Bintang berekor di ufuk barat laut: KOMET RAKSASA HALE-BOPP MENDEKATI MATAHARI


T. Djamaluddin, Peneliti Matahari dan Antariksa, LAPAN Bandung

(Dimuat di Republika,  30 Maret 1997)

Bila cuaca cerah, seusai salat maghrib perhatikanlah baik-baik langit di ufuk barat laut. Di sana, pada akhir Maret dan awal April ini, akan terlihat komet (‘bintang berekor’) yang cukup cemerlang: komet Hale-Bopp. Ekornya tampak seperti rambut terjurai melebar ke arah kanan (utara). Ada yang menyebutnya Great Comet (Komet Besar) 1997, sebagai bandingan Great Comet 1811 yang sangat cemerlang.

Komet ini kini sedang menjadi pusat perhatian, bukan hanya para astronom tetapi juga masyarakat awam karena cukup cemerlang terlihat tanpa teleskop. Para penggemar astronomi pun dilanda demam komet Hale-Bopp, sehingga ada restoran baru di Nobeyama, Jepang, yang diberi nama Restoran Hale-Bopp.

Komet sebenarnya adalah anggota tata surya juga seperti planet dan asteroid yang mengelilingi matahari. Komposisinya terdiri dari es, gas beku, dan debu. Bila mendekat matahari, es dan gas bekunya menyublim (menguap tanpa melalui fase cair) kemudian bersama debu yang terlepas tertiup angin matahari menjurai membentuk ekor. Gas yang terionisasi membentuk ekor ion dan debunya membentuk ekor debu.

Cahaya cemerlang komet berasal dari pemantulan cahaya matahari. Itulah sebabnya komet cemerlang hanya terlihat di dekat matahari menjelang matahari terbit pagi hari atau setelah matahari terbenam pada senja hari.

Komet baru

Nama Hale-Bopp yang diberikan pada komet ini berasal dari nama para penemunya: Alen Hale dari New Mexico dan Thomas Bopp dari Arizona. Hale adalah pengamat komet terkenal yang berpengalaman mengamati sekitar 200 komet. Penemuannya tidak disengaja, bukan dalam program pencarian komet baru. Ini karunia yang besar baginya karena ia pernah melakukan pencarian komet baru secara intensif selama lebih dari 400 jam, namun hasilnya nihil.

Malam 23 Juli 1995, setelah mengamati komet Clark, Hale menunggu kesempatan baik untuk pengamatan komet d’Arrest. Diarahkannya teleskopnya ke arah rasi Sagitarius, di sekitar objek baur M70 (Messier-70). Ada yang menarik perhatiannya di dekat M70: sebuah titik baur yang lebih kecil daripada M70 yang sebelumnya tidak ada. Dia langsung menduga itu komet. Ternyata benar, itu komet yang belum dikenal sebelumnya.

Di tempat lain, di gurun Arizona, Bopp dan teman-temannya para astronom amatir melakukan pengamatan objek-objek baur (objek Messier: nebula, galaksi, atau gugusan bintang) pada saat langit gelap tak berbulan. Di dekat M70 dijumpainya objek baur yang setelah dicek pada peta langit yang dibawanya, mereka tidak mengenal objek baru itu. Selama satu jam, mereka mengamati bahwa objek itu sedikit berubah posisinya, menunjukkan itu objek tata surya. Setelah dilaporkan ke Observatorium Astrofisika Smithsonian, mereka mendapat kepastian bahwa objek yang ditemukannya adalah komet baru.

Penemuan itu diumumkan di dalam Sirkular Uni Astronomi Internasional (IAU). Nama komet kemudian diberikan oleh Komisi 20 IAU: Komite Nama Benda langit Kecil, yang berwenang memberi nama komet dan asteroid. Komet itu diberi nama Hale-Bopp sebagai penghargaan kepada para penemunya. Nama resmi yang digunakan astronom profesional adalah C/1995 O1 yang sekaligus memberikan informasi saat penemuannya. Nama C/1995 O1 berarti komet periode panjang yang ditemukan sebagai objek pertama dalam selang waktu dua-mingguan ke-15 (15-29 Juli, dilambangkan dengan abjad ke-15: O) pada tahun 1995.

Komet Raksasa

Dari berbagai pengamatan yang dilakukan kemudian, telah dapat dihitung elemen-elemen orbitnya. Bidang orbitnya hampir tegak lurus terhadap bidang orbit bumi dengan inklinasi 89,4 derajat (lihat gambar). Orbitnya sangat lonjong dengan eksentrisitas mendekati 1 sehingga periode orbitnya juga sangat panjang, lebih dari 3000 tahun! Walaupun baru ditemukan, komet ini bukan komet baru yang baru keluar dari awan Oort (‘sarang’ komet) jauh di tepi tata surya. Hal ini bisa disimpulkan dari jarak terjauh orbitnya yang tidak mencapai jarak awan Oort itu.

Jarak terdekatnya dengan matahari 138 juta km (0,9 jarak bumi-matahari) yang akan dicapai pada tanggal 1 April 1997. Selama perjalanannya mendekati matahari, posisi komet lebih dekat ke matahari daripada ke bumi. Jarak terdekatnya ke bumi, 194 juta km, dicapai pada tanggal 23 Maret 1997. Karena kecerlangan komet tergantung pada jaraknya terhadap matahari dan bumi, maka puncak kecerlangannya akan terjadi antara 23 Maret – 1 April 1997.

Komet Hale-Bopp memang sangat menarik perhatian. Pada saat ditemukan, komet masih berada pada jarak sekitar 900 juta km, lebih jauh daripada orbit Jupiter. Komet yang pada jarak sejauh itu sudah terlihat dari bumi biasanya adalah komet raksasa. Memang berdasarkan analisis debu yang dilepaskannya, diperkirakan diameter intinya sekitar 40 km. Ini jauh lebih besar daripada komet Halley yang terkenal yang hanya berukuran 8x8x16 km.

Kepala komet (koma) yang merupakan debu dan gas yang menyelubungi inti nanti pada saat maksimum diperkirakan akan berdiameter sekitar 100.000 km. Ini juga lebih besar daripada koma komet Halley yang berdiameter 30-40 km. Panjang ekornya akan mencapai jutaan km.

Di dekat matahari, komponen utama yang mengalami sublimasi adalah es air (H2O). Tetapi komet Hale-Bopp juga diketahui kaya akan kandungan CO dan debu. Bila pada jarak terdekat dengan matahari itu CO dan debu masih banyak tersisa, maka komet akan sangat cemerlang

Hal yang menarik lainnya dari komet Hale-Bopp adalah munculnya semburan (jet) dari intinya pada saat masih jauh dari matahari. Hal ini jarang terjadi pada komet-komet yang pernah teramati. Adanya jet dari intinya memungkinkan untuk memperkirakan periode rotasi intinya. Kini telah dihitung periodenya tidak konstan, tetapi bervariasi antara 11,2 – 11,65 jam.

Cara mencari Hale-Bopp

Komet Hale-Bopp diperkirakan akan sangat terang sehingga pengamat di kota yang mengalami polusi cahaya tidak terlalu parah masih bisa melihatnya. Kepala komet akan terlihat sesudah maghrib menjelang gelap malam, saat bintang-bintang mulai tampak. Di ufuk Barat laut, komet akan tampak paling terang di antara bintang-bintang.

Ekor komet terbentuk karena debu dan gas terdorong oleh angin matahari. Karena itu arahnya selalu menjauhi matahari. Komet bergerak dari arah utara matahari ke arah selatan sehingga arah ekor debunya pun, akibat pengaruh geraknya, akan tampak menyebar melengkung ke arah utara. Sementara itu ekor ionnya tetap lurus tidak terpengaruh oleh gerak komet. Sehingga akan tampak ekor ion dan ekor debu membentuk sudut seperti huruf V dengan sisi kanan yang melengkung. Panjang ekor diperkirakan 20 derajat. Bila diukur dengan tangan yang dijulurkan ke depan, panjangnya sekitar sejengkal. Beberapa pengamat melaporkan berhasil melihat ekornya walaupun langit barat masih cukup terang oleh cahaya senja .

Walaupun relatif cukup terang, untuk bisa mengamatinya dengan baik, pilihlah tempat yang jauh dari polusi cahaya kota. Dan saat terbaik mengamatinya adalah sesudah maghrib antara 26 Maret (18 Dzulqaidah) – 12 April (5 Dzulhijjah) karena pada saat itu tidak ada gangguan dari cahaya bulan. Posisi komet berada pada rasi Andromeda (lihat peta langit). Tetapi tanpa menggunakan peta langit pun, pengamat awam diharapkan bisa menemukannya bila mencermati daerah sekitar ufuk barat laut.

Bagi penggemar fotografi, komet Hale-Bopp sangat menarik untuk diabadikan. Untuk itu selain kamera perlu disiapkan tripod, kabel release, dan film cepat (disarankan ISO 800 atau yang lebih cepat). Waktu pencahayaan (exposure time) sekitar 10 detik atau lebih. Kamera otomatik yang mengatur sendiri exposure time-nya bisa juga dicoba tetapi dengan menggunakan film yang ISO-nya lebih besar lagi (disarankan menggunakan yang paling besar, ISO 3200). Gunakan tripod dan ketika memijit tombol perlu sangat berhati-hati agar kamera tidak bergoyang. Lebih baik lagi menggunakan timer agar ada selang waktu antara pemijitan tombol dan saat mulai pemotretan.

%d blogger menyukai ini: