Menyambut Kapsul Hayabusa Kembali ke Bumi


Pendaratan kapsul Hayabusa pembawa sampel asteoroid Itokawa sesuai rencana dan masyarakat Australia bisa melihat proses pendaratannya Ahad, 13 Juni 2010, malam sekitar pukul 21.00 WIB (sekitar pukul 23.00 waktu Australia). Di langit Barat Laut (antara Utara-Barat) terlihat “bintang”  sangat terang di dekat Mars. Itulah kapsul Hayabusa yang sedang terbakar dengan suhu sekitar 7.000 derajat. Sayang sekali dari Indonesia sulit terlihat karena saat melintas di Barat – Selatan Indonesia kapsul belum terbakar, sehingga masih tampak gelap.

NASA merekamnya saat-saat pendaratan dari pesawat terbang untuk tujuan kajian sistem pelindung panasnya.

Ini video dari NASA:

Hayabusa adalah pesawat antariksa milik Jepang yang dikirim ke asteoroid (planet kecil) bernama Itokawa yang mengorbit antara Bumi dan Mars. Nama teknisnya adalah MUSES-C (Mu Space Engineering Spacecraft-C). Hayabusa diluncurkan pada 9 Mei 2003 dan menuju asteoroid menggunakan teknologi roket pendorong terbaru dengan sistem propulsi ion. Dengan sistem elektronik, ion dipercepat mencapai kecepatan tinggi yang berfungsi sebagai tenaga pendorong roket kendalinya. Hayabusa yang berbobot  510 kg mencapai orbit Itokawa pada 12 September 2005. Sambil mengorbit pada ketinggian sekitar 3 – 20 km, Hayabusa mengambil banyak gambar asteoroid mirip kacang tanah raksasa berukuran sekitar 535 × 294 × 209 m. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya pada 26 November 2005 Hayabusa berhasil mendarat di asteorid Itokawa untuk mengambil sampel tanah asteoroid dengan melontarkan peluru kecil ke tanah lalu menyedot tanah yang terhambur dengan corong penghisap (walau ada masalah teknis). Sampel tanah itu disimpan di kapsul pembawa sampel.  Lalu segera kembali mengorbit asteoroid. Pada April 2007 mulai perjalanan kembali ke bumi dan mencapai bumi pada 13 Juni 2010.

JAXA (Badan Antariksa Jepang) telah melakukan beberapa tahapan TCM (Trajectory Correction Maneuver) untuk mengarahkan ke titik jatuh. Memasuki atmosfer bumi pada ketinggian 200 km  (ketinggian orbit bila melintas bumi  sebelum manuver pendaratan, tetapi masih sejauh 4 juta km dari bumi) dengan kecepatan lebih dari 400.000 km/jam . Pada Ahad malam, 13 Juni 2010, setelah manuver terakhir sekitar pukul 18 WIB pada ketinggi sekitar 40.000 km (sedikit lebih tinggi dari orbit satelit Palapa), saat di atas India,  kapsul pembawa sampel mulai dilepas dari Hayabusa dan kemudian, saat di atas selatan Jazirah Arab di arahkan untuk jatuh di wilayah Woomera, Australia Selatan.  Dan pada ketinggian sekitar 100 km Hayabusa dan kapsul akan terbakar. Pesawat induknya, Hayabusa, habis terbakar, tetapi kapsul dengan pelindung panas mutakhir ditemukan selamat mencapai permukaan bumi pada Ahad malam sekitar pukul 21.00 WIB atau 23 waktu Australia. Menjelang sampai permukaan bumi  parasut dikembangkan agar pendaratannya mulus. Sampel yang dibawanya akan menjadi bahan penelitian yang sangat berharga, walau mungkin hanya kurang dari 1 gram debu asteroid.

Hayabusa mencatat hasil penting bagi penelitian teknologi dan sains antariksa. Pengembangan dan pengujian jangka panjang propulsi ion dan pelindung panas kapsul antariksa merupakan prestasi rekayasa antariksa yang sangat pentingya. Kajian fisis jarak dekat asteoroid Itokawa dan sampel tanahnya (bila berhasil diperoleh) juga merupakan hasil sains yang sangat penting dalam pemahaman fisis tatasurya dan asal-usulnya.

Iklan
%d blogger menyukai ini: