Ru’yatul Hilal Awal Ramadan dan Iedul Fitri


T. Djamaluddin, Peneliti Matahari dan Antariksa, LAPAN Bandung

(Dimuat di Republika, 21 Januari 1995)

Hasil pengamatan awal Bulan Sya’ban 1415 oleh Tim Departemen Agama RI telah menetapkan bahwa 1 Sya’ban jatuh pada tanggal 3 Januari 1995. Itu berarti tanggal 29 Sya’ban akan jatuh pada tanggal 31 Januari 1995. Menurut hisab Departemen Agama, NU, dan Persis 1 Ramadan jatuh pada tanggal 1 Februari 1995 (Republika, 4 Januari 1995). Kesamaan ini hasil hisab ini semoga juga terjadi pada hasil ru’yat (pengamatan hilal) yang biasanya kukuh dilakukan kalangan NU.

Untuk memberikan bekal kepada para pengamat hilal, tulisan ini akan memaparkan hasil rinci hisab astronomi untuk memperkirakan posisi hilal awal Ramadan dan sekaligus hilal 1 Syawal. Kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi juga akan diulas agar masyarakat bisa lebih arif dalam pengambilan keputusan, tidak saling berprasangka.

Sebagai informasi awal perlu juga diketahui bahwa ijtima’ bulan Ramadan terjadi pada 30 Januari pukul 22:50 GMT (31 Januari, 05:50 WIB). Dan ijtima’ bulan Syawal terjadi pada 1 Maret 1995 pukul 11:50 GMT (18:50 WIB). Ijtima’ dikenal juga sebagai astronomical newmoon (bulan baru astronomis) yang tidak mungkin di ru’yat karena masih terlalu muda. Ijtima’ hanya dapat diamati dalam kejadian gerhana matahari total, seperti yang terjadi pada Ramadan tahun 1983. Saat ijtima’ ini menjadi pembatas awal yang menyatakan tidak mungkin ada ru’yatul hilal sebelum saat ijtima’.

Garis Tanggal

Untuk memahami pemunculan hilal secara global sangat penting diketahui garis tanggalnya, yaitu –yang paling sederhana– adalah garis yang menyatakan di daerah mana saja bulan dan matahari terbenam secara bersamaan. Garis ini mununjukkan bahwa pada hari itu di sebelah timurnya hilal terbenam lebih awal dari matahari dan di sebelah baratnya hilal lebih lambat terbenamnya daripada matahari. Akibatnya, ru’yatul hilal di sebelah barat garis itu terjedi lebih awal daripada di sebelah timurnya. Makin jauh ke arah barat, ru’yatul hilal makin mudah dilakukan. Dengan berpedoman pada garis itu, bisa juga diperkirakan daerah-daerah tempat ru’yatul hilal yang paling besar kemungkinannya akan berhasil, bila tanpa memperhitungkan keadaan cuaca.

Garis tanggal Ramadan 1415 melintas dari Australia, Pasifik ke Atlantik melalui Meksiko terus ke Eropa bagian Utara. Sehingga sebagian besar negara akan berpuasa mulai tanggal 1 Februari 1995. Letak Indonesia yang relatif dekat dengan garis tanggal akan menyebabkan ru’yatul hilal pada tanggal 31 Januari agak sulit. Kalau ternyata tidak ada laporan ru’yatul hilal, ada kemungkinan diputuskan isti’mal, yaitu menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Kalau keputusan isti’mal yang diambil maka berarti puasa Ramadan akan mulai tanggal 2 Februari 1995.

Garis tanggal Syawal 1415 melintasi Amerika Selatan, Afrika Tengah, India, dan China. Maka Amerika Utara, Eropa, dan negara-negara Timur Tengah mungkin akan beridul Fitri pada tanggal 2 Maret. Sedangkan Asia Tenggara, Indonesia, Jepang, dan Australia kemungkinan besar pada tanggal 3 Maret, tidak mungkin lebih awal. Letak Indonesia yang jauh ke arah barat dari garis tanggal akan menyebabkan ru’yatul hilal pada tanggal 2 Maret 1995 relatif mudah. Sehingga diharapkan tidak akan ada dua kali Iedul Fitri pada tahun ini.

Prakiraan Ru’yatul Hilal

Hasil hisab posisi hilal Ramadan dan Syawal di beberapa kota (yang mempunyai pantai yang terbuka ke arah barat) pada tanggal 31 Januari dan 2 Maret 1995 di tunjukkan pada Tabel. Pada tabel diberikan saat terbenamnya matahari dan bulan serta azimutnya (jarak sudut dihitung dari arah utara ke arah timur; Azimut 180 derajat adalah arah Selatan dan Azimut 270 derajat adalah arah Barat). Dari data azimut itu terlihat bahwa bulan akan terbenam disebelah kanan titik terbenamnya matahari.

Dari data saat terbenam matahari dan bulan dihitung pula perbedaan waktunya (dinyatakan dalam menit). Ini bisa digunakan untuk memperkirakan jangka waktu antara matahari terbenam dan bulan terbenam. Beda waktu matahari terbenam dan bulan terbenam pada tanggal 31 Januari hanya sekitar 15 menit. Ini relatif singkat dan menyulitkan pengamatan hilal akibat ufuk barat masih cukup teramx. Sedangkan mxda waktunya pada tanggal 2 Maret cukup panjang, sekitar 30 menit yang memungkinkan ru’yatul hilal.

Perbedaan azimut titik terbenamnya matahari dan bulan juga dicantumkan pada tabel tersebut. Ketinggian hilal pada saat matahari terbenam hanya diperkirakan secara kasar berdasarkan perbedaan waktu terbenamnya. Data perbedaan posisi ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan arah pengamatan. Data-data itu menunjukkan bahwa hilal berada pada posisi kanan atas dari titik matahari terbenam. Bila melakukan pengamatan dengan mata telanjang, bisa digunakan lebar ujung jari dan kepalan tangan sebagai pengukur jarak sudut. Dengan lengan yang dijulurkan ke depan, lebar ujung jari kira-kira 1,5 derajat. Sedangkan lebar kepalan tangan sekitar 10 derajat.

Data hisab itu juga menunjukkan bahwa daerah yang terbaik untuk pengamatan hilal adalah daerah Aceh dan pantai Barat Sumatra lainnya.

Perhatian untuk Pengamatan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengamatan hilal:

1. Hilal adalah obyek yang redup dan mungkin hanya tampak sebagai segores cahaya. Sedapat mungkin mengkonfirmasikan dengan menggunakan binokuler atau teropong bila melihat obyek terang yang mirip bulan sabit tipis atau garis.

2.Pengamatan dari bangunan tinggi di tengah kota mempunyai resiko gangguan pengamatan akibat polusi asap, debu, dan cahaya kota.

3.Lokasi pengamatan dengan arah pandang ke barat yang tidak terbuka atau dipenuhi oleh pepohonan bukanlah lokasi yang baik untuk pengamatan hilal. Daerah pantai yang terbuka ke arah barat adalah lokasi yang terbaik.

4.Hal penting bagi ru’yatul hilal adalah kemampuan untuk membedakan antara hilal dan bukan hilal. Sumpah memang penting untuk menunjukkan kejujuran pengamat, tetapi belum cukup untuk memastikan obyek yang dilihatnya itu benar-benar hilal atau bukan. Saat ini faktor penyebab kesalahan pengamatan hilal makin banyak.

%d blogger menyukai ini: