Badai Matahari dan Isu Kiamat


T. Djamaluddin, LAPAN


Berawal dari kalender suku Maya yang siklus panjangnya berakhir pada 21 Desember 2012, berkembang ramalan kiamat 2012 (lalu dimanfaatkan menjadi dasar pembuatan film fiksi ”2012”). Lalu berkembang interpretasi yang mengaitkannya dengan badai matahari besar pada 2012. Ada yang harus diluruskan terkait isu kiamat 2012. Tahun 2011 – 2012 (belakangan prakiraan bergeser lagi ke 2013) adalah puncak aktivitas matahari siklus 24. Siklus aktivitas matahari mempunyai periode sekitar 11 tahun. Puncak aktivitas matahari sebelumnya 1979, 1989, dan 2000. Pada saat puncak aktivitas itu, bintik matahari akibat aktivitas magnetiknya meningkat jumlahnya. Pada saat-saat itu badai matahari berupa lontaran partikel berenergi tinggi dan emisi gelombang elektromagnetik (berupa flare) frekuensi kejadianya juga meningkat. Tetapi badai matahari tidaklah berakibat kiamat.

Gangguan yang perlu dicermati hanya pada sistem teknologi yang ditempatkan di antariksa (satelit komunikasi dan navigasi) serta sistem teknologi di bumi yang rentang terhadap induksi partikel energetik dari matahari yang masuk ke bumi lewat kutub. Bila terjadi badai matahari potensi bahaya hanyalah kemungkinan rusaknya atau terganggunya satelit. Akibatnya antara lain gangguan telepon, siaran TV yang memanfaatkan satelit, jaringan ATM. Juga navigasi pada sistem penerima GPS frekuensi tunggal akibat adanya gangguan ionosfer. Gangguan ionosfer juga berakibat gangguan siaran radio gelombang pendek (HF). Transformator listrik di negara-negara dekat kutub juga rentan kena induksi yang bisa mematikan jaringan listrik dalam wilayah yang luas (seperti pernah terjadi 1989 di Kanada).

Terkait isu kiamat 2012 dan puncak aktivitas matahari 2011-2013 tersebut (dan juga pasca penyangan fil ”2012”),  beberapa wartawan mewawancarai saya via telepon dan via e-mail. Berikut kutipan wawancara tertulis dan jawaban saya untuk melengkapi catatan saya tersebut.

T: Apa yang dimaksud aktivitas matahari dan badai matahari?

J: Aktivitas matahari adalah kondisi dinamik di matahari akibat perubahan medan magnetiknya yang terutama ditunjukkan dengan variasi jumlah bintik matahari (sunspot), termasuk ledakan matahari (flare), semburan gas matahari (prominensa atau filamen), dan lontaran materi korona (CME, Coronal mass ejection). Ledakan di matahari (flare) dan lontaran materi korona (CME) tersebut yang biasa disebut dalam bahasa populer sebagai ”badai matahari”.

T: Apa yang dimaksud dengan siklus matahari? Bagaimana cara mengamati dan menentukan siklus matahari?

J: Jumlah bintik mataharidiketahui bervariasi dengan periode sekitar 11 tahun (kenyataannya antara 9 – 12 tahun). Variasi periodik ini disebut siklus matahari (solar cycle). Pengamatan siklus matahari terutama dari bintik matahari dan pancaran gelombang radio dari matahari (fluks radio matahari). Bilangan bintik matahari (sunspot number = R) didefinisikan dengan R=k (10g+s), k faktor koreksi tergantung teleskop dan pengamatnya — untuk standarisasi internasional, g jumlah kelompok bintik matahari, s jumlah bintik individual di seluruh kelompok. R diamati setiap hari di seluruh dunia, termasuk di LAPAN, kemudian akan digabungkan untuk mendapatkan R internasional.

T: Apa yang dimaksud dengan aktivitas matahari maksimum?

J: Aktivitas matahari maksimum (solar maximum) terjadi saat puncak aktivitas magnetiknya. Pada saat itu bilangan bintik matahari maksimum. Pada rentang waktu 1900 – sekarang bilangan bintik matahari saat matahari maksimum sekitar 63 – 190.

T: Apa karakteristik matahari pada titik maksimum? Misalnya Flare itu apa? Sunspots? coronal mass ejections (CME’s)?

J: Pada saat matahari maksimum karakteristik utamanya adalah jumlah bilangan bintik matahari maksimum, radiasi matahari maksimum, fluks radio juga maksimum. Pada saat itu frekuensi kejadian flare dan CME juga meningkat. Badai matahari adalah kondisi ketika terjadi flare atau CME tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa saat matahari maksimum itu frekuensi kejadian badai matahari juga mencapai maksimum.

T: Adakah partikel yang dihasilkan saat terjadi titik maksimum tersebut?

J: Partikel berenergi yang dilontarkan dari matahari terutama proton dan elektron.

T: Sebelumnya kapan itu terjadi? Diperkirakan akan terjadi kapan lagi?

Tahun-tahun puncak aktivitas matahari 1905, 1917, 1928, 1937, 1947, 1957,
1968, 1979, 1989, dan 2000. Diperkirakan siklus berikutnya (disebut siklus 24) maksimum tahun 2013.

T: Dampak (badai matahari)? Bagi bumi dan ruang antar planet?

J: Pada saat terjadi badaimatahari dengan lontaran proton dan elektron berenergi tinggi berpotensi mengganggu satelit dan membahayakan astronot. Operasional satelit bisa terganggu pada saat itu. Karena lontaran partikel itu juga membawa medan magnetik matahari, kejadian itu juga bisa mengganggu medan magnetik bumi dan ionosfer. Gangguan pada medan magnetik bumi dapat menyebabkan terbukanya celah medan magnetik bumi sekitar kutub sehingga partikel bermuatan itu (proton dan elektron) dapat masuk ke atmosfer bumi yang dapat membentuk aurora dan dapat menginduksi jaringan listrik di negara-negara dekat kutub. Tahun 1989 trafo di Quebec Kanada terkena induksi hingga terbakar dan mematikan listrik di daerah yang luas. Induksi terhadap jaringan listrik tidak mungkin terjadi di wilayah ekuator, seperti di Indonesia. Gangguan medan megnetik juga mengganggu migrasi burung yang menggunakan medan magnetik sebagai pemandu arahnya. Gangguan ionosfer mengganggu komunikasi radio gelombang pendek yang menggunakan ionosfer sebagai pemantul, sehingga komunikasi radio bisa terputus.

T: Apa yang harus diwaspadai?

J: Pada saat itu kemungkinan gangguan satelit mungkin saja terjadi sehingga semua fasilitas yang memanfaatkan satelit bisa saja terganggu. Jadi, harus waspada kemungkinan terganggunya siaran televisi, komunikasi telepon, dan jaringan ATM.

T: Apa antisipasinya?

J: Untuk mengantisipasi kemungkinan dampak negatif itu, operator satelit harus mengikuti terus prakiraan badai matahari dan mengambil langkah-langkah pengamanan. Beberapa satelit sistemnya dimatikan pada saat terjadi badai matahari untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan instrumennya yang peka terhadap masuknya partikel bermuatan.

T: Mengapa pucak titik maksimum dari aktivitas matahari yang diperediksi pada 2012  begitu heboh dari sebelumnya?

J: Bisa jadi karena dikaitkan dengan interpretasi akhir kalender panjang suku Maya pada 21 Desember 2012 yang dikaitkan dengan ramalan akan terjadi kiamat yang banyak dirujuk media massa. Secara saintifik dan akidah agama, prakiraan kiamat tidak mempunyai dasar.

T: Apa yang dimaksud dengan aktivitas matahari pada titik minimum? Karakteristik dari matahari pada titik minimum?

J: Aktivitas matahari minimum (solar minimum) adalah kondisi tenang matahari, yang ditandai dengan sedikitnya atau tidak adanya bintik matahari di permukaannya. Pada saat  itu tidak ada flare, CME, dan radiasi matahari pun minimum.

T: Sebelumnya kapan itu terjadi? Diperkirakan akan terjadi kapan lagi?

J: Tahun-tahun matahari minimum 1901, 1913, 1923, 1933, 1944, 1954, 1964, 1976, 1986, 1996, dan 2009. Diperkirakan selanjutnya 2016.

T: Manfaatnya?

J: Pada saat matahari minimum potensi gangguan badai matahari tidak ada. Sehingga aktivitas astronot dan eksperimen antariksa yang memerlukan kondisi tenang banyak dilakukan. Pada saat itu kerapatan atmosfer bumi juga minimum sehingga hambatan udara pada satelit juga minimum, sehingga satelit orbit rendah yang diluncurkan saat  matahari minimum berpotensi lebih lama mengorbit.

Tulisan terkait:

https://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/09/21/badai-matahari-dan-badai-geomagnetik-bukan-badainya-yang-mematikan-tetapi-teknologi-manusia-yang-rentan-badai-antariksa/

https://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/06/17/badai-matahari-2013-tidak-hancurkan-bumi/

https://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/04/21/badai-matahari-dan-isu-kiamat-2012/

Satu Tanggapan

  1. […] Artikel tentang badai Matahari dan isu kiamat di blog Pak Thomas Djamaluddin […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: