Kisah Awan dalam Penerbangan Jakarta – Padang


T. Djamaluddin

Deputi Sains (membawahi Pusat Sains Atmosfer), LAPAN

Awan 13 Feb 2013 0700 - LAPAN

(Citra satelit diolah LAPAN)

Penerbangan Jakarta – Padang pada Rabu pagi, 13 Februari 2013, pukul 06.30 – 08.10 WIB saya manfaatkan untuk mengamati awan dan membandingkan dengan data citra satelit. Data citra satelit pukul 07.00 WIB (gambar atas) memberi gambaran kondisi awan sepanjang jalur penerbangan dari Jakarta melalui pantai Banten, Lampung, Bengkulu, dan pantai Sumatera Barat.

Jakarta pagi itunyaris cerah, dengan sedikit awan tipis. Di pantai Banten sampai daratan Bengkulu ada awan bersuhu puncak sekitar 220 – 240 K (warna biru pada citra satelit di atas) atau  (-53) – (-33) derajat Celcius, yang berarti ketinggian awan sekitar 6 – 8 km. Ini adalah awan-awan menengah. Berikut ini gambar yang saya potret di langit Jakarta dan perairan Banten – Selat Sunda.

DSCN0001

DSCN0008

Di atas Bengkulu dan Selat Mentawai ada awan menengah juga ketinggian sekitar 7 km.

Awan 13 Feb 2013 0800 - LAPAN

DSCN0017

Di atas Mentawai (sebelah kiri pesawat) ada awan Cumulonimbus berketinggian sekitar 8 km yang sedang mencurahkan hujan. Sinar matahari dari sisi kanan belakang pesawat memberi efek pelangi pada curahan air hujan di bawah awan. Dari ketinggian jelajah pesawat 10,8 km, pelangi itu sangat jelas terlihat. Sayang pelangi yang melengkung panjang luput saya potret. Hanya pelangi pendek yang sempat terekam (perhatikan pelangi di bawah awan). Pelangi adalah efek pembiasan cahaya matahari menjadi warna-warna spektrumnya dalam bentuk lingkaran yang titik pusatnya segaris dengan posisi matahari di belakang kita.

DSCN0028

DSCN0023

DSCN0025

Penerbangan di atas awan dengan posisi matahari di sisi lain pesawat menarik juga. Saya berhasil memotret bayangan pesawat di atas awan dengan efek halo di sekitarnya. Halo adalah lingkaran di sekitar matahari akibat pembiasan cahaya matahari oleh awan tipis. Tetapi bila cahaya matahari itu jatuh di atas awan, efek pembiasan oleh butir-butir awan juga menampilkan halo. Pusat halo di dekat bayangan ekor pesawat adalah proyeksi posisi matahari di awan bila dilihat dari posisi saya di pesawat.

DSCN0033

Halo dengan bayangan pesawat

Ada juga fenomena menarik dari atas pesawat yang terkait dengan awan dan matahari. Anticrepuscular ray atau efek optis cahaya matahari yang terhalang oleh awan yang menyatu pada satu titik proyeksi matahari tampak seperti garis-garis gelap terang yang seolah memancar dari titik proyeksi matahari.

DSCN0037

About these ads

3 Tanggapan

  1. Akan lebih baik bila dibuukan Mas, hingga menjadi ilmu yang bermanfaat.

    Wassalam,

    Henry F Noor

  2. http://satelit.bmkg.go.id/satelit/OCAI/2013/02/13/CP201302130100.PNG

    yup pak. berdasarkan citra klasifikasi tipe awan milik bmkg pun menunjukkan yg begitu, dan dri citra klasifikasi tipe awan bisa memberi gambaran jenis awan nya., dan sepertinya area itu didominasi awan2 tinggi dan menengah dan tentunya awan cumulunimbous yg puncaknya berlandasan.. awan tinggi itu kmungkinan juga asalnya dari puncak landasan dari CB yg bagian “badannya” sudah hilang (saat awan cumulunimbous dalam tahap punah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 204 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: