Alhamdulillah, sudah 5 benua pernah kuinjak buminya, kuhirup udaranya, kulihat panoramanya, dan kurasakan keanekaragaman budayanya (walau Afrika Selatan sekadar transit di Bandara Johannesburg), dalam rangka belajar, seminar, konferensi, atau tugas lainnya. Semoga memberi manfaat dan senantiasa dalam ridlo-Nya.
Assalamu ‘Alaykum Wr. Wb.
Saya sangat tertarik dengan semua isi tulisan Pak TJ.
Salam dari admin: http://www.facebook.com/quranicexplorer
Wassalamu ‘Alaykum Wr. Wb.
Alhamdulillah, semoga memberi pencerahan dan inspirasi.
assalaamu’alaikum.
pak thomas, bapak sangat menginspirasi saya
perkenalkan, saya tania, mahasiswa astronomi itb angkatan 2009 (masih muda ya, baru tingkat 2 sekarang, hehe). saya bercita-cita menjadi seorang profesor astronomi pak.. doakan ya, semoga saya bisa mengikuti langkah bapak
Saya turut mendoakan dan mendorong generasi muda untuk mencapai yang terbaik. Do your best in astronomy, jangan lupa untuk semakin dekat kepada-Nya agar doa kita dikabulkannya-Nya.
Alhamdulilah sy sangat senang & brsyukur ditakdirkan mnjd teman dekat beliau & keluarganya. Sejak beliau msh mahasiswa smp mjd Profesor, kepribadiannya yang bersahaja & low profile tdk ada yg berubah…. (Patut ditiru oleh yg lain yg sdh (mupun yg merasa sdh) sukses (dlm bidang ilmu/intelktual, kedudukan, kekayaan, panhkat, dsb)
Maaf prof. mendengar khutbah anda Fenomena Kehancuran Komet dan Gerakan Aliran Keagamaan – Thomas Djamaluddin, di masjid Salman ITB. Analogi anda tentang bendah langit yg hancur karena kedekatan dengan pusat-nya (induknya) sy kira bisa bermakna sebaliknya. Kalau kita dekat dengan Allah, maka seperti kita “melebur” kepada Allah tidak jarak lagi, ..seperti makna sebuah hadist qudsi, “…..bahwa Aku menjadi pendengaraanya…..”dst. Jadi kehancuran itu itu bisa bermakna positif. Berbeda kalau menjauh dari o rbit maka akan benar-benar terpisah.
Asswrwb.
Salam sejahtera prof. baru kali ini saya membaca tulisan prof. wah hebat/amazing, tolong prof.di Indonesia ini hari raya di mediasi untuk di Satukan, sehingga kita tidak di olok2 oleh astronom internasionall
Salam alaikum Pak Prof. Thomas,
Bapak seorang inspirator yg baik..
Membuat saya semakin semangat untuk terus belajar..
salam kenal pak tj
ane salut dah dengan keberanian bapak untuk persatuan dan kesatuan umat muslim di indonesia
sempat mengira pak thomas bukan muslim
Alhamdulillah, Artikel bapak benar2 memberikan pencerahan…
Maaf prof. mendengar khutbah anda Fenomena Kehancuran Komet dan Gerakan Aliran Keagamaan – Thomas Djamaluddin, di masjid Salman ITB. Analogi anda tentang bendah langit yg hancur karena kedekatan dengan pusat-nya (induknya) sy kira bisa bermakna sebaliknya. Kalau kita dekat dengan Allah, maka seperti kita “melebur” kepada Allah tidak jarak lagi, ..seperti makna sebuah hadist qudsi, “…..bahwa Aku menjadi pendengaraanya…..”dst. Jadi kehancuran itu itu bisa bermakna positif. Berbeda kalau menjauh dari o rbit maka akan benar-benar terpisah.
+1
Analogi itu hanya untuk kedekatan sesama makhluk, bukan makhluk dengan Khaliq. Kedekatan sesama makhluk dalam batas yang semestinya akan berdampak kestablian sistem. Tetapi kedekatan yang tanpa batas, itu merusakkan.
Assalamu alaikum.
setelah membaca biodata pak prof. ternyata pak prof ada darah gorontalonya, berarti sekampung dgn saya.
Alhamdulillah tulisan bapak banyak memberi inspirasi bagi saya, dan menjadi referensi bagi saya yg berprofesi sebagai Hakim di Pengadilan Agama.
Saya sangat salut dgn usaha pak prof dlm menyatukan hari raya di indonesia, walau harus mengadapi berbagai cemoohan dan cibiran.
maju terus pak prof……… Insya Allah selalu dalam bimbingan-Nya.
Alhamdulillah. Saat pengamatan gerhana matahari di Tahuna 1998, saya sempatkan menemui keluarga ayah (dengan mencari dari buku telepon). Bertemu dengan sepupu ayah dari pihak nenek (keluarga Eddy Rasyid — saat itu di di Sekretariat DPRD Gorontalo) yang kemudian mengantarkan juga ke keluarga Hajiko (beda penulisan fam ayah saya yang ditulis Hadiko, karena lidah Gorontalo menyebut D antara D dan J ya).
Pak Proffesor yang terhormat, ilmu dan gelar yang anda dapat dari ujung dunia sekalipun tidak pantas membuat anda sombong.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah kesombongan.” (HR Muslim Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu no.91)
Semoga kita semua dihindarkan dari sifat takabur. Namun, kita tetap harus menyebarkan ilmu dan memberikan pencerahan, tanpa takut disebut sombong.
trmksh pak…
di lingkungan NU bredar info yg turun menurun bhw dahulu pd ms pnjajahn Muhammdyh mlakukan rukyat smntr NU pki Hisab. krn konon saat itu ormas NU sulit diberi izin oleh belanda untk brkumpul mlakukan rukyat, shgga mmkai hisab krn darurat. stlh merdeka, NU mmakai Rukyat.. lama-kelamaan Muhammdyh mmkai hisab yg diprnah dipakai oleh NU tp sdh ditinggalkn. Jadi, dlm pndangan kami Muhmmdyh mmkai hisab ya hny ingin tmpil beda sj spy tdk sm… yg satu qunut, satunya nggak, satunya dzikir keras, satunya nggak, satunya adzan jumat 2 kali, satunya nggak dan strsnya…. trmasuk rukyat dan hisab….
Saya berharap yang menjadi Target Pencerahan dari Ilmuwan seperti pak Thomas ini, bukan cuma Muhammadiyah (yang padahal sudah maju dan ilmiah cara berpikirnya) saja…
Tapi juga umat Islam awam yang punya pendapat “lucu” seperti di atas ini…
Saya lihat tidak komentar sedikit pun mengenai pendapat “lucu” ini…
Apa benar dahulu ormas NU dahulu sulit diberi izin Rukyat oleh belanda ?…
Kalau MD diberi ijin mengapa NU tidak ?…
Jangan-jangan karena pergi Rukyat nya, bukan nya bawa Teropong dan alat Hisab lainnya… tapi malah bawa golok, tombak dan peta gedung-gedung logistik Belanda…
maaf pak Ivan. sejak dulu NU adlh ormas Islam yg paling dibenci sm Belanda krn NU mengajarkan anti pnjajahan di psantren2. shgga NU sgt dibatasi ruang geraknya trmasuk brkumpul untuk mlakukan rukyat krn khawatir ada usaha melawan Belanda. smntr Muhammadiyah adlh Ormas Islamyang dekat dengan Belanda. klu Anda bpk Ivan prnh mmbaca sjrh Pendidikan era 1910an maka akan anda temukan bhw Muhammadiyah sering mndapat bantuan dana dari Belanda untk skloh Mhmmdyh… akhirnya NU mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad untuk mngusir Belanda dan kita jadi merdeka
Setahu saya… tahun 1910 an belum ada NU…
- Muhammadiyah berdiri tgl 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330)
- NU berdiri berdiri tgl 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344)
Muhammadiyah lebih dulu 14 tahunan dari NU…
Masalah memperjuangkan kemerdekaan… Orang-orang Muhammadiyah pun selain bergerak hebat di bidang pendidikan Umat… banyak juga tokoh-tokohnya bergerak di bidang perjuangan Fisik…
Jendral Sudirman itu Tokoh Muhammadiyah…
Subhanalloh… sangat mencerahkan! Hendaknya para generasi muda bangsa Indonesia ini bisa meniru bapak yang mempunyai banyak prestasi namun tetap rendah hati.
maksud sy thn 1910an ya sesudah MD berdiri. wktu itu NU blm berdiri secara resmi tp cikal-bakal NU adlh pesantren2 yang ratusan tahun sblm MD berdiri sudah exist di Jawa. coba anda pelajari buku2 sejarah pndidikan bgmn Muhammadiyah mnjd Anak Emas Belanda
Itu bukan masalah Anak Emas Belanda, pak Ma’ruf…
Itu masalah kepiawaian KH Ahmad Dahlan mengemas Pendidikan Islam sehingga beliau bisa “menyusup” ke sekolah Belanda untuk mengajarkan Islam kepada anak-anak Muslim yang sekolah di sana, yang sebelumnya tidak pernah diberi pelajaran agama Islam oleh pihak sekolah…
Pa Ma’ruf bisa lihat di film Sang Pencerah… sudah nonton belum ?…
.
Kembali ke masalah “ormas NU sulit diberi izin oleh belanda untk brkumpul mlakukan rukyat, shgga mmkai hisab krn darurat”…
Menurut saya itu hanya cerita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan… hanya untuk melestarikan ketidaksukaan terhadap sesama ormas Islam saja…
Apakah sebegitu darurat nya sehingga tidak bisa rukyat ?…
Rukyat kan tidak perlu bergerombol pak… cukup sebarin dua orang – dua orang di berbagai tempat yang ideal untuk merukyat…
maaf sebelumnya…..mgkin pak ivan ini terlalu fanatik dengan MD,
islam itu satu, dan islam itu di “hati” bukan cuma di mulut saja….terima kasih dan mohon dimaafkan
hebat
makasih pencerahannya prof. dn ijin untuk link artikelnya