BABAK BARU PENCARIAN KEHIDUPAN DI MARS


T. Djamaluddin, Peneliti Matahari dan  Antariksa, LAPAN Bandung

(Dimuat di Republika , 6 Juni 1997)

Sekitar seabad yang lalu, 1898, H. G. Well menulis cerita fiksi tentang War of the World yang menceritakan tentang serangan makhluk Mars ke Bumi. Kini justru manusia bumi yang sedang merencanakan “menyerbu” Mars. Setelah pada tahun 1970-an berbasil didaratkan Viking 1 dan 2, pada Jumat 4 Juli 1997 (Sabtu 5 Juli, dini hari WIB) Pathfinder (“Pencari Jejak”) mengunjungi lagi planet merah itu. Pathfinder tidak datang sendiri. Sebuah kendaraan mini (mikrorover) Sojourner menjelajahi tanah Mars di sekitar tempat pendaratannya. Nama itu diambil dari nama tokoh pembebasan perbudakan abad 19 di AS, Sojourner Truth.

Ares Vallis dipilih menjadi tempat pencarian kehidupan di Mars. Lembah raksasa yang kini datar seluas sekitar 100 x 200 km persegi itu diduga kaya informasi tentang kehidupan di Mars. Lembah itu telah terisi endapan dari berbagai dataran tinggi di sekitarnya pada saat terjadi banjir besar di masa lalu.

Mikrorover berukuran 58 x 31.5 x 47 cm seberat 16 kg bertugas memeriksa setiap bongkah tanah yang diduga mengandung informasi tentang kehidupan. Ada dua kamera stereo yang berfungsi seperti mata untuk melihat daerah pencariannya dan sebuah kamera 3 warna untuk mengidentifikasi objek penelitian. Dikendalikan oleh Brian Cooper dan Tim JPL (Jet Propulsion Laboratory), mikrorover akan menjelajahi daerah pada radius sekitar 10 meter dari Pathfinder yang juga merupakan stasiun pengirim data ke bumi.

Sampel tanah yang diambil mikrorover segera dianalisis dengan spektrometer sinar-X Alfa (APXS) untuk mengenali komposisi kimianya. Hasilnya segera dikirimkan ke bumi untuk dikaji lebih lanjut, adakah tanda-tanda kehidupan atau sisa-sisa kehidupan masa lampau. Karena keterbatasan daya tahan mesinnya, mikrorover diharapkan bisa mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dalam waktu sepekan.

Bukti Kehidupan?

Tantangan bagi astronom dalam mengamati langit mula-mula berawal dari pertanyaan apa saja serta bagaimana posisi dan gerakan benda-benda langit itu. Selanjutnya apa saja kompoisi kimia yang ada pada benda-benda langit itu dan bagaimana strukturnya dari pusat sampai permukaan dan atmosfernya. Kemudian berkembang pada pertanyaan bagaimana terbentuknya, evolusinya, dan akhirnya. Kini dipertanyakan bukti-bukti (bila ada) kehidupan di benda-benda langit itu.

Mars merupakan salah satu objek penelitian yang menarik dalam mencari bukti-bukti kehidupan lain di alam semesta ini. Mars lebih paling mirip bumi dibandingkan planet-planet lainnya. Pengamatan dengan teleskop sejak lama menunjukkan struktur permukaannya tampak mempunyai banyak kanal, sehingga diduga di sana ada air, unsur sangat vital bagi makhluk hidup.

Hasil-hasil analisis terbaru dari pengamatan pesawat antariksa yang dikirim ke sana mengungkapkan kanal-kanal itu menuju cekungan-cekungan kawah tumbukan atau lembah yang kini tampak datar. Tampaknya endapan yang dibawa air dari kanal-kanal itu mendangkalkan kawah atau lembah itu. Bukti-bukti lain tentang adanya air di masa lampau adalah banyaknya jumlah unsur Deteurium dibandingkan Hidrogen di atmosfer Mars serta dataran kuno (berumur 3,5 – 4,5 milyar tahun) mengalami degradasi berat.

Mars juga mempunyai keunggulan daripada bumi dalam mengungkapkan asal-usul kehidupan di tata surya. Mars adalah tempat terbaik mencari bukti-bukti awal kehidupan dan bagaimana kehidupan itu mulai di atas planet. Mars menyimpan batuan tua berumur lebih dari 3,8 milyar tahun. Di bumi, menurut bukti terbaru yang dikumpulkan Tim dari Institut Oseanografi Scripps, menunjukkan bahwa kehidupan telah ada pada saat batuan tertua terbentuk (sekitar 3,8 milyar tahun yang lalu). Padahal kehidupan di bumi di duga mulai ada sejak 4 milyar tahun lalu. Jadi, sulit mencari bukti bentuk awal kehidupan di bumi.

Missi Viking 1 dan 2 pada tahun 1970-an bertujuan mencari bukti kehidupan di Mars, namun tidak menemukannya. Tetapi analisis kimia menunjukkan tanah itu relatif layak bagi kehidupan. Mungkin bukti-bukti kehidupan berada di bawah tanah yang tidak terjangkau oleh penggalian Viking. Mungkin juga metode pengujian kehidupan yang digunakan Viking tidak tepat atau Viking mendarat bukan pada tempat yang tepat.

Bukti kehidupan di Mars baru muncul tahun lalu. Pada 6 Agustus 1996, Tim peneliti Universitas Stanford dan NASA dipimpin David McKey mengumumkan bukti kemungkinan adanya kehidupan di Mars sekitar 3,6 milyar tahun lalu. Meteorit yang diberi kode ALH84001 (ditemukan tahun 1984 di Allan Hills, Antartika) diyakini berasal dari Mars.

Analisis kimia menunjukkan bahwa meteorit itu berasal dari Mars, tidak mungkin batuan bumi atau benda langit lainnya. Selain itu disimpulkan pula, sekitar 4 milyar tahun lalu batuan itu mengalami tumbukan besar di permukaan Mars, tetapi batuan itu masih bertahan di permukaan Mars. Dijumpai juga adanya mineral karbonat yang berbeda umurnya (berumur 1,8 – 3,6 milyar tahun) dengan dengan umur batuannya (berumur 4,5 milyar tahun). Mineral karbonat itu berasal dari air panas yang mengendap pada batuan itu. Sekitar 16 juta tahun lalu terjadi lagi tumbukan meteorit di Mars yang melontarkannya ke angkasa. Baru 13.000 tahun lalu batuan itu jatuh di Antartika.

Bukti lain yang menimbulkan kontroversi adalah adanya mineral magnetit (besi oksida), besi sulfida, dan polycyclic aromatic hydrocarbon pada ALH84001 yang diduga kuat bukan berasal dari reaksi kimia alami, tetapi melalui reaksi kimia yang melibatkan makhluk hidup (biogenik). Di bumi, bakteri bisa menghasilkan magnetit, besi sulfida, dan karbonat pada satu tempat dan kondisi lingkungan yang sama. PAH bisa berasal dari penguraian bakteri. Juga ditemukan tabung-tabung renik yang diduga mikrofosil, mirip nanobakteri di bumi.

Saat ini diketahui sekurang-kurangnya ada 12 meteorit yang berasal dari Mars. Tetapi baru ALH84001 yang diketahui paling tua dan EETA79001 yang jauh lebih muda (berumur 200 juta tahun) yang mengandung informasi tentang kehidupan di Mars masa lalu. Pada kedua meteorit itu ditemukan rendahnya nisbah isotop karbon 13 terhadap karbon 12 pada mineral karbonat yang diduga mengindikasikan bekas-bekas aktivitas kehidupan. Meteorit lainnya yang tergolong batuan muda masih diteliti ada tidaknya informasi tentang kehidupan di Mars.

Strategi Baru

Kondisi Mars yang hangat dan berair pada masa lalu berangsur berubah menjadi dingin dan kering. Hal ini disebabkan oleh hilangnya atmosfer Mars akibat tumbukan meteorit dan pengikisan oleh angin matahari karena tidak adanya medan magnet di Mars. Hilangnya atmosfer menyebabkan menurunnya efek rumah kaca yang menyebabkan Mars menjadi dingin.

Saat ini atmosfer Mars sangat tipis (5,6 mbar, bandingkan dengan 1000 mbar di bumi) terdiri dari karbondioksida. Tidak adanya lapisan ozon menyebabkan leluasanya sinar UV yang berbahaya bagi kehidupan mencapai permukaan Mars. Suhu permukaannya sangat dingin (-173o sampai +17o C). Rendahnya tekanan udara dan suhu di permukaan Mars menyebabkan hilangnya air cair di Mars.

Bila benar bukti-bukti pada ALH84001 adalah biogenik, maka ada tiga kemungkinan penafsirannya. Pertama, kehidupan pernah ada di Mars pada saat Mars masih hangat dan basah, kemudian punah pada saat lingkungannya berubah. Kedua, kehidupan masa lalu tidak semuanya punah, tetapi mungkin masih ada di beberapa daerah yang masih hangat dan basah seperti di bawah tanah atau di dekat gunung berapi yang masih muda. Ketiga, mungkin juga sejak dahulu Mars kering dan dingin, tetapi kehidupan ada di daerah-daerah yang basah dan hangat saja yang mungkin masih bertahan sampai sekarang.

Maka untuk mencari kehidupan di Mars, baik yang telah punah maupun yang masih ada, dipikirkan beberapa strategi baru. Pertama, pencarian di kawah yang diduga sebagai tempat asal ALH84001. Lokasi-lokasi potensial telah dipetakan oleh pesawat-pesawat Viking dan Mariner serta akan dilengkapi data terbaru dari Mars Global Surveyor yang mencapai Mars September 1997 mendatang. Dr. Nadine Barlow dari University of Central Florida yang meneliti 42.283 kawah tumbukan di Mars telah mengidentifikasi dua kawah yang karakteristiknya sesuai dengan temuan sifat-sifat ALH84001.

Kedua, pencarian di lingkungan air permukaan di masa lampau seperti danau atau laut kering atau sumber-sumber air hangat yang masih ada seperti mata air panas di sekitar gunung berapi. Diharapkan dari pengamatan Spektrometer Emisi Panas pada pesawat Mars Global Surveyor dapat diidentifikasi jenis batuan dan mineralnya pada daerah-daerah potensial tersebut.

Ketiga, pencarian di bawah tanah yang mengandung air yang mungkin menjadi tempat kehidupan masa kini. Tetapi saat ini belum ada instrumen yang mampu mengidentifikasikannya dan mulai dikaji pengembangannya.

Dengan strategi itu, missi ke Mars menjelang dan pada milenium ke tiga telah disiapkan. Selain Pathfinder yang mendarat Juli ini, Mars Global Surveyor (MGS) akan mengorbit rendah pada September 1997. MGS akan memetakan permukaan Mars dengan resolusi 1,5 m. Tahun depan, Planet B milik Jepang akan diluncurkan menuju Mars. Kemudian disusul Mars Surveyor 1998 pengorbit dan Mars Surveyor 1998 pendarat dengan dua mikroprob yang akan menembus tanah Mars sedalam 0,3 – 2 m.

Saat ini mulai juga dikaji pengiriman missi Mars Surveyor 2001 pengorbit, Mars Surveyor 2001 pendarat dan rover, dan Mars Surveyor 2003 pengorbit/pendarat/rover. Ada juga usulan untuk pendaratan manusia di Mars pada 2011 atau 2019 pada peringatan 50 tahun pendaratan manusia di bulan.

Iklan
%d blogger menyukai ini: