawah. Burung, kelelawar, dll yg terbang dlm jarak 1 km dr permukaan bumi akan lsg tertarik dan jatuh. NASA sdh memperingatkan semua persh penerbangan agar tdk take off pd jam tsb diatas. Fenomena ini akan berlangsung sekitar 10 menit. Silahkan broadcast berita rahasia ini, alami fenomena 20.000 thn sekali dan cegah musibah jgn  sampai terjadi.”

Info tersebut sudah saya bantah, intinya:
– Tidak mungkin NASA memberi warning mendadak soal fenomena astronomi yang bisa diperkirakan jauh-jauh hari.
– Tidak mungkin konfigurasi planet-planet berdampak buruk pada bumi, karena jaraknya jauh dan ukurannya relatif kecil. Efek pasang surut di bumi hanya disebabkan oleh Bulan (karena jaraknya dekat) dan matahari (karena ukurannya atau massanya sangat besar).
– Informasi segarisnya planet lebih banyak makna astrologinya (plus ramanan bencana) daripada makna astronomis. Secara astronomi fenomena itu hal biasa yang tidak berdampak apa pun.
– Hoax serupa pernah terjadi pada 1995 dan 5 Mei 2000 (lihat blog saya). Jadi bukan hal yang aneh. Maraknya SMS dan BBM memudahkan hoax tsb menyebar cepat. Untungnya media on-line dan media massa eletronik cepat mengkonfirmasikan ke LAPAN dan Bosscha sehingga cepat diklarifikasi.

Fakta astronomisnya, yang tampak segaris pada Juli 2010 ini adalah Saturnus, Mars, Venus, dan Merkurius (lihat gambar di atas), bukan seperti yang beredar di masyarakat. Konfigurasi segaris seperti itu wajar terjadi, karena semua planet berada di sekitar garis jelajah matahari di langit (ekliptika) sehingga planet yang berdekatan selalu tampak seperti segaris. Benarkan segaris? Kalau kita lihat konfigurasi sesungguhnya di tata surya, tidak tampak konfigurasi segaris tersebut.

%d blogger menyukai ini: